![]() |
Guardiola mengalami masa sulit baik secara profesional maupun pribadi setelah berpisah dari pasangannya yang telah lama bersama, Cristina Serra. |
Dengan hasil imbang 1-1 melawan West Ham di putaran ke-30 Liga Premier pada pagi hari tanggal 15 Maret, Manchester City kemungkinan besar akan kehilangan kesempatan meraih gelar juara musim ini. Sebelumnya, tim asuhan Pep Guardiola juga kalah 0-3 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.
Hal ini meningkatkan kemungkinan kemunduran besar bagi Guardiola di musim 2025/26. Pep kesulitan di musim 2024/25. Banyak analisis dari media dan penggemar menunjukkan bahwa ini menandai titik terendah baru dalam karier gemilang pelatih asal Catalan tersebut.
El Pais mencatat bahwa jarang sekali Pep mengalami periode penurunan profesional yang begitu lama, di mana ia membuat banyak keputusan buruk. Sumber dari pers Spanyol menunjukkan bahwa guncangan pribadi ini telah memengaruhi kestabilan emosional Guardiola.
Banyak teman mengungkapkan bahwa Pep mengaku merasa kesepian dan menunjukkan tanda-tanda stres yang jelas. Sebelumnya, proses perceraian dimulai pada akhir tahun 2024, dengan alasan utama berasal dari gaya hidup Guardiola yang gila kerja.
Cristina Serra pindah ke Barcelona pada tahun 2019 untuk mengelola bisnis mode keluarganya, sementara Pep Guardiola tetap di Manchester untuk fokus pada kariernya. Penandatanganan perpanjangan kontrak hingga 2027, alih-alih pergi seperti yang telah dibahas sebelumnya, diyakini sebagai "pemicu terakhir" yang membuat Serra memutuskan untuk mengakhiri kontraknya.
Pasangan itu telah mencoba untuk berdamai (Guardiola mengunjungi Barcelona beberapa kali pada tahun 2025), tetapi mereka tetap menjaga jarak hingga hari ini.
Sumber: https://znews.vn/vu-ly-hon-pha-huy-pep-guardiola-post1635097.html







Komentar (0)