Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah orang yang mengalami gejala seperti mulas, refluks asam, nyeri epigastrik, atau sensasi terbakar di belakang tulang dada cenderung meningkat. Ini adalah tanda-tanda khas penyakit refluks gastroesofageal (GERD), suatu kondisi yang terjadi ketika asam lambung dan cairan pencernaan lainnya kembali naik ke kerongkongan.
Menurut para ahli gastroenterologi, selain faktor patologis, banyak kasus refluks berasal dari kebiasaan gaya hidup yang tampaknya tidak berbahaya. Ketika kebiasaan ini terjadi secara sering, jumlah asam di lambung dapat meningkat, sekaligus melemahkan mekanisme perlindungan alami sistem pencernaan.

Berikut lima kebiasaan umum yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks asam lambung.
Lihat juga: Apa fungsi asam lambung? Berapa jumlah normalnya? Tanda-tanda peringatan yang perlu Anda ketahui.
Makan terlalu banyak atau makan terlalu cepat.
Kebiasaan makan dengan cepat dan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus memaksa lambung untuk mengembang guna menampung jumlah makanan yang banyak. Ketika tekanan di lambung meningkat, asam dan cairan lambung lebih mudah terdorong kembali ke kerongkongan.
Selain itu, makan terlalu cepat berarti makanan tidak dikunyah dengan benar, sehingga meningkatkan beban pada proses pencernaan dan menyebabkan lambung memproduksi lebih banyak asam. Ini adalah salah satu faktor umum yang menyebabkan kembung, gangguan pencernaan, dan rasa panas di dada setelah makan.
Segera berbaring setelah makan.
Setelah makan, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna dan memindahkan makanan ke usus. Jika Anda langsung berbaring atau bersandar, gravitasi tidak lagi membantu proses ini, sehingga makanan dan asam lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.
Para ahli menyarankan untuk menunggu setidaknya 2-3 jam setelah makan malam sebelum tidur untuk mengurangi risiko asam lambung.
Konsumsi kopi dan minuman beralkohol secara teratur.
Kopi, bir, dan beberapa minuman beralkohol dapat merangsang lambung untuk memproduksi lebih banyak asam. Pada saat yang sama, minuman ini juga dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah – "katup" alami yang membantu mencegah refluks asam.
Ketika mekanisme ini tidak efektif, asam lambung dapat dengan mudah naik ke kerongkongan, menyebabkan rasa terbakar di dada atau refluks asam.
Begadang dan stres berkepanjangan
Stres psikologis dapat secara langsung memengaruhi sistem pencernaan melalui poros otak-usus. Ketika tubuh mengalami stres berkepanjangan, lambung cenderung mengeluarkan lebih banyak asam, dan motilitas pencernaan menjadi terganggu.
Selain itu, kebiasaan begadang mengganggu ritme sirkadian tubuh, melemahkan kemampuan lapisan lambung untuk melindungi diri dari efek asam.

Melewatkan waktu makan atau memiliki kebiasaan makan yang tidak teratur.
Banyak orang memiliki kebiasaan melewatkan sarapan atau makan di waktu yang tidak teratur karena jadwal kerja yang sibuk. Ketika perut kosong dalam waktu yang lama, asam terus dikeluarkan sebagai persiapan untuk pencernaan.
Tanpa makanan untuk menetralkannya, asam berlebih ini dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan risiko refluks.
Lindungi perut Anda secara proaktif melalui kebiasaan sehari-hari.
Refluks gastroesofageal tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan dalam kehidupan sehari-hari tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup jika berkepanjangan. Penyesuaian gaya hidup seperti mengonsumsi makanan seimbang, membatasi minuman stimulan, tidur yang cukup, dan mengurangi stres dianggap sebagai langkah awal yang mendasar. Pada saat yang sama, bagi mereka yang sering mengalami mulas dan mual, menerapkan pengobatan yang disetujui secara medis untuk refluks gastroesofageal sangat penting untuk mengendalikan kondisi ini secara efektif.
Selain menyesuaikan kebiasaan gaya hidup, banyak orang juga mencari solusi pendukung untuk membantu mengendalikan refluks asam. Yumangel – obat lambung dengan huruf Y yang mengandung 1g Almagate – adalah bahan aktif yang menetralkan kelebihan asam lambung, sehingga dengan cepat mengurangi sakit perut, rasa panas di dada, sensasi terbakar di perut bagian atas, dan refluks asam ke kerongkongan. Berkat mekanisme penyeimbangan lingkungan asam di lambung, Yumangel juga membantu meredakan ketidaknyamanan seperti kembung dan gangguan pencernaan, sekaligus menciptakan lapisan pelindung pada selaput lendir, membantu lambung pulih lebih baik.

Yumangel saat ini tersedia di apotek dan jaringan apotek di seluruh negeri, didistribusikan oleh Dai Bac Co., Ltd. – No. 11, Jalan Industri 4, Kawasan Industri Sai Dong B, Long Bien, Hanoi .
Bacalah buku petunjuk dengan saksama sebelum digunakan.
Menjaga kebiasaan gaya hidup sehat, dikombinasikan dengan tindakan perawatan perut yang tepat, dianggap sebagai kunci untuk membantu fungsi perut dengan baik dan mengurangi refluks asam dalam kehidupan modern.
Sumber: https://baonghean.vn/canh-bao-5-thoi-quen-khien-axit-da-day-trao-nguoc-10329172.html








Komentar (0)