![]() |
Taremi menginginkan FIFA untuk segera memberikan dukungan kepada tim nasional Iran. |
Setelah hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru di pertandingan pembuka Grup G Piala Dunia 2026, tim nasional Iran menghadapi kesulitan di luar lapangan. Kapten Mehdi Taremi mengajukan banding kepada FIFA untuk campur tangan setelah seluruh tim terpaksa meninggalkan Los Angeles pada malam hari (waktu setempat) alih-alih tinggal untuk mempersiapkan pertandingan berikutnya.
Dalam pertandingan yang digelar di Los Angeles, Iran tertinggal dua kali tetapi berhasil menyamakan kedudukan dan meraih poin berharga. Namun, kegembiraan setelah pertandingan dengan cepat tertutupi oleh jadwal perjalanan yang padat yang harus dijalani tim Asia Barat tersebut.
Menurut Taremi, Iran berencana untuk tinggal di Los Angeles satu hari lagi untuk memulihkan diri sebelum kembali ke markas mereka di Tijuana, Meksiko. Namun, rencana tersebut tiba-tiba berubah ketika seluruh tim diperintahkan untuk meninggalkan kota itu segera setelah pertandingan.
"Situasinya sangat sulit bagi kami. Seluruh tim seharusnya menjalani latihan pemulihan keesokan paginya sebelum berangkat. Namun, kami harus segera meninggalkan Los Angeles. Ini tidak baik untuk persiapan tim dan tidak baik untuk kualitas Piala Dunia," ujar Taremi.
Striker berusia 34 tahun itu mengatakan para pemain dan staf pelatih berada di bawah tekanan yang sangat besar karena perubahan yang terus-menerus terjadi sepanjang turnamen. Ia menyerukan kepada FIFA untuk memberikan dukungan praktis yang lebih besar bagi tim nasional Iran di masa mendatang.
![]() |
Iran akan menghadapi banyak kesulitan dalam partisipasinya di Piala Dunia 2026. |
Setelah pertandingan, Presiden FIFA Gianni Infantino juga masuk ke ruang ganti untuk bertemu dengan para pemain Iran. Menurut Taremi, kepala FIFA berjanji untuk mendengarkan dan mendukung tim dalam menyelesaikan kesulitan apa pun yang muncul.
Pelatih Amir Ghalenoei juga menyatakan ketidakpuasannya terhadap keputusan untuk mengubah jadwal. Pelatih mengatakan bahwa staf pelatih tidak menerima penjelasan yang jelas mengapa harus meninggalkan Los Angeles secara mendadak, padahal rencana awalnya sama sekali berbeda.
Meskipun menghadapi banyak rintangan non-profesional, Iran masih memiliki peluang untuk melaju di Piala Dunia 2026. Setelah bermain imbang dengan Selandia Baru, perwakilan Asia ini akan menghadapi Belgia (22 Juni) sebelum mengakhiri babak penyisihan grup dengan pertandingan melawan Mesir (27 Juni).
Sumber: https://znews.vn/tuyen-iran-cau-cuu-fifa-post1660207.html































































