Kepala perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan penyesuaian yang disetujui oleh IFAB akan berfokus pada empat tujuan utama: memerangi diskriminasi, mengurangi waktu yang terbuang, meningkatkan hubungan antara pemain dan wasit, dan mengoptimalkan penggunaan teknologi VAR.
Selama bertahun-tahun, FIFA dan IFAB telah bergulat dengan masalah penguluran waktu. Pertandingan sering kali terfragmentasi oleh pemain yang berpura-pura cedera, melakukan diving, atau sengaja memperlambat proses mengembalikan bola ke permainan.

Piala Dunia 2026 akan menindak tegas tindakan membuang-buang waktu yang dilakukan oleh para pemain.
Untuk mengatasi masalah ini, IFAB telah memperkenalkan serangkaian langkah drastis dan akan menerapkannya segera pada Piala Dunia 2026.
Pertama, peraturan tersebut menetapkan bahwa penjaga gawang hanya boleh memegang bola maksimal selama 8 detik. Pada 5 detik terakhir, wasit akan melakukan hitungan mundur dengan tangan agar semua pemain mengetahuinya. Jika penjaga gawang melanggar peraturan ini, tim lawan akan mendapatkan tendangan sudut, bukan tendangan bebas tidak langsung seperti sebelumnya.
Perubahan kedua menyangkut lemparan ke dalam. Jika sebuah tim sengaja mengulur waktu, wasit berhak memberikan lemparan ke dalam kepada tim lawan.









Komentar (0)