![]() |
Di dalam kamar hotel standar, seprai dan selimut seringkali diselipkan rapat di bawah kasur. Foto: Phat Ho/Pexels. |
Setelah perjalanan panjang, banyak pelancong menikmati perasaan berbaring di tempat tidur hotel yang rapi dengan seprai dan selimut yang halus dan tanpa kerutan. Namun, banyak pelancong bertanya-tanya mengapa seprai dan selimut seringkali diselipkan begitu rapat di bawah kasur sehingga membutuhkan usaha untuk menariknya keluar, membuat mereka harus menghabiskan beberapa menit untuk "membebaskan" kaki mereka sebelum dapat berbaring dengan nyaman.
Menurut para ahli industri perhotelan dan mereka yang diwawancarai oleh Reader's Digest , metode merapikan tempat tidur ini sebenarnya merupakan hasil dari bertahun-tahun menjaga standar kebersihan dan operasional yang bertujuan untuk memberikan manfaat tertentu, bukan sengaja mempersulit tamu.
Dari segi asal-usul, metode merapikan tempat tidur ini memiliki sejarah lebih dari seabad dan awalnya sama sekali tidak terkait dengan industri perhotelan. Lipatan seprai yang rapat, yang sering disebut "sudut rumah sakit," berasal dari abad ke-19 di fasilitas medis . Pada saat itu, seprai yang pas ukurannya belum ditemukan. Untuk memastikan kebersihan dan mencegah seprai bergeser atau tersangkut pada peralatan medis, staf rumah sakit harus melipat dan mengamankan seprai dengan rapat di bawah kasur.
Tidak lama kemudian, militer mengadopsi metode serupa. Ranjang di barak diharuskan benar-benar rata, baik untuk menunjukkan disiplin maupun untuk menguji kemampuan prajurit dalam mematuhi perintah.
![]() |
Tempat tidur hotel yang "sempurna" memiliki selimut putih, seprai putih, dan tempat tidur yang tertata rapi. (Gambar ilustrasi: Claudia Schmalz/Pexels) |
Dengan booming industri perhotelan setelah Perang Dunia II, khususnya pada tahun 1960-an, jaringan hotel besar mulai menetapkan standar kebersihan dan layanan yang terstandarisasi. Menurut peneliti industri perhotelan Alec Dalton, mengadopsi teknik melipat "sudut rumah sakit" membantu hotel memproyeksikan citra kebersihan, keteraturan, dan profesionalisme. Ranjang yang terlipat rapi dan tanpa kerutan menjadi simbol layanan berkualitas.
Standar ini semakin diperkuat pada akhir tahun 1990-an ketika hotel-hotel kelas atas mempromosikan citra "tempat tidur sempurna," dengan seprai putih, selimut putih, dan tempat tidur yang ditata dengan rapi.
Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang aspek teknisnya, para ahli menjelaskan bahwa menyelipkan seprai dan selimut dengan rapat di bawah kasur menawarkan banyak manfaat, baik secara estetika maupun operasional. Pertama, seprai dan selimut terbentang kencang dan terpasang dengan aman, menjaga tempat tidur tetap rata dan bebas dari kerutan atau pergeseran. Ini adalah standar umum di industri perhotelan, bertujuan untuk menciptakan kesan kebersihan, kemewahan, dan kecanggihan sejak tamu memasuki kamar, dibandingkan dengan tempat tidur dengan seprai dan selimut yang terhampar longgar.
Selain itu, merapikan seprai dengan rapat membantu meminimalkan kerutan dan celah yang dapat memerangkap kotoran, memastikan kebersihan maksimal untuk ruangan dan menciptakan kesan standar layanan yang konsisten.
![]() |
Sebagian wisatawan merasa "terbungkus rapat" dalam selimut hotel mereka. (Gambar ilustrasi: Andrea Piacquadio/Pexels) |
Selain dari segi estetika, teknik ini juga mengoptimalkan kegunaan bagi pelanggan dan penyedia akomodasi. Menurut pemasok linen hotel, seprai yang terpasang dengan baik cenderung tidak kusut, menggulung, atau terlepas dari kasur setelah digunakan semalaman, sehingga meminimalkan masalah selimut yang bergeser saat tidur.
Meskipun menawarkan banyak manfaat bagi manajemen, perasaan "terbungkus rapat" menimbulkan reaksi beragam dari para tamu. Beberapa pelancong menganggap sensasi ini menarik, menganggapnya mirip dengan dibungkus selimut pemberat, memberikan perasaan dipeluk erat, aman, dan lebih rileks setelah perjalanan panjang.
Sebaliknya, tempat tidur hotel yang sepenuhnya tertutup selimut masih menjadi gangguan pertama yang harus dihadapi para pelancong setelah check-in. Di forum perjalanan , banyak orang membandingkan perasaan merangkak ke tempat tidur hotel yang baru saja dirapikan dengan "terbungkus mumi." Bagi mereka, "ritual" pertama setelah check-in adalah menarik selimut yang terselip di bawah kasur untuk membebaskan kaki mereka sebelum tidur.
Sumber: https://znews.vn/vi-sao-chan-khach-san-nhet-chat-duoi-dem-post1655780.html











Komentar (0)