Pada musim semi tahun 2024, model pertama diimplementasikan di komune Yen Phong, yang sekarang menjadi komune Yen Truong, meliputi area seluas lebih dari 90 hektar. Selama implementasi, staf teknis proyek berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyebarluaskan informasi dan membimbing masyarakat tentang manfaat pengurangan emisi gas rumah kaca untuk menghasilkan kredit karbon. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan area di luar proyek, lahan di dalam model tersebut mengurangi irigasi sebanyak 3-4 kali; tanaman padi tumbuh dengan baik, dengan lebih sedikit anakan yang tidak efektif dan lebih banyak anakan yang efektif; sistem perakaran berkembang dengan sehat; terdapat lebih sedikit hama dan penyakit; dan rebah berkurang. Hasil panen mencapai lebih dari 60 kuintal/hektar, sementara mengurangi hampir 5 ton CO2 ekuivalen/hektar, setara dengan hampir 5 kredit karbon/hektar.
Di komune Ha Long, mulai dari musim tanam musim semi tahun 2025, sebuah model pengurangan emisi gas rumah kaca dalam produksi padi telah diterapkan pada lahan seluas 1 hektar. Model ini menggabungkan solusi seperti irigasi kering dan basah bergantian, peningkatan teknik budidaya padi, dan penerapan kecerdasan buatan untuk mengukur dan mengumpulkan data emisi gas rumah kaca dalam produksi padi. Model yang diimplementasikan oleh Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Universitas Sains dan Teknologi Hanoi dan Universitas Griffith ini, pada awalnya telah menunjukkan efektivitas yang jelas. Petani yang berpartisipasi dalam model ini menerima pelatihan teknik budidaya tingkat lanjut, yang membantu mengurangi biaya produksi sebesar 5-10%, mengurangi penggunaan air irigasi sekitar 10%, dan meningkatkan hasil panen padi sekitar 10% dibandingkan dengan metode tradisional.

Sebuah model produksi padi yang mengurangi emisi gas rumah kaca di komune Ha Long, meliputi area seluas 1 hektar.
Pada musim semi tahun 2026, provinsi Thanh Hoa telah mengembangkan hampir 11.000 hektar lahan produksi padi dengan menggunakan proses pengurangan emisi dan pembangkitan kredit karbon; area ini diperkirakan akan meluas menjadi sekitar 20.000 hektar pada akhir tahun 2026. Hal ini dianggap sebagai langkah penting bagi sektor pertanian Thanh Hoa untuk berpartisipasi lebih dalam di pasar kredit karbon yang menjanjikan.

Sebuah proyek percontohan untuk mengurangi emisi dalam produksi padi di lahan seluas 4.000 m2 menggunakan metode irigasi basah dan kering bergantian sedang dilakukan di Pusat Penelitian, Pengujian, dan Pelayanan Tanaman, Institut Pertanian Thanh Hoa.
Selain meningkatkan produksi dan mengurangi emisi, banyak bisnis di provinsi ini juga beralih ke pengembangan pertanian organik yang terkait dengan pembangunan rantai nilai berkelanjutan. Contoh utamanya adalah Sao Khue Trading Joint Stock Company, yang telah menginvestasikan lebih dari 50 miliar VND di pabrik pengolahan beras di kelurahan Dong Son, dengan kapasitas 30.000 ton beras jadi per tahun. Produk-produk seperti beras ketan Ngoc Pho, Ngoc Trai, dan Quy Huong diproses dan dikemas menggunakan proses modern, memenuhi standar kualitas pasar yang semakin tinggi. Perusahaan ini juga fokus pada penelitian dan pengembangan produk beras organik, bekerja sama dengan petani untuk membentuk rantai produksi tertutup dari ladang hingga pengolahan dan konsumsi. Hingga saat ini, perusahaan telah mendaftarkan 13 produk beras untuk perlindungan eksklusif, banyak di antaranya memenuhi standar OCOP dan sertifikasi kualitas lainnya. Ini merupakan fondasi penting untuk meningkatkan merek beras Thanh Hoa di pasar domestik dan internasional.
Bapak Nguyen Cong Duong, Wakil Direktur Sao Khue Trading Joint Stock Company, mengatakan: “Dalam waktu dekat, perusahaan akan terus memperluas area bahan baku, mencari pasar konsumsi yang stabil, dan memilih varietas beras berkualitas tinggi untuk mengembangkan produksi ke arah organik dan aman. Hal ini akan menghadirkan produk beras berkualitas tinggi kepada konsumen dan berkontribusi pada peningkatan nilai beras Thanh Hoa.”
Untuk memperluas model produksi beras organik dan berkualitas tinggi, daerah-daerah di provinsi tersebut telah berfokus pada transformasi struktur tanaman, mendorong konsolidasi lahan, dan menarik investasi ke area produksi terkonsentrasi skala besar. Bersamaan dengan itu, mereka telah memperluas area produksi beras organik dan aman terintegrasi yang terkait dengan pengolahan dan konsumsi produk. Saat ini, Provinsi Thanh Hoa membudidayakan sekitar 230.000 hektar padi setiap tahunnya, menghasilkan lebih dari 1,3 juta ton. Ini menunjukkan potensi yang signifikan untuk mengembangkan industri pengolahan pertanian dan memperluas pasar kredit karbon di bidang pertanian. Lebih lanjut, daerah-daerah memperkuat transfer pengetahuan ilmiah dan teknis, memberikan dukungan berupa perlengkapan pertanian, pupuk, pestisida hayati, dan menghubungkan bisnis untuk menjamin penjualan produk bagi petani. Melalui upaya-upaya ini, produktivitas, kualitas, dan nilai produk pertanian secara bertahap meningkat ke arah yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.
Dari sawah hingga pabrik pengolahan modern, Thanh Hoa secara bertahap menegaskan arah yang tepat dalam mengembangkan pertanian hijau. Produksi organik, pengurangan emisi, dan penciptaan kredit karbon tidak hanya membantu meningkatkan nilai produk pertanian tetapi juga berkontribusi untuk memenuhi komitmen mengurangi emisi gas rumah kaca, melindungi lingkungan, dan bergerak menuju pertanian modern dan bertanggung jawab untuk masa depan.
Teks dan foto: Thuy Hang
Sumber: https://baothanhhoa.vn/tu-nong-nghiep-huu-co-den-tin-chi-carbon-dot-pha-gia-tri-288201.htm







Komentar (0)