
Aku melihat bunga rhododendron di tepi sungai dengan nama yang sama, tumbuh subur di tanah yang terdiri dari tiga bagian kerikil dan batu. Aku melihat Teluk Lang Co dari titik tertentu ke arah puncak Gunung Bach Ma, dan rel kereta api bersinar di bawah sinar matahari—pemandangan yang hanya tinggal kenangan, dan mungkin bahkan sebagian dari mimpi...
Siapa pun yang pergi ke Bach Ma (Kota Hue ) dan tidak mengunjungi Menara Vong Hai, atau berdiri di samping kuda putih dan mengambil foto sebagai bukti, hampir tidak akan percaya bahwa mereka telah mencapai puncak. Saya juga pernah mendengar orang mengatakan bahwa Bach Ma adalah tempat tinggal roh hutan dan makhluk mitos, termasuk kuda putih yang tenang yang sering membimbing makhluk yang tercerahkan.
Vila ini, yang berasal dari era kolonial Prancis , adalah surga cerita yang memberikan inspirasi tak terbatas bagi seni. Banyak legenda telah tercipta, diibaratkan sebagai surga yang terlupakan, sisa-sisa batu, kutukan lumut, kabut halus yang menggantung di atas pohon paulownia tempat burung phoenix bertengger, persis seperti dalam legenda.
Keheningan menjadi latar belakang bagi kicauan burung, dan keheningan inilah yang mengungkapkan pergerakan; pergerakan dan keheningan saling terkait hingga tak dapat dibedakan, sebuah keadaan meditasi yang tenang.
Jalan itu berkelok-kelok menuju jantung pegunungan, setiap tikungannya seperti tanda tanya. Daun-daun tebal menyelimuti lereng, awannya lembap, dan tebing-tebingnya dingin. Aku mendaki jauh ke dalam hutan Bach Ma untuk mencari sesuatu yang tak terduga, tetapi yang kutemukan hanyalah pakis muda yang tumbuh subur di kedua sisi jalan, batangnya menjulang ke atas, melengkung dan berkilauan di bawah sinar matahari.
Di sini, hanya alam liar yang hampir dingin dan memiliki keindahan misterius. Di mana semua kebisingan lenyap, digantikan oleh kicauan burung yang merdu, dengungan serangga, dan desiran angin melalui pepohonan yang diselimuti embun.
Mendaki Gunung Bach Ma adalah tentang bermain dengan awan, tersesat dalam kabut. Awan melayang setinggi mata, dan hutan hijau membentang tanpa batas. Lereng yang panjang seolah tak pernah berakhir, memberi siapa pun kesempatan untuk bernapas, menyelimuti kaki yang lelah dan letih; seseorang dapat duduk dan tertawa memandang langit biru yang luas, berpegangan pada anak tangga yang berlumut untuk merasakan bahwa waktu masih terasa asing di tempat ini.
Foto-foto itu adalah hal paling menakjubkan dari puncak-puncak yang berkabut, berputar-putar, dan menghilang, seperti sebuah perjalanan menuju kehampaan. Aku masih berharap bisa memotret beberapa spesies burung langka di Taman Nasional Bach Ma, salah satu taman nasional dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Vietnam. Tetapi saat aku diam-diam mendaki lereng seperti bayangan, yang kudengar hanyalah suara kera gibbon dari kejauhan…
Dari Vọng Hải Đài (Menara Pemandangan Laut), setiap pemandangan diselimuti kabut, seperti alam mimpi. Empat musim di sini terasa halus; segala sesuatu terlihat jelas, namun sulit dipahami. Kisah yang paling nyata adalah perjalanan saya sendiri ke puncak Bạch Mã (Kuda Putih), berdiri di samping patung kuda putih yang bermandikan sinar matahari bercampur kabut dingin, menciptakan palet warna surealis yang menembus bahkan luasnya waktu.
Sumber: https://baodanang.vn/vo-ngua-tren-dinh-may-trang-3342147.html








