MrBeast berpendapat bahwa AI dapat mengganggu industri kreatif digital. Foto: MrBeast . |
Pencipta konten global terkemuka, MrBeast, telah menyatakan kekhawatiran bahwa AI dapat mengancam pekerjaan dan pendapatan jutaan kreator daring. Meskipun telah bereksperimen dengan teknologi tersebut, ia menyebut ini sebagai "masa yang menakutkan" bagi industri pembuatan konten.
Dalam sebuah unggahan di halaman pribadinya, MrBeast, yang nama aslinya adalah Jimmy Donaldson, mempertanyakan dampak video yang dihasilkan AI terhadap "jutaan kreator yang mencari nafkah" dari platform online. Dengan lebih dari 634 juta pengikut dan perkiraan pendapatan sebesar $85 juta pada tahun 2024, setiap kata yang diucapkannya memiliki pengaruh signifikan di seluruh industri.
Oleh karena itu, ketika tokoh YouTube peringkat teratas secara terbuka menyatakan kekhawatirannya, banyak kreator menjadi semakin gelisah.
Komentar MrBeast muncul setelah OpenAI meluncurkan Sora 2, versi baru dari pembuat video dan audio bertenaga AI-nya, bersama dengan aplikasi seluler yang memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video AI bergaya TikTok. Aplikasi ini dengan cepat menduduki puncak tangga lagu App Store AS hanya beberapa hari setelah dirilis, menunjukkan daya tarik yang kuat dari teknologi baru ini.
Sementara itu, YouTube juga secara aktif memanfaatkan AI. Platform ini telah memperkenalkan berbagai alat kreatif bertenaga AI, termasuk kemampuan untuk membuat video menggunakan model Veo, mengubah gambar diam menjadi rekaman bergerak, menerapkan berbagai gaya visual, atau memangkas bagian-bagian penting dari video siaran langsung secara otomatis.
MrBeast sendiri telah bereksperimen dengan AI dalam pekerjaannya. Awal tahun ini, ia meluncurkan alat pembuatan thumbnail video bertenaga AI melalui platform Viewstats. Namun, alat tersebut menghadapi reaksi negatif dari penggemar dan desainer, yang berpendapat bahwa hal itu dapat menghilangkan pekerjaan dari manusia.
Kemudian, MrBeast menghapus fitur ini dan menyatakan bahwa fitur tersebut akan diganti dengan tautan ke artis sungguhan sehingga para kreator dapat memesan langsung.
Meskipun AI membuka peluang kreatif baru, industri teknologi dan komunitas kreatif tetap terpecah. Sebagian berpendapat bahwa alat AI akan mempermudah produksi konten bagi semua orang, sementara yang lain percaya bahwa kreativitas manusia tetap menjadi elemen inti dalam menciptakan produk berkualitas.
Banyak pengguna media sosial juga mengungkapkan kekecewaan terhadap gelombang video yang dihasilkan AI yang semakin meningkat, menyebutnya sebagai konten yang tidak berharga dan berkualitas rendah (sampah).
Sumber: https://znews.vn/vua-youtube-lo-so-ai-post1591718.html






Komentar (0)