Lebih dari sekadar destinasi, situs-situs bersejarah ini telah menjadi "kelas tanpa papan tulis," tempat sejarah dialami dan dirasakan. Di sana, kaum muda tidak hanya mendengarkan tetapi juga merenungkan sendiri, memahami bahwa di balik perdamaian hari ini terdapat pengorbanan dan kehilangan yang tak terhitung jumlahnya.
Jaga agar api semangat tetap menyala untuk generasi mendatang.
Kabar baiknya adalah sejarah secara bertahap menjadi tertanam dan menyebar di kalangan generasi muda. Ketika kenangan sejarah diciptakan kembali melalui cerita-cerita otentik, generasi muda menerimanya dengan emosi dan kebanggaan.
Ajaran dari generasi sebelumnya tetap sama berharganya. Ibu Huynh Thanh Hoa, mantan Sekretaris Persatuan Pemuda Kota Bac Lieu, menasihati: "Generasi sekarang harus menjunjung tinggi nilai perdamaian, menjalani hidup yang bermanfaat, dan memahami sejarah tanah air mereka."
Dalam suasana khidmat di Kuil Peringatan Ho Chi Minh (Dusun Phu Tho, Komune Tri Phai), veteran Nguyen Van Dau perlahan menceritakan kenangan tentang masa perang dan kebakaran, tentang tahun-tahun sulit namun penuh ketabahan para leluhurnya. Suaranya sederhana dan tenang, namun setiap kata beresonansi dalam, menyentuh hati para pendengar. Ia berbagi: “Generasi muda saat ini harus mengukir hari-hari heroik itu di dalam hati mereka. Semakin bangga kita dengan tradisi kita, semakin bertanggung jawab kita harus, berupaya untuk belajar, berlatih, dan berkontribusi agar layak atas apa yang telah dikorbankan leluhur kita dengan darah mereka.”
Veteran Nguyen Van Dau (paling kiri) berbagi dengan anggota serikat pemuda tentang sejarah pembentukan Kuil Peringatan Ho Chi Minh (Dusun Phu Tho, Komune Tri Phai) dan pohon belimbing selatan.
Meneruskan tradisi tersebut, generasi muda saat ini secara proaktif menjaga semangat itu tetap hidup melalui berbagai pendekatan kreatif. Menurut Ibu Nguyen Thuy Huynh, Sekretaris Persatuan Pemuda Komune Tri Phai, kegiatan seperti mengunjungi situs bersejarah, mengadakan kontes foto di " alamat-alamat merah ," dan menyebarkan informasi di media sosial membantu anggota persatuan dan kaum muda untuk lebih memahami sejarah tanah air mereka. Hal ini menumbuhkan rasa bangga nasional dan meningkatkan kesadaran akan pelestarian dan promosi tradisi revolusioner di kalangan generasi muda saat ini.
Bapak Thich Quang Thiet, Kepala Biara Pagoda Vinh Duc dan mantan Sekretaris Utama Asosiasi Buddhis Provinsi Bac Lieu pada tahun 1975 (paling kiri), menceritakan sejarah dan peristiwa penting yang terkait dengan situs bersejarah ini.
Sejarah Ca Mau bukan hanya tonggak sejarah, tetapi juga aliran berkelanjutan yang menghubungkan antar generasi. Ketika generasi muda memahami, bangga, dan bertindak berdasarkan tradisi ini, tradisi ini tidak akan dilupakan, tetapi akan terus dipelihara dan bersinar terang – seperti nyala api yang terus menerangi perjalanan membangun tanah air dan bangsa.
Kim Truc
Sumber: https://baocamau.vn/tu-hao-tiep-noi-truyen-thong-a128392.html







Komentar (0)