Hati dari hewan seperti babi, sapi, atau ayam mengandung protein, zat besi, vitamin A, vitamin B12, folat, dan banyak mineral penting lainnya dalam kadar tinggi. Oleh karena itu, makanan ini memiliki nilai gizi yang tinggi, membantu melengkapi mikronutrien bagi tubuh, dan sangat bermanfaat bagi penderita anemia akibat kekurangan zat besi atau kekurangan vitamin B12.
Namun, nutrisi yang ditemukan dalam hati hewan tidak serta merta berarti nutrisi tersebut dapat secara langsung memulihkan atau meningkatkan fungsi hati manusia.
Mengapa pepatah "makan hati baik untuk hati" itu tidak benar?
Hati melakukan banyak tugas kompleks seperti memetabolisme obat-obatan, memproses racun, menghilangkan produk limbah, dan menyimpan nutrisi penting. Fungsi-fungsi ini tidak dapat ditingkatkan hanya dengan mengonsumsi hati hewan. Oleh karena itu, mengonsumsi hati hanya melengkapi nutrisi tubuh dan tidak secara langsung menyembuhkan penyakit atau meningkatkan kesehatan hati.
Apakah mengonsumsi hati baik untuk kesehatan? Jenis hati mana yang sebaiknya dipilih?
Dari perspektif nutrisi, suatu makanan dianggap baik ketika menyediakan nutrisi penting tanpa menyebabkan efek kesehatan yang merugikan. Berikut adalah beberapa informasi tentang beberapa jenis hati hewan yang umum.
![]() |
Orang yang sehat dapat mengonsumsi hati hewan dalam jumlah yang wajar untuk melengkapi nutrisi mereka. |
Hati sapi
Hati sapi adalah makanan yang kaya akan protein, zat besi, vitamin A, dan banyak mineral, yang membantu mendukung pembentukan darah dan mengisi kembali energi dalam tubuh. Namun, makanan ini juga mengandung banyak kolesterol, vitamin A, dan tembaga, sehingga mengonsumsi terlalu banyak dapat berdampak negatif pada kesehatan. Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang, sekitar sekali seminggu, untuk memastikan keamanannya.
Hati ayam
Hati ayam merupakan makanan yang sangat bergizi, menyediakan zat besi, vitamin B12, seng, dan asam folat, yang membantu mendukung pembentukan darah, menjaga tingkat energi, dan meningkatkan metabolisme. Namun, makanan ini juga mengandung kolesterol yang relatif tinggi, sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.
Untuk memastikan keseimbangan nutrisi dan meminimalkan dampak pada kesehatan kardiovaskular, orang dewasa sebaiknya hanya mengonsumsinya sekitar 2-3 kali seminggu, 50-70g setiap kali; anak-anak sebaiknya mengonsumsinya sekitar 30-50g per porsi.
Hati bebek
Hati bebek kaya akan protein, vitamin A, vitamin B12, dan mineral seperti zat besi dan tembaga, yang membantu mendukung pembentukan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, dan menjaga fungsi sistem saraf. Namun, karena kandungan kolesterolnya yang tinggi, makanan ini sebaiknya hanya dikonsumsi dalam jumlah sedang, sekitar 1-2 kali seminggu, 50-100g setiap kali. Penderita penyakit kardiovaskular, dislipidemia, atau penyakit hati berlemak harus lebih berhati-hati saat mengonsumsinya.
Hati babi
Hati babi kaya akan vitamin dan mineral dan dapat melengkapi nutrisi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Namun, karena kandungan kolesterolnya yang tinggi dan potensi residu berbahaya dari proses peternakan, penderita penyakit kardiovaskular atau dislipidemia sebaiknya membatasi konsumsinya. Anak-anak sebaiknya hanya mengonsumsinya sekitar dua kali seminggu, sedangkan orang dewasa sebaiknya mengonsumsinya sekitar sekali seminggu.
Apa yang sebaiknya Anda makan untuk meningkatkan kesehatan hati?
Untuk menjaga fungsi hati yang sehat, prioritaskan makanan yang kaya serat dan antioksidan seperti biji-bijian utuh, sayuran hijau, buah-buahan, ikan, unggas, kacang-kacangan, produk susu rendah lemak, dan minyak zaitun. Selain itu, minumlah banyak air, tingkatkan asupan buah dan sayuran, dan batasi makanan tinggi lemak, gula, garam, makanan cepat saji, dan makanan olahan untuk mengurangi beban pada hati Anda.
Hati-hati bagi penderita penyakit hati saat mengonsumsi hati hewan.
Individu sehat dapat mengonsumsi hati hewan dalam jumlah yang wajar untuk melengkapi nutrisi mereka. Namun, mereka yang menderita penyakit hati seperti hepatitis, sirosis, penyakit hati berlemak, atau kanker hati harus membatasi konsumsinya, karena fungsi metabolisme dan detoksifikasi hati terganggu. Mengonsumsi terlalu banyak hati hewan dapat meningkatkan beban pada organ ini. Pasien harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengembangkan diet yang sesuai.
Sumber: https://znews.vn/su-that-bat-ngo-ve-quan-niem-an-gan-bo-gan-khong-phai-ai-cung-biet-post1656916.html









Komentar (0)