
Pilihan pelatih Jesse Marsch kali ini menunjukkan kepercayaan besarnya pada generasi pemain yang saat ini dianggap sebagai yang terkuat dalam sejarah sepak bola Kanada, sekaligus mencerminkan risiko signifikan yang terlibat karena banyak pemain kunci masih dalam masa pemulihan dari cedera.
Menurut daftar yang baru saja dirilis, kapten Alphonso Davies masih termasuk di dalamnya, meskipun saat ini sedang memulihkan diri dari cedera hamstring. Selain Davies, pemain kunci seperti Jonathan David, Cyle Larin, Tajon Buchanan, Stephen Eustaquio, Ismaël Koné, Alistair Johnston, Moïse Bombito, dan Richie Laryea juga masuk dalam daftar.
Masuknya Davies ke dalam skuad sedikit meredakan kekhawatiran di kalangan penggemar Kanada tentang kemungkinan bintang terbesar tim tersebut absen di Piala Dunia kali ini.
Pelatih Marsch menyatakan bahwa tidak semua pemain dalam kondisi kebugaran 100% untuk pertandingan pembuka melawan Bosnia-Herzegovina pada 12 Juni, tetapi ia percaya tim Kanada memiliki "inti yang sangat kuat" dan akan menjadi lebih kuat seiring berjalannya turnamen. Menurut pelatih asal Amerika itu, ini adalah "skuad terbaik yang tersedia saat ini" dan mungkin "salah satu skuad terbaik, jika bukan yang terbaik, yang pernah dimiliki Kanada."
Tim Kanada memasuki Piala Dunia 2026 dengan pola pikir yang berbeda dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar. Empat tahun lalu, mereka memberikan kesan yang baik meskipun kalah dalam ketiga pertandingan babak penyisihan grup. Namun, sebagai tuan rumah bersama kali ini, Kanada menetapkan tujuan yang lebih realistis: untuk menang dan lolos dari babak penyisihan grup untuk memberikan kesan di depan para penggemar mereka di tanah air.
Namun, tantangan terbesar tetaplah kondisi fisik Davies, pemain yang dapat membuat perbedaan besar ketika dimasukkan ke lapangan. Pelatih Marsch mengakui bahwa pemain Bayern Munich itu kemungkinan besar tidak akan pulih tepat waktu untuk pertandingan pembuka melawan Bosnia-Herzegovina, tetapi masih berharap dia akan bermain di tahap selanjutnya dari turnamen tersebut.
Absennya Davies atau minimnya waktu bermainnya di pertandingan pembuka memicu banyak perdebatan di kalangan publik Kanada. Di forum penggemar Federasi Sepak Bola Kanada, beberapa berpendapat bahwa kehadiran Davies di pertandingan selanjutnya saja sudah merupakan pertanda positif, sementara yang lain percaya Kanada harus lolos dari babak penyisihan grup sebelum mempertimbangkan kemungkinan memasukkan pemain Bayern Munich itu di babak gugur. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa tim tidak lagi terlalu bergantung pada Davies seperti sebelumnya, berkat kematangan Jonathan David, Buchanan, Eustaquio, Koné, dan para pemain bertahan yang bermain di Eropa.
Isu penting lainnya menyangkut Promise David. Striker tersebut awalnya dianggap tidak mungkin berpartisipasi dalam Piala Dunia setelah menjalani operasi pinggul pada bulan Februari, tetapi tetap dimasukkan dalam skuad final oleh pelatih Marsch. Media Kanada melaporkan bahwa pelatih asal Amerika itu harus menunggu kabar terbaru tentang kondisi kebugaran para pemain sebelum menyelesaikan daftar tersebut, tetapi akhirnya mempertahankan sebagian besar pemain kunci yang cedera, termasuk Davies dan Promise David.
Para analis olahraga Kanada melihat daftar pemain yang dipilih oleh pelatih Marsch sebagai cerminan jelas dari filosofinya tentang kecepatan, tekanan, fleksibilitas posisi, dan preferensi terhadap pemain yang cocok untuk intensitas tinggi.
Di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026, Kanada akan menghadapi Bosnia-Herzegovina di Toronto pada 12 Juni, kemudian pindah ke Vancouver untuk bermain melawan Qatar pada 18 Juni dan Swiss pada 24 Juni. Para analis menganggap Swiss sebagai pesaing terkuat di Grup B, tetapi Kanada masih memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan kualifikasi jika mereka dapat memanfaatkan keuntungan bermain di kandang, kedalaman skuad, dan kembalinya Davies.
Bagi Kanada, ini lebih dari sekadar daftar pemain untuk turnamen. Ini melambangkan transformasi dari negara sepak bola yang telah berada di pinggir lapangan Piala Dunia selama beberapa dekade menjadi tim dengan pemain yang berkompetisi di liga-liga top Eropa, bintang-bintang global, seorang pelatih yang menikmati kepercayaan jangka panjang, dan harapan nyata dari para penggemar domestik.
Oleh karena itu, keberhasilan "generasi emas" ini tidak hanya akan diukur dari poin atau kemenangan, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai tonggak sejarah yang membentuk kembali masa depan sepak bola Kanada.
Skuad Kanada untuk Piala Dunia 2026:
Penjaga Gawang: Maxime Crepeau (Orlando City SC); Owen Goodman (Crystal Palace); Dayne St. Clair (Inter Miami FC).
Bek: Moïse Bombito (OGC Nice); Derek Cornelius (Olympique de Marseille); Alphonso Davies (Bayern Munich); Luc de Fougerolles (Fulham); Alistair Johnston (Glasgow Celtic); Alfie Jones (Middlesbrough); Richie Laryea (Toronto FC); Niko Sigur (Hajduk Split); Joel Waterman (Chicago Fire).
Gelandang: Ali Ahmed (Norwich City); Tajon Buchanan (Villarreal CF); Mathieu Choiniere (Los Angeles FC); Stephen Eustaquio (FC Porto); Marcelo Flores (Harimau UANL); Ismaël Koné (Sassuolo Calcio); Liam Millar (Kota Hull); Jonathan Osorio (Toronto FC); Nathan Saliba (Anderlecht); Jacob Shaffelburg (Los Angeles FC).
Striker: Jonathan David (Juventus); Janji David (Royale Union Saint-Gilloise); Cyle Larin (RCD Mallorca); Tani Oluwaseyi (Villarreal CF).
Sumber: https://baosonla.vn/the-thao/world-cup-2026-chu-nha-canada-dat-ky-vong-vao-the-he-vang--4uW31gxDg.html








Komentar (0)