
Penjelasan ini berarti bahwa "kulit jeruk yang tebal" tidak dapat berbuat apa pun terhadap "kuku jari yang tajam," dan "kuku jari yang tajam" juga tidak dapat berbuat apa pun terhadap "kulit jeruk yang tebal"; keduanya sama-sama kuat, sehingga "tidak ada yang dapat dilakukan satu sama lain."
Menurut pendapat kami, interpretasi ini lebih condong pada makna frasa seperti: "Seorang pencuri bertemu dengan seorang wanita tua," "Seorang pencuri dan seorang wanita tua bertemu satu sama lain," atau "Orang pintar bertemu dengan iblis, orang jahat bertemu dengan monster, orang jahat bertemu satu sama lain" (Istri pria itu adalah iblis yang nakal dan licik/ Kali ini, pencuri dan wanita tua itu bertemu satu sama lain! - Kisah Kieu).
Secara harfiah: Jeruk mandarin dengan kulit tebal tampaknya mustahil untuk dikupas, tetapi ada sesuatu yang lain yang dapat mengatasinya: kuku yang tajam. Jadi, "kuku yang tajam" lebih tangguh daripada "kulit jeruk mandarin yang tebal," namun bagaimana bisa dikatakan bahwa keduanya "sama-sama tangguh, tidak mudah ditipu atau dilukai"?
Dalam bahasa Vietnam, terdapat banyak sinonim untuk "Kulit jeruk yang tebal memiliki kuku yang tajam," seperti: Tikus yang cerdas memiliki kucing yang cerdas; Buah hijau memiliki taring yang tajam; Daging tanpa lemak adalah golok, tulang adalah kapak; Ada obat mujarab untuk penyakit yang mengerikan; Ada jalan untuk mendaki gunung yang tinggi / Ada obat mujarab untuk penyakit serius,...
Peribahasa Tiongkok juga memiliki banyak ungkapan serupa: "Satu hal dikendalikan oleh hal lain" (一物降一物), artinya: Satu hal dikendalikan oleh hal lain; "Pohon bengkok memiliki benang tinta yang lurus" (彎樹子, 直墨繩), artinya: Pohon bengkok memiliki benang tinta yang lurus; "Piring tembaga memiliki sapu baja untuk membersihkannya; orang jahat memiliki orang jahat untuk menghukumnya" (銅盤撞了, 鐵掃磨; 惡人有惡人治), artinya: Piring tembaga memiliki sapu besi untuk membersihkannya; orang jahat memiliki orang jahat untuk menghukumnya (lihat Kamus Peribahasa Tiongkok-Vietnam - Le Khanh Truong - Le Viet Anh, Penerbit Gioi , 2002).
Dengan demikian, makna kiasan dari pepatah "Kulit jeruk yang tebal dapat ditembus oleh kuku yang tajam" bukanlah bahwa kedua pihak sama kuat dan tidak dapat berbuat apa pun satu sama lain, melainkan: betapapun sulitnya sesuatu tampaknya untuk diatasi, akan selalu ada sesuatu yang lebih terampil untuk melawannya. Ini adalah ungkapan hukum antagonisme timbal balik dalam alam dan masyarakat.
Hoang Trinh Son (Kontributor)
Sumber: https://baothanhhoa.vn/vo-quyt-day-va-nbsp-mong-tay-nhon-285240.htm






Komentar (0)