Jika Anda pernah ke pantai, Anda mungkin pernah tanpa sengaja menelan seteguk air laut dan merasakan rasa asinnya yang sangat kuat. Air laut asin karena mengandung konsentrasi garam yang sangat tinggi. Para ilmuwan memperkirakan bahwa lautan mengandung sekitar 50 kuadriliun ton garam terlarut.
Dari mana asal garam di lautan?
Jika berbicara tentang garam, banyak orang hanya menganggapnya sebagai bumbu di meja makan. Namun, garam lebih dari sekadar itu.
Dalam kimia, garam merujuk pada senyawa apa pun yang mengandung ion logam positif (natrium, kalium, magnesium, dll.) dan ion asam negatif. Garam-garam ini beragam dan ditemukan di berbagai jenis batuan di seluruh dunia .

Air laut mengandung konsentrasi garam yang sangat tinggi, yang terakumulasi selama jutaan tahun (Gambar: iStock).
Garam tidak secara alami terdapat dalam air laut; garam diangkut secara perlahan ke lautan dari perbukitan, sungai, dan sumber lainnya. Aliran sungai dan anak sungai yang terus menerus menyebabkan erosi dan pelapukan, yang mengakibatkan mineral, termasuk garam, di dalam batuan larut dan terbawa oleh arus air menuju laut.
Selain itu, dasar laut mengandung banyak gunung berapi aktif dan lubang hidrotermal, yaitu retakan di permukaan Bumi tempat air panas dan bahan kimia dari inti Bumi meletus ke luar. Proses letusan ini melepaskan banyak mineral, termasuk ion positif dan negatif yang membentuk garam mineral.

Letusan gunung berapi bawah laut juga menambahkan garam ke laut (Foto: NOAA).
Mengapa air danau dan sungai tidak asin seperti air laut?

Air sungai dan aliran air juga mengandung molekul garam, tetapi jumlahnya terlalu sedikit untuk menghasilkan rasa asin seperti air laut (Foto: Pinterest).
Pertanyaannya adalah mengapa air sungai dan danau, yang juga mengandung molekul garam dari erosi batuan, tidak seasin air laut?
Sebenarnya, air danau dan sungai juga mengandung sedikit garam, tetapi jumlahnya sangat sedikit dan tidak menimbulkan rasa asin khas air laut. Rasa asin hanya muncul ketika garam terbawa air ke lautan dan menumpuk di sana dalam jangka waktu lama.
Mengapa air laut tidak bisa menjadi air tawar lagi?
Banyak orang akan bertanya-tanya mengapa air tawar terus mengalir ke laut dari sungai, namun air ini tidak mampu melarutkan dan mengurangi salinitas air laut?
Menurut para ilmuwan, proses akumulasi garam di laut telah terbentuk selama jutaan tahun, dengan garam yang terus menerus diisi ulang oleh sungai.

Perairan pesisir dengan kandungan garam yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya curah hujan (Foto: Getty).
Ketika air laut menguap ke atmosfer, ia meninggalkan molekul garam, meningkatkan salinitas lautan. Sementara itu, molekul garam baru terus-menerus terbawa dari daratan oleh sungai dan aliran air, menciptakan siklus berkelanjutan yang membawa garam ke lautan, membuat air laut menjadi sangat asin.
Seberapa pentingkah kandungan garam di lautan?
Air laut mengandung garam, tetapi kadar garamnya bervariasi menurut wilayah. Misalnya, di beberapa daerah pesisir dangkal, konsentrasi garam bisa sangat tinggi sehingga tidak ada lagi garam yang dapat larut, yang menyebabkan terbentuknya lapisan endapan garam di dasar laut.
Konsentrasi garam dan salinitas air laut merupakan penyebab dari berbagai fenomena cuaca di Bumi.

Kadar garam dalam air laut menciptakan arus laut, yang memiliki dampak signifikan pada banyak bidang ilmu pengetahuan dan kehidupan (Foto: Mozaweb).
Arus laut, yang mengedarkan air laut hangat dan dingin di seluruh planet, dianggap sebagai pengatur penting iklim global. Arus ini terbentuk oleh angin, suhu, dan salinitas air laut.
Sama seperti ahli meteorologi mengukur suhu udara untuk memprediksi apa yang akan terjadi di atmosfer, ahli oseanografi mengukur kecepatan angin, suhu, dan salinitas air laut untuk memprediksi arus laut.
Arus laut memengaruhi suhu dan kelembapan atmosfer; oleh karena itu, prediksi yang berkaitan dengan arus laut memainkan peran penting dalam banyak bidang ilmiah dan praktis, seperti peramalan peristiwa cuaca ekstrem, transportasi maritim, atau memprediksi pergerakan ikan untuk keperluan penangkapan ikan.
Sumber: https://dantri.com.vn/khoa-hoc/vi-sao-nuoc-bien-lai-man-20250728150749578.htm






Komentar (0)