Dalam acara tersebut, Konsul Jenderal Trinh Thi Mai Phuong menekankan peran khusus bahasa Vietnam dalam melestarikan identitas nasional bagi anak-anak yang lahir dan dibesarkan di luar negeri. Menurut Konsul Jenderal, kecintaan anak-anak terhadap pembelajaran bahasa Vietnam, kepercayaan diri mereka dalam menggunakannya, dan partisipasi aktif mereka dalam kegiatan budaya merupakan pertanda yang menggembirakan, mencerminkan kolaborasi efektif antara keluarga, sekolah, dan organisasi. Konsulat Jenderal akan terus mendukung inisiatif masyarakat yang bertujuan membangun generasi muda yang terintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat dan melestarikan akar budaya Vietnam mereka.
![]() |
| Anak-anak yang berpartisipasi dalam program tersebut. (Foto: Konsulat Jenderal Vietnam di Fukuoka) |
Bapak Nguyen Duy Anh, Sekretaris Jenderal Jaringan Global untuk Pengajaran Bahasa dan Budaya Vietnam, percaya bahwa pengajaran dan pembelajaran bahasa Vietnam di luar negeri adalah tugas pendidikan dan tanggung jawab untuk melestarikan identitas budaya nasional. Model komunitas di Kyushu – di mana kantor perwakilan, asosiasi, guru, orang tua, dan anak-anak semuanya berpartisipasi – membentuk ekosistem yang berkelanjutan untuk bahasa Vietnam. Menurutnya, "setiap keluarga adalah ruang kelas, setiap guru adalah penjaga api," dan kecintaan anak-anak terhadap bahasa Vietnam adalah faktor penentu dalam mempertahankan identitas Vietnam jauh dari tanah air mereka.
![]() |
| Program ini bukan hanya taman bermain bagi anak-anak, tetapi juga bukti nyata dari kekompakan dan upaya gigih komunitas Vietnam di Jepang. (Foto: Konsulat Jenderal Vietnam di Fukuoka) |
Dari perspektif masyarakat setempat, Bapak Hoang Xuan Dung, Presiden Asosiasi Masyarakat Vietnam di Fukuoka (AVF), menegaskan bahwa melestarikan bahasa Vietnam untuk generasi muda selalu menjadi salah satu tugas utama Asosiasi. AVF telah bekerja sama erat dengan berbagai asosiasi, guru, dan orang tua untuk mempertahankan kelas bahasa Vietnam, menyelenggarakan kegiatan budaya, dan menciptakan lingkungan di mana anak-anak dapat secara teratur menggunakan bahasa Vietnam. Beliau mengungkapkan harapannya agar anak-anak tidak hanya mampu berbicara bahasa Vietnam tetapi juga memahami sejarah dan budaya nasional mereka, serta bangga akan warisan mereka.
Selama acara tersebut, panitia memberikan penghargaan kepada kelompok, keluarga, dan anak-anak yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai bahasa dan budaya Vietnam selama ini. Acara diakhiri dengan kegiatan perayaan untuk memperingati Hari Anak Internasional.
Sumber: https://thoidai.com.vn/tre-em-nhat-ban-vui-hoc-tieng-viet-nho-on-bac-ho-221853.html










Komentar (0)