![]() |
Haaland sedang dalam performa terbaiknya. |
Setelah dua kali tersandung berturut-turut, Manchester City memasuki pertandingan melawan Brighton di Stadion Etihad di bawah tekanan untuk mengamankan tiga poin penuh agar dapat terus mengejar Arsenal dalam perebutan gelar Liga Premier.
Tim asuhan Pep Guardiola tampaknya siap memperkecil jarak di puncak klasemen, tetapi gol peny equalizer Chelsea pada menit ke-90+4 di Etihad memberikan pukulan telak bagi ambisi "The Citizens". Tidak hanya membuat Man City tertinggal enam poin dari Arsenal, tetapi hasil tersebut juga mengakhiri rekor kemenangan mereka di kandang saat unggul, sesuatu yang belum terjadi sejak Maret 2025.
Ironisnya, rentetan 13 kemenangan beruntun Man City yang disebutkan sebelumnya berawal dari hasil imbang 2-2 melawan Brighton, lawan yang akan mereka hadapi lagi kali ini. Guardiola memahami bahwa jika mereka gagal menang, Man City berisiko mengalami dua pertandingan kandang tanpa kemenangan berturut-turut di Premier League, skenario yang tidak dapat diterima pada tahap krusial musim ini.
Sebaliknya, Brighton mendapat dorongan moral yang signifikan akhir pekan lalu dengan kemenangan 2-0 atas Burnley, mengakhiri rentetan enam pertandingan tanpa kemenangan. Namun, performa buruk mereka di laga tandang tetap menjadi tanda tanya besar bagi tim Fabian Hurzeler menjelang perjalanan mereka ke Etihad.
Sejarah sepenuhnya berpihak pada Man City. Tim dari Stadion Etihad ini belum pernah kalah dari Brighton dalam 15 pertandingan kandang Liga Premier (12 kemenangan, 3 hasil imbang), dan ini juga merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di kandang melawan Brighton di liga. Man City juga sangat tangguh dalam pertandingan tengah pekan, dengan 31 kemenangan dalam 33 pertandingan Liga Premier yang dimainkan pada hari Rabu.
Perlu dicatat, hanya 4 dari 10 pertandingan kandang mereka musim ini yang berakhir dengan kedua tim mencetak gol, yang menunjukkan kontrol dan pertahanan mereka yang relatif solid.
Manchester City memasuki pertandingan dengan kekhawatiran di lini pertahanan karena Ruben Dias dan Josko Gvardiol diragukan tampil karena masalah kebugaran yang dialami saat imbang melawan Chelsea. Namun, lini serang mereka tetap kuat berkat Tijjani Reijnders, yang telah mencetak tiga gol dalam empat pertandingan Liga Premier terakhirnya, termasuk dua gol pembuka.
Brighton juga tampil kurang maksimal karena absennya striker kunci Yankuba Minteh masih belum pasti. Harapan tim tamu bertumpu pada Georginio Rutter, yang mencetak gol pekan lalu dan secara konsisten tampil gemilang dalam pertandingan-pertandingan di mana Brighton meraih hasil positif.
Sumber: https://znews.vn/truc-iep-man-city-vs-brighton-post1617460.html








Komentar (0)