Di bulan Juni, hujan turun membasahi daun-daun muda yang lembut.
Bunga teratai di ladang hijau membentangkan putik panjang dan kelopak halusnya.
Kolam teratai musim panas tua
Katak itu duduk dan menyanyikan lagu anak-anak.
Hujan turun dengan lembut.
Hujan membisikkan lagu cinta yang sunyi.
Langkah kaki seseorang terdengar perlahan di jalan yang ramai.
Aku terkejut saat menginjak gemerisik dedaunan dari pohon flamboyan yang tumbang.
Basah kuyup karena hujan, kebingungan, aku teringat hari ketika aku bermimpi.
Gedung sekolah tua yang ditutupi lumut itu membangkitkan rasa nostalgia saat tahun ajaran terakhir dimulai.
Sambil berpegangan tangan dengan lembut, hati kami berdebar-debar.
Kenangan tetap ada, tetapi di manakah jiwa-jiwa yang jauh itu?
Hujan bulan Juni, hujan deras yang tak kunjung berhenti dan tak henti-henti.
"Meskipun tidak hujan, aku tetap akan berdoa agar hujan turun."
Dengan perasaan lembut dan puitis, bahkan kupu-kupu dan bunga pun tergerak.
Musim panas telah kembali, membawa serta musim penuh kenangan yang tak terbatas.
Hujan musim panas turun dengan lembut, membawa serta rasa rindu.
Sekali saja, mari kita kembali ke masa sekolah kita.
Menyaksikan burung phoenix terbang turun, rambutnya yang panjang dan halus terurai.
Bersinar dengan kasih sayang, perasaan yang takkan pernah pudar.
Sumber: https://baodaklak.vn/van-hoa-du-lich-van-hoc-nghe-thuat/van-hoc-nghe-thuat/202506/tu-su-mua-29c0453/






Komentar (0)