Meningkatnya penggunaan telepon dan tablet oleh anak-anak telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan banyak orang tua tentang dampaknya terhadap kesehatan. Waktu menatap layar yang terlalu lama tidak hanya dapat menyebabkan masalah mata seperti mata kering dan rabun dekat, tetapi juga berdampak negatif pada perkembangan otak, konsentrasi, dan kesejahteraan emosional.
Dengan adanya perangkat elektronik di sebagian besar rumah tangga, mengontrol waktu penggunaan layar pada anak-anak dianggap sangat penting untuk melindungi kesehatan fisik dan mental mereka.
Bagaimana penggunaan telepon yang berlebihan memengaruhi penglihatan anak-anak?
Menurut Healthy Children, anak-anak sangat rentan terhadap dampak layar elektronik karena mata mereka masih dalam tahap perkembangan.
Menyebabkan kelelahan mata dan mata kering.
Salah satu masalah yang paling umum adalah kelelahan mata akibat penggunaan perangkat digital. Saat menatap ponsel terlalu lama, anak-anak cenderung berkedip lebih jarang dari biasanya, menyebabkan air mata menguap dengan cepat, yang mengakibatkan mata kering, mata perih, nyeri mata, atau sakit kepala. American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa waktu menatap layar yang terlalu lama dapat membuat mata tegang dan menyebabkan kelelahan.
Meningkatkan risiko rabun dekat.
Fokus yang terlalu lama pada objek jarak dekat juga meningkatkan risiko miopia pada anak-anak. Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih sedikit waktu di luar ruangan dan sering menggunakan telepon dan tablet memiliki risiko lebih tinggi terkena miopia dini. Secara khusus, jika kebiasaan ini berlanjut, tingkat miopia dapat meningkat dengan cepat seiring waktu.
Menyebabkan penglihatan kabur sementara.
Beberapa anak juga mengalami penglihatan kabur sementara setelah menggunakan telepon terlalu lama. Hal ini karena mekanisme akomodasi mata menjadi kaku, sehingga menyulitkan mata untuk beralih dari penglihatan dekat ke penglihatan jauh.
![]() |
Penggunaan telepon yang berlebihan oleh anak-anak dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka, terutama penglihatan dan perkembangan otak. Foto: Shutterstock. |
Bagaimana pengaruhnya terhadap otak anak?
Selain memengaruhi penglihatan, banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan juga dapat berdampak pada perkembangan otak anak.
Dampak pada kemampuan berbahasa dan belajar
Anak-anak yang menggunakan layar lebih dari dua jam sehari mendapatkan skor lebih rendah pada tes bahasa dan kognitif. Dalam beberapa kasus, waktu penggunaan layar yang berlebihan juga terbukti dapat menipiskan korteks serebral – area yang terkait dengan kemampuan berpikir, pengendalian perilaku, dan pemrosesan informasi.
Kemampuan berkonsentrasi menurun.
Banyak penelitian mencatat bahwa waktu menatap layar yang terlalu lama dapat mengganggu kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Anak-anak yang sering menonton video pendek atau video dengan konten yang terus berubah cenderung memiliki rentang perhatian jangka pendek, sehingga sulit bagi mereka untuk mempertahankan fokus saat belajar.
Dampak pada perkembangan emosional dan keterampilan sosial.
Banyak penelitian di PubMed mencatat adanya hubungan antara waktu menatap layar yang terlalu lama dengan peningkatan kecemasan, stres, dan iritabilitas pada anak-anak. Ketika anak-anak menghabiskan terlalu banyak waktu di ponsel mereka, mereka mungkin mengurangi interaksi tatap muka dengan orang tua dan teman, sehingga berdampak pada keterampilan komunikasi sosial mereka.
Dampak pada perkembangan otak
Para ahli percaya bahwa perkembangan otak paling baik dicapai melalui bermain, interaksi, dan eksplorasi langsung bagi anak-anak usia dini. Jika anak-anak terlalu bergantung pada layar sejak usia dini, pembelajaran dan perkembangan keterampilan mereka dapat terpengaruh secara negatif.
Sumber: https://znews.vn/tre-dung-dien-thoai-qua-nhieu-se-co-dau-hieu-nay-post1654601.html









Komentar (0)