![]() |
Son Heung-min dan rekan-rekan setimnya tak berdaya menghadapi Pantai Gading. |
Dalam pertandingan persahabatan yang digelar di Inggris, Korea Selatan memasuki pertandingan dengan tekad tinggi, menampilkan pemain-pemain penyerang yang luar biasa. Namun, Pantai Gading berhasil menang. Tim Afrika tersebut bermain sederhana namun dengan ketepatan yang tajam dalam setiap gerakannya.
Sejak babak pertama, Pantai Gading menunjukkan keunggulannya. Pada menit ke-35, Godo berlari kencang di sayap kiri sebelum memberikan assist kepada Guessand untuk membuka skor. Sebelum jeda babak pertama, Adingra terus tampil mengesankan dengan penyelesaian yang apik, memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Kedua tim melakukan perubahan penting, dengan Pantai Gading memasukkan Amad Diallo di babak kedua, sementara Korea Selatan memperkenalkan duo bintang Son Heung-min dan Lee Kang-in untuk meningkatkan performa serangan mereka.
Korea Selatan memiliki banyak peluang mencetak gol yang bagus, dengan Oh Hyeon-gyu dan Seol Young-woo sama-sama membentur tiang gawang. Di babak kedua, Kang-in juga memiliki peluang tembakan jarak jauh yang kembali membentur tiang gawang. Namun, kurangnya penyelesaian akhir di depan gawang membuat semua upaya mereka sia-sia.
Sementara itu, Pantai Gading memanfaatkan sepenuhnya kesalahan dalam pertahanan lawan. Pada menit ke-62, di tengah kekacauan, Godo berada di tempat dan waktu yang tepat untuk mencetak gol dari bola rebound, menjadikan skor 3-0.
![]() |
Pantai Gading meraih kemenangan telak melawan Korea Selatan. |
Di menit-menit terakhir, Korea Selatan melancarkan serangan besar-besaran. Heung-min dan rekan-rekan setimnya terus menekan, tetapi tidak mampu menembus pertahanan lawan. Saat pertandingan memasuki waktu tambahan, mereka kembali menerima pukulan telak. Pada menit ke-90+4, Wilfried Singo mencetak gol yang memastikan kemenangan 4-0 untuk Pantai Gading.
Dalam pertandingan ini, Korea Selatan memiliki penguasaan bola yang lebih baik tetapi kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Sebaliknya, Pantai Gading bermain langsung dan tenang. Ini adalah peringatan yang jelas bagi Korea Selatan menjelang Piala Dunia 2026, karena momen-momen kesalahan dapat sangat merugikan.
Sumber: https://znews.vn/tuyen-han-quoc-thua-tham-post1638892.html








Komentar (0)