Awalnya, Ny. Anh merasa sedih, tetapi kemudian ia memikirkannya dan menyadari bahwa anak-anaknya kini memiliki kehidupan sendiri dan harus mengurus keluarga mereka sendiri. Setiap hari, pasangan itu bangun pagi dan minum kopi bersama; ia masih mempertahankan kebiasaannya membaca koran dan menonton berita. Saat matahari terbit, mereka berdua pergi berolahraga: ia berlatih yoga, dan ia berlatih bela diri dan Tai Chi.
Selain berolahraga, pasangan ini menjaga pola makan sehat, kaya akan sayuran hijau dan rendah lemak. Di waktu luang mereka, Bapak Khem mempelajari pengobatan tradisional, belajar cara memeriksa denyut nadi dan mendiagnosis penyakit ringan. Sementara itu, Ibu Anh menikmati menjahit, memotong kain, dan membuat pakaian favoritnya sendiri. Oleh karena itu, kehidupan mereka di usia tua tidak monoton; mereka berdua menemukan sumber kebahagiaan mereka sendiri.
Ini juga merupakan tren yang telah dan sedang terbentuk di masyarakat: para lansia tidak lagi hanya bergantung pada anak-anak mereka, tetapi secara proaktif mempersiapkan kehidupan mereka sendiri, mulai dari keuangan dan kesehatan hingga kesejahteraan spiritual.
Menurut Ibu Ly Thi Dao, seorang Magister Psikologi dan kepala Departemen Konseling Sekolah di Sekolah Praktik Pedagogi, para lansia saat ini membutuhkan perspektif yang lebih terbuka. Mereka tidak seharusnya menganggap bahwa "bakti kepada orang tua" berarti mengorbankan seluruh kehidupan pribadi kaum muda, melainkan tentang kepedulian, rasa hormat, dan tanggung jawab. Sebuah panggilan telepon untuk menanyakan kabar, kunjungan ke rumah yang tepat waktu, atau sekadar kepedulian yang tulus… terkadang lebih berarti daripada sekadar kehadiran yang enggan.
Persiapkan diri untuk masa tua selagi masih muda.
Menurut Ibu Ly Thi Dao, persiapan untuk masa tua seharusnya tidak dimulai ketika seseorang sudah tua, tetapi harus dimulai sejak dini. Yang terpenting adalah perencanaan keuangan; tabungan, pensiun, atau sumber pendapatan yang stabil akan membantu para lansia mengurangi ketergantungan mereka pada anak-anak mereka.
Selain kesehatan yang baik, pola makan seimbang, dan olahraga teratur sejak usia muda akan menentukan kualitas hidup setelah usia enam puluh tahun. Sama pentingnya adalah kesejahteraan mental. Persahabatan, komunitas, dan hobi pribadi adalah "pilar" yang membantu orang lanjut usia menghindari rasa kesepian ketika anak dan cucu mereka tidak berada di sekitar mereka secara teratur.
"Sebaliknya, anak-anak juga perlu mengubah cara mereka merawat orang tua mereka. Merawat orang tua bukan hanya tentang dekat dan mengurus makanan serta tidur mereka. Dalam banyak kasus, membiarkan orang tua menjalani kehidupan yang bebas dan nyaman, dengan keuangan yang cukup dan kemandirian, adalah cara yang lebih berkelanjutan untuk menunjukkan bakti kepada orang tua," ujar Ibu Ly Thi Dao.
Saat ini, jarak geografis bukan lagi penghalang utama. Panggilan video dan pesan teks dapat membantu anggota keluarga tetap terhubung, bahkan ketika mereka tidak berada di dekat satu sama lain secara fisik. Masyarakat berubah, begitu pula cara hidup. Ketika orang tua memahami dan berbagi dengan anak-anak mereka, dan ketika anak-anak menunjukkan kepedulian dan rasa hormat kepada orang tua mereka, kesenjangan generasi akan menyempit.
Teks dan foto: THANH TAM
Sumber: https://baocantho.com.vn/tuoi-gia-va-cuoc-song-hien-dai-a203566.html








Komentar (0)