Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, diprediksi tidak hanya akan menjadi ajang olahraga terbesar dalam sejarah, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi global senilai sekitar $41 miliar, sekaligus mengantarkan pergeseran besar dalam teknologi digital dan infrastruktur data.
Media Israel, Ynet, mengutip laporan Bank of America, mengatakan bahwa Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya akan menampilkan 48 tim nasional.
Turnamen ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 824.000 lapangan kerja baru di seluruh dunia , dengan sekitar 185.000 lapangan kerja di antaranya berasal dari Amerika Serikat saja.
Laporan tersebut memperkirakan bahwa sekitar 6 miliar orang, setara dengan 75% populasi dunia, akan menonton atau berinteraksi dengan turnamen tersebut melalui televisi, platform streaming, dan media sosial, sehingga mencetak rekor baru untuk jangkauan global.
Industri olahraga global saat ini diperkirakan bernilai sekitar $2,3 triliun pada tahun 2025 dan dapat meningkat menjadi $3,7 triliun pada tahun 2030.
Piala Dunia 2026 saja diperkirakan akan menghasilkan nilai ekonomi sekitar $30,5 miliar bagi Amerika Serikat, dengan sektor pariwisata menyumbang sekitar $6,4 miliar.
Turnamen ini juga dianggap sebagai Piala Dunia yang paling "terhubung secara digital" sepanjang sejarah. Pertandingan final pada 19 Juli diperkirakan akan menyumbang hingga 7% dari total lalu lintas internet global. Total data yang dihasilkan selama turnamen diperkirakan mencapai 2 exabyte, setara dengan 45.000 tahun streaming video 4K terus menerus, dan sekitar 45 kali lebih banyak daripada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Untuk mengkoordinasikan acara tersebut, penyelenggara berencana untuk menggunakan sistem operasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menghubungkan pusat-pusat operasional di ketiga negara tuan rumah.
Teknologi ini, yang menciptakan "replika digital" stadion, juga akan digunakan untuk manajemen kerumunan, keamanan, dan logistik secara real-time.
Selain itu, teknologi "Football AI Pro" akan menganalisis lebih dari 2.000 metrik performa pemain secara real-time.
Menurut model AI dan analis, tim nasional sepak bola Prancis saat ini dianggap sebagai kandidat terkuat untuk kejuaraan, sementara Kylian Mbappé (Prancis) diprediksi akan memenangkan Sepatu Emas dan Lamine Yamal (Spanyol) kemungkinan akan menjadi pemain terbaik turnamen.
Piala Dunia 2026 juga akan menjadi ajang uji coba berskala besar untuk mobil otonom dan robot.
Banyak kota penyelenggara di AS telah mengerahkan layanan taksi robot, sementara Hyundai Motor Company berencana menggunakan robot dari Boston Dynamics untuk membantu operasional dan logistik stadion. Meksiko juga berencana mengerahkan anjing robot untuk tugas keamanan di sekitar stadion.
Menurut Haim Israel, ahli strategi global di Bank of America, Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga mencerminkan tren baru dalam infrastruktur digital, AI, big data, realitas virtual, dan platform konektivitas global di masa depan.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/world-cup-2026-cu-hich-41-ty-usd-cho-kinh-te-toan-cau-post1111369.vnp







Komentar (0)