Dermatitis atopik adalah kondisi kulit yang berkembang ketika tubuh bersentuhan dengan alergen berbahaya dari lingkungan. Ini adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap agen eksternal. Setelah kontak dengan iritan, tubuh bereaksi dengan manifestasi peradangan kulit seperti gatal, kemerahan, ruam, atau biduran, seringkali dalam kelompok yang padat.
- 1. Penyebab dermatitis atopik
- 2. Gejala dermatitis atopik
- 3. Pengobatan efektif untuk dermatitis atopik
- 4. Makanan apa saja yang harus dihindari jika Anda menderita dermatitis atopik?
- 5. Mencegah kekambuhan dermatitis atopik.
1. Penyebab dermatitis atopik
Dermatitis atopik dapat terjadi pada usia berapa pun dan pada kedua jenis kelamin. Penyakit ini seringkali menetap, kompleks, dan berasal dari berbagai faktor, termasuk penyebab intrinsik dan pengaruh lingkungan eksternal.
- Faktor genetik: Banyak penelitian telah menunjukkan hubungan yang kuat antara dermatitis atopik dan genetika. Anak-anak yang orang tuanya pernah menderita kondisi ini memiliki risiko sekitar 25% lebih tinggi untuk mengembangkan dermatitis atopik.
- Perubahan cuaca yang tidak terduga: Ini adalah penyebab umum dermatitis atopik musiman. Perubahan cuaca meningkatkan alergen dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi bakteri untuk berkembang biak.
- Jenis Kelamin: Wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan pria.

Dermatitis atopik adalah kondisi kulit yang berkembang ketika tubuh bersentuhan dengan alergen berbahaya dari lingkungan.
- Usia: Dermatitis atopik pada anak kecil cenderung kambuh lebih parah ketika ibu melahirkan di usia yang lebih tua.
- Pola makan: Banyak orang memiliki pola makan yang ketat atau kekurangan nutrisi, yang menyebabkan dehidrasi dan kulit kering serta kasar, sehingga mengurangi jumlah ceramide – komponen pelembap alami kulit. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan dermatitis atopik.
- Kecenderungan alergi: Alergi terhadap makanan, bahan kimia, kosmetik, dan lain-lain, dapat menyebabkan dermatitis atopik.
- Kebiasaan gaya hidup tidak sehat : Begadang dan insomnia berkepanjangan melemahkan sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan dermatitis atopik.
- Penyebab lainnya meliputi: alergi terhadap perubahan cuaca, bulu hewan, bahan kimia, kosmetik, dan lain sebagainya.
2. Gejala dermatitis atopik
Gejala awal dermatitis atopik yang paling umum adalah gatal dan kemerahan pada kulit. Kemudian, kulit dapat menjadi kasar, bersisik, dan meradang. Gejala-gejala ini sering muncul di bagian belakang lengan, siku, lutut, pipi, dan kulit kepala.
Selain itu, penderita dermatitis atopik mungkin mengalami gejala-gejala berikut:
- Muncul bercak-bercak kulit berwarna gelap atau abu-abu kemerahan.
- Lepuhan kecil mungkin muncul, yang dapat mengeluarkan cairan saat pecah (tanda peringatan infeksi).
- Kulit kering, bersisik, atau melepuh.
- Kasus yang parah dapat disertai dengan kehilangan nafsu makan, demam, kelelahan, dan rasa tidak enak badan.
3. Pengobatan efektif untuk dermatitis atopik
Dermatitis atopik merupakan kondisi yang sulit dikendalikan karena adanya banyak alergen di udara, lingkungan, dan makanan. Metode pengobatan bergantung pada penyebab penyakit dan tingkat kerusakan kulit.
Pasien harus menemui dokter kulit segera setelah gejala muncul untuk mencegah penyakit berkembang dan menjadi lebih sulit diobati di kemudian hari. Pengobatan dan rejimen perawatan harus diikuti dengan ketat sesuai petunjuk dokter.
Selain pengobatan, pasien dapat mendukung perawatan kulit dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun sirih, teh hijau, daun belimbing, dll., mencucinya hingga bersih dan merebusnya dalam air untuk digunakan sebagai air mandi atau pencuci untuk area kulit yang terkena.
4. Makanan apa saja yang harus dihindari jika Anda menderita dermatitis atopik?
Pola makan dan gaya hidup memiliki dampak signifikan pada proses pemulihan kulit. Penderita dermatitis atopik perlu memperhatikan hal-hal berikut:
- Batasi konsumsi makanan pedas, berminyak, gorengan, dan makanan yang dibumbui terlalu banyak.
- Hindari konsumsi alkohol, minuman beralkohol, dan stimulan secara berlebihan, karena hal ini dapat mengganggu fungsi hati dan ginjal serta menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh.
- Susu hewani (sapi, kambing, domba, dll.) sebaiknya diganti dengan susu nabati yang terbuat dari kenari, biji wijen hitam, kedelai, jagung, dll.
- Batasi paparan terhadap bahan kimia, pelarut, deterjen, parfum, kosmetik, atau produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi.
- Hindari konsumsi kopi dan alkohol secara berlebihan, dan kelola stres yang berkepanjangan.
Selain itu, perlu dilakukan hal-hal berikut: Meningkatkan asupan serat dalam makanan sehari-hari; mengonsumsi suplemen vitamin A, D, C, dan seng untuk membantu regenerasi sel kulit, menyembuhkan luka, dan mengurangi bekas luka; serta minum cukup air setiap hari, sekitar 2-2,5 liter tergantung kondisi cuaca dan kondisi fisik.
5. Mencegah kekambuhan dermatitis atopik.
Dermatitis atopik dapat kambuh kapan saja jika tidak dirawat dengan benar. Oleh karena itu, pencegahan proaktif memainkan peran penting dalam pengendalian penyakit jangka panjang.
- Bersihkan tubuh Anda setiap hari dengan air hangat, tetapi hindari mandi terlalu lama (hanya 10-15 menit yang disarankan).
- Kenakan pakaian longgar, berpori, dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat.
- Hindari menggaruk atau menggosok area yang terkena dengan keras.
- Jagalah lingkungan tempat tinggal Anda tetap bersih dan berventilasi baik.
- Tidurlah yang cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
- Hindari kontak dengan bahan kimia pembersih yang kuat seperti sabun, cairan pencuci piring, pembersih lantai, dan lain sebagainya.
- Pertahankan rutinitas olahraga yang sesuai dan hindari kontak keringat yang terlalu lama dengan area kulit yang meradang.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/viem-da-di-ung-kieng-gi-169260122163702133.htm






Komentar (0)