Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Masalah pengerukan pasir laut.

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng09/09/2023


SGGP

Menurut laporan yang baru-baru ini diterbitkan oleh Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), manusia mengekstrak 4-8 ​​miliar ton pasir dari laut dan samudra di dunia setiap tahun, rata-rata 6 miliar ton – setara dengan tembok setinggi 10 meter dan setebal 10 meter yang mengelilingi Bumi, jauh melebihi laju pengisian kembali oleh sungai.

Laporan ini dirilis untuk menandai peluncuran Marine Sand Watch, platform data global pertama tentang ekstraksi sedimen laut, yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk melacak dan memantau aktivitas pengerukan pasir, tanah liat, lumpur, kerikil, dan batuan di lingkungan laut di seluruh dunia.

Menurut UNEP, pengerukan – terutama dengan laju saat ini yang setara dengan sekitar 1 juta truk per hari – mengganggu sedimen laut, mencemari air laut, dan pada akhirnya dapat mencemari air minum karena eksploitasi pesisir atau dekat pantai, yang memengaruhi salinisasi akuifer. Eksploitasi ini akan sangat merusak keanekaragaman hayati dasar laut dan masyarakat pesisir, menghambat kegiatan ekonomi seperti perikanan.

Pasir, sumber daya berharga bagi industri seperti konstruksi, adalah sumber daya alam yang paling banyak dieksploitasi di dunia setelah air. Pasir juga sangat penting bagi masyarakat pesisir yang menghadapi kenaikan permukaan laut dan peristiwa cuaca ekstrem seperti badai dan angin topan. Daerah-daerah yang saat ini menjadi pusat penambangan pasir meliputi Laut Utara, Pantai Timur AS, dan Asia Tenggara. Laporan UNEP tahun lalu tentang pasir dan keberlanjutan menyerukan peningkatan pemantauan terhadap penambangan, pengadaan, penggunaan, dan pengelolaan pasir, yang sebagian besar masih belum diatur di banyak bagian dunia. Namun, praktik internasional dan kerangka hukum saat ini untuk penambangan pasir sangat beragam. Beberapa negara, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja, telah melarang ekspor pasir laut selama 20 tahun terakhir, sementara negara lain kekurangan undang-undang atau program pemantauan yang efektif.



Sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kebahagiaan di Taman Mawar

Kebahagiaan di Taman Mawar

Suatu pagi di perkebunan teh

Suatu pagi di perkebunan teh

Hoi An

Hoi An