
Taman Nasional Pan de Azucar di Gurun Atacama di Chili utara - Foto: WIKIPEDIA
Ketika kita membayangkan gurun, kita sering membayangkan area luas dan tandus yang tertutup pasir, jauh dari sumber air mana pun. Namun, banyak gurun terkering di dunia terletak tepat di sebelah laut, seperti Gurun Atacama di Chili atau Gurun Namib di Afrika selatan.
Para ilmuwan mengatakan fenomena ini adalah hasil dari kombinasi sirkulasi atmosfer, arus laut dingin, dan medan dataran tinggi.
Faktor pertama berkaitan dengan pergerakan udara secara vertikal.
Sebagian besar gurun terletak di atas atau di bawah garis khatulistiwa. Daerah ini menerima radiasi matahari paling banyak, menyebabkan udara memanas dan naik.
Ketika udara lembap naik, uap air mengembun dan menciptakan hujan, membentuk hutan hujan tropis. Massa udara ini kemudian bergerak menjauh dan turun ke garis lintang antara 20 dan 40 derajat utara dan selatan khatulistiwa, mencegah pembentukan awan. Ini menjelaskan mengapa ada banyak gurun di sepanjang sabuk subtropis, seperti Sahara dan Kalahari.
Faktor kedua adalah pergerakan udara secara horizontal.
Di dekat khatulistiwa, angin pasat biasanya bertiup dari timur ke barat, membawa uap air ke pantai timur benua. Saat melewati daratan, uap air ini berkurang secara signifikan, sehingga pantai barat menjadi lebih kering.
Di Namib, sebagian besar curah hujan jatuh di wilayah pegunungan bagian timur, bukan langsung di daerah gurun pesisir.
Arus laut dingin juga memainkan peran penting. Saat udara melewati air dingin, udara tersebut mendingin dan stabil, sehingga sulit untuk naik cukup tinggi membentuk awan hujan. Sebaliknya, uap air terperangkap di atmosfer bagian bawah, menciptakan kabut tebal di sepanjang pantai tetapi sangat sedikit hujan di pedalaman, yang berkontribusi pada kondisi kering.
Bentang alam pegunungan merupakan faktor penting ketiga. Ketika udara lembap dipaksa melewati pegunungan, udara tersebut kehilangan kelembapannya di lereng yang menghadap angin. Pada saat udara mencapai sisi lain gunung, sebagian besar kelembapannya telah hilang, membentuk "zona penghalang hujan" dengan curah hujan yang sangat rendah.
Gurun Atacama adalah contoh utama bagaimana angin lembap dari Atlantik membawa curah hujan lebat ke lembah Amazon, kemudian kehilangan kelembapan tersebut saat melintasi Pegunungan Andes, menjadikan Atacama salah satu tempat terkering di planet ini.
Berkat kondisi unik ini, gurun pesisir umumnya memiliki iklim yang lebih sejuk dan stabil daripada gurun pedalaman, dan merupakan rumah bagi banyak spesies yang secara unik beradaptasi dengan kabut dan kelembapan rendah.
Mekanisme serupa juga berkontribusi pada pembentukan gurun kutub, di mana udara terlalu dingin untuk menahan kelembapan dan sistem cuaca kesulitan menembus jauh ke dalam benua.
Sumber: https://tuoitre.vn/vi-sao-nhieu-sa-mac-lai-giap-dai-duong-20260224130952482.htm






Komentar (0)