Mulai dari pinjaman konsumen kecil hingga utang ratusan juta.

Pada tahun 2008, Bapak T. menandatangani kontrak kartu kredit dengan sebuah bank perseroan terbatas, dan diberikan batas kredit sebesar 15 juta VND berdasarkan penghasilan. Suku bunga yang diterapkan adalah suku bunga kartu kredit yang ditetapkan oleh bank pada saat itu.

Setelah menerima kartu tersebut, Bapak T. menggunakannya untuk pengeluaran dan sebagian memenuhi kewajiban pembayarannya. Jumlah pokok yang dibayarkan kembali mencapai lebih dari 3,8 juta VND. Namun, sejak sekitar tahun 2010, karena kerugian bisnis, beliau tidak dapat melanjutkan pembayaran.

Pada akhir tahun 2014, bank memindahkan seluruh saldo terutang ke piutang macet. Selanjutnya, bunga dan biaya terus bertambah. Pada saat persidangan tingkat pertama (Juli 2022), total jumlah yang harus dibayar oleh Bapak T. kepada bank mencapai hampir 188 juta VND.

W-vay tin dung.jpg
Pinjaman konsumen kecil dapat berubah menjadi utang ratusan juta jika Anda tidak mampu membayarnya kembali. (Gambar ilustrasi)

Dari jumlah tersebut, pokok utang sedikit lebih dari 11,1 juta VND; bunga jatuh tempo sekitar 11,6 juta VND; dan bunga keterlambatan lebih dari 23,1 juta VND. Perlu dicatat, biaya keterlambatan pembayaran per tanggal 21 Desember 2014 berjumlah lebih dari 141,5 juta VND, yang merupakan sebagian besar dari kewajiban keuangan. Selain itu, terdapat biaya melebihi batas kredit sebesar lebih dari 505.000 VND.