Tim Prancis yang menjadi runner-up adalah pesaing yang kuat.
Dengan waktu kurang lebih seminggu lagi, Piala Dunia 2026 akan resmi dimulai. Sesuai permintaan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), tim-tim peserta telah menyelesaikan daftar 26 pemain mereka untuk turnamen di Amerika Utara musim panas ini. Kecuali cedera serius di menit-menit terakhir, semua pemain dalam daftar tersebut akan berpartisipasi dalam kejuaraan dunia tahun ini.

Tim nasional Prancis adalah kandidat nomor satu untuk gelar Piala Dunia 2026.
Berdasarkan performa dan kualitas skuad saat ini, perebutan gelar diprediksi akan berpusat pada nama-nama top dari Eropa dan Amerika Selatan. Di antara mereka, juara bertahan, Prancis, adalah kandidat terkuat. "Les Bleus" memiliki lini serang bertabur bintang dengan kemampuan untuk beralih antara fase menyerang dan bertahan, termasuk Ousmane Dembele, Kylian Mbappé, dan Michael Olise.
Yang perlu diperhatikan, tim asuhan Didier Deschamps tiba di Amerika Utara sebagai tim peringkat teratas dalam peringkat FIFA. Terlepas dari beberapa keterbatasan dalam penguasaan bola di lini tengah, Prancis saat ini belum terkalahkan sejak Juni 2025, dengan 8 kemenangan dan 1 hasil imbang.
Tepat di belakang mereka adalah Spanyol, yang dianggap sebagai salah satu tim paling konsisten dalam dua tahun terakhir. Setelah memenangkan Euro 2024, generasi muda pesepakbola Spanyol, terutama Lamine Yamal, Nico Williams, dan Pedri, terus berkembang pesat.

Yamal adalah harapan besar bagi impian Spanyol untuk memenangkan Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Menurut Laboratorium Analisis Olahraga DTAI (Belgia), "La Roja" memiliki serangan terkuat dan pertahanan terkuat kedua di Piala Dunia 2026. Namun, cedera Yamal yang terus-menerus dan penurunan performa peraih Ballon d'Or 2024, Rodri, menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar Spanyol.
Norwegia dianggap sebagai "kuda hitam" yang patut diperhatikan.
Inggris, Portugal, Jerman, dan Brasil membentuk grup pengejar yang tangguh. Inggris menawarkan stabilitas berkat skuad pemain yang secara teratur dipanggil ke tim nasional selama bertahun-tahun (kecuali Ivan Toney), sementara Portugal menonjol karena skuad mereka yang seimbang di ketiga lini dan ketergantungan pada Cristiano Ronaldo.

Portugal memiliki beberapa pemain yang baru-baru ini memenangkan Liga Champions bersama PSG.
Jerman memasuki turnamen dengan harapan tinggi terhadap generasi penerus, tetapi Florian Wirtz, Jamal Musiala, dan Nick Woltemade belum benar-benar menonjol di level klub. Brasil sedang dalam proses menyempurnakan filosofi baru di bawah pelatih Carlo Ancelotti dan selalu menjadi lawan yang tangguh di Piala Dunia.
Menurut ESPN , juara bertahan Argentina tidak lagi mempertahankan kekuatan luar biasa yang mereka tunjukkan saat menang di Qatar dan berada di peringkat ke-7 dalam daftar calon juara. Belanda, Norwegia, dan Turki bisa memberikan kejutan di turnamen tahun ini. Norwegia, khususnya, dianggap sebagai "kuda hitam" yang paling menonjol, memiliki dua bintang kelas dunia yaitu Erling Haaland dan Martin Odegaard.
Di antara tim-tim tuan rumah, AS dianggap yang terkuat, tetapi pelatih Mauricio Pochettino mengambil pendekatan yang relatif berisiko dengan tidak memasukkan beberapa gelandang yang saat ini bermain di Eropa. Hal ini akan memberikan tekanan signifikan pada tim jika dua pemain kunci, Tyler Adams dan Cristian Roldan, mengalami cedera.
Tidak seperti AS, Meksiko berada di grup yang lebih menguntungkan karena Afrika Selatan lolos ke turnamen ini untuk pertama kalinya sejak 2002 (setelah berpartisipasi sebagai negara tuan rumah pada tahun 2010). DTAI memperkirakan "El Tri" memiliki peluang 95% untuk mencapai babak gugur.

Tim AS dianggap sebagai tim terkuat di antara tiga negara tuan rumah bersama Piala Dunia 2026.
Kanada, meskipun tidak dianggap sebagai favorit, sangat mampu lolos dari babak penyisihan grup jika mereka memanfaatkan keuntungan dukungan penonton di kandang dan Alphonso Davies pulih sepenuhnya. Perlu dicatat, Grup B Kanada termasuk Qatar, tim dengan peringkat terendah di Piala Dunia 2026 menurut sistem peringkat Elo.
Dengan format yang diperluas menjadi 48 tim, Piala Dunia 2026 menjanjikan lebih banyak kejutan daripada turnamen sebelumnya. Beberapa tim tanpa keuntungan bermain di kandang atau banyak pemain bintang, seperti Swiss, Jepang, Kolombia, dan Senegal, masih memiliki kesempatan untuk membuktikan diri, seperti halnya Maroko yang finis di peringkat keempat empat tahun lalu.

Sumber: https://nld.com.vn/world-cup-2026-ai-manh-nhat-truc-gio-khai-mac-196260603150852696.htm








Komentar (0)