
Sejak lahir, anak-anak Muong tumbuh dalam pelukan nenek, ibu, dan saudara perempuan mereka, dilindungi dan dihibur oleh lagu pengantar tidur yang sederhana dan manis. Lagu pengantar tidur Muong (juga dikenal sebagai "ru ún") tidak hanya memiliki melodi yang menenangkan tetapi juga menyampaikan harapan dan impian indah yang tak terhitung jumlahnya dari para wanita untuk anak-anak mereka. Di dalam buaian bambu yang berayun lembut, di dekat api unggun yang hangat, atau di tengah terik matahari siang musim panas, lagu pengantar tidur yang lembut menidurkan anak, memelihara jiwa muda mereka untuk mencintai dan menghargai tanah air mereka.

Lagu pengantar tidur, sebuah irama yang menghubungkan cinta.
Ibu Bui Thi Don, dari komune Toan Thang, provinsi Phu Tho (dahulu komune Gia Mo, distrik Tan Lac, provinsi Hoa Binh), berbagi: “Ketika saya masih kecil, saya tumbuh besar mendengarkan lagu pengantar tidur nenek dan ibu saya. Lagu-lagu pengantar tidur itu seperti benang yang menghubungkan saya dengan keluarga dan desa saya. Sekarang saya sudah menjadi nenek, saya masih menyanyikan lagu pengantar tidur untuk cucu-cucu saya, berharap suara lagu pengantar tidur akan selalu tetap ada di rumah keluarga saya.”
Sebagian besar lagu pengantar tidur menggunakan bentuk bait tradisional enam hingga delapan baris, dengan baris-baris pendek, berulang, mudah diingat, dan mudah dipelajari. Gambaran dalam lagu pengantar tidur tersebut familiar dengan pegunungan, hutan, ladang, sungai, dan perapian. Dalam lagu pengantar tidur, para ibu menyampaikan ajaran kepada anak-anak mereka, menanamkan rasa bakti kepada kakek-nenek, cinta kepada desa mereka, dan pelestarian adat dan tradisi leluhur mereka.
Berbeda dengan banyak daerah lain, lagu pengantar tidur Muong sering kali meminjam dari lagu-lagu rakyat, kisah-kisah kuno, dan epik seperti "Penciptaan Daratan dan Air ," yang melambangkan asal usul masyarakat Muong. Setiap melodi bagaikan sebuah cerita yang diceritakan melalui musik , menumbuhkan kebanggaan akan akar budaya mereka dan membangkitkan rasa cinta terhadap tanah air pada setiap anak sejak bayi.
Ibu Bui Thi Mien, dari komune Muong Bi, provinsi Phu Tho (dahulu komune Phong Phu, distrik Tan Lac, provinsi Hoa Binh), berbagi: “Dulu, setiap kali ibu saya punya waktu luang, beliau akan menggendong saya dan menyanyikan lagu pengantar tidur. Sekarang, banyak anak kecil jarang mendengar lagu pengantar tidur lama ini. Saya berharap anak-anak akan selalu melestarikan dan mengingatnya sehingga ketika mereka dewasa, lagu pengantar tidur Muong masih akan terdengar di desa.”
Melodi sederhana, yang dipenuhi dengan semangat pedesaan.
Repertoar lagu pengantar tidur Muong memiliki banyak melodi yang familiar seperti: u hay, da oi da om, lagu pengantar tidur siang, lagu pengantar tidur malam. Melodi-melodi ini memiliki ritme yang lembut dan menenangkan, dengan sedikit interval lebar, dan sering dinyanyikan oleh nenek dan ibu saat istirahat dari menyulam, memintal, di samping buaian, atau di ladang. Suara lagu pengantar tidur meresap dan bergema di pegunungan dan hutan, bercampur dengan suara aliran sungai dan angin, menyejukkan jiwa anak-anak.
Anak-anak Muong diibaratkan seperti lembaran kertas kosong. Lagu pengantar tidur adalah cara para ibu dan nenek melukiskan di atas mereka warna-warna kasih sayang, rasa syukur, dan keterikatan pada desa dan tanah air mereka. Lagu pengantar tidur juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan nilai-nilai kuno, menumbuhkan kebanggaan akan identitas etnis mereka.
Ibu Dinh Thi Dua, dari komune Muong Bi, provinsi Phu Tho (dahulu komune Phong Phu, distrik Tan Lac, provinsi Hoa Binh), berbagi: “Sebagai seorang anak, saya tidur nyenyak diiringi lagu pengantar tidur ibu saya. Sebagai seorang ibu dan kakak perempuan, saya menyanyikan lagu pengantar tidur untuk anak-anak dan cucu-cucu saya. Lagu pengantar tidur sudah mengalir dalam darah saya. Saya hanya berharap cucu-cucu saya akan melestarikannya dan tidak melupakan lagu pengantar tidur tanah air kita di masa depan . ”

Kehidupan berubah dengan cepat akhir-akhir ini, dan banyak keluarga muda tidak lagi mempertahankan tradisi menyanyikan lagu pengantar tidur untuk anak-anak mereka. Meskipun demikian, di banyak desa Muong, lagu pengantar tidur terus menyebar secara perlahan seperti arus budaya yang abadi. Lagu-lagu ini tidak hanya menidurkan anak-anak tetapi juga mengajarkan nilai-nilai baik, menumbuhkan kasih sayang, dan memelihara akar budaya mereka.
Lagu pengantar tidur Muong adalah melodi yang sederhana namun hangat, yang menemani pertumbuhan generasi. Bahkan ketika anak-anak dan cucu-cucu tumbuh dewasa, lagu pengantar tidur itu akan tetap ada, mengingatkan setiap orang Muong akan akar mereka, ikatan keluarga, dan prinsip-prinsip moral.
Dalam lagu pengantar tidur yang merdu, kita menjumpai gambaran anak-anak yang tidur nyenyak di samping ibu mereka, dan mendengar hembusan lembut pegunungan dan hutan, serta asap tipis yang mengepul dari rumah-rumah panggung di malam hari. Lagu pengantar tidur yang sederhana namun mendalam ini akan menyebar seperti aliran air yang menyegarkan, menyejukkan jiwa generasi masyarakat Muong saat ini dan di masa mendatang.
Nyanyian Runet merupakan ciri khas budaya masyarakat Muong.
Sumber : https://nhandan.vn/video-hat-ru-net-dac-sac-van-hoa-cua-dong-bao-muong-post892397.html







Komentar (0)