Menurut RT, Gubernur St. Petersburg Aleksandr Beglov mengumumkan pada tanggal 3 Juni bahwa Ukraina telah menyerang beberapa fasilitas infrastruktur di distrik Kirovsky, distrik Krasnoselsky, dan area pelabuhan Kronstadt di kota itu dengan drone.
"Ada korban luka dalam serangan Ukraina. Pasukan tanggap darurat kini telah dikerahkan ke daerah yang terkena dampak untuk menilai kerusakan dan menangani akibatnya," kata Beglov.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengkonfirmasi bahwa negaranya melakukan serangan udara yang menargetkan berbagai sasaran di wilayah Rusia pada malam tanggal 2 Juni. "Banyak target penting yang terkena, termasuk pelabuhan minyak St. Petersburg, salah satu pusat transit minyak terbesar Rusia," kata Zelenskyy.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pasukan pertahanan udara Rusia mencegat total 345 UAV Ukraina dalam 24 jam terakhir. Selain St. Petersburg, daerah yang terdampak meliputi Moskow, Leningrad, Belgorod, Bryansk, Voronezh, Kaluga, Kursk, Novgorod, Oryol, Pskov, Rostov, Smolensk, Tver, Tula, Krasnodar, dan Semenanjung Krimea.
Serangan Ukraina terjadi tepat sebelum Rusia bersiap untuk membuka Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg ke-29 (SPIEF 2026), sebuah acara yang sering dibandingkan dengan Forum Ekonomi Davos.
Menurut ajudan Kremlin Yury Ushakov, sekitar 20.000 delegasi dari lebih 100 negara akan menghadiri SPIEF tahun ini. Yang menarik, Amerika Serikat juga akan mengirim perwakilan ke acara tersebut untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan menyampaikan pidato penting pada hari terakhir SPIEF.
Sumber: https://vietnamnet.vn/ukraine-phong-uav-tap-kich-thanh-pho-lon-thu-2-cua-nga-2522282.html







Komentar (0)