Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Alonso tidak menginginkan istirahat panjang. Ia ingin segera kembali ke bangku pelatih jika menerima proyek yang sesuai. "Xabi ingin kembali bekerja secepat mungkin. Ia tidak berniat untuk beristirahat," tambah jurnalis Italia itu.
Alonso mengucapkan selamat tinggal kepada Real Madrid setelah kekalahan 2-3 mereka dari Barcelona di final Piala Super Spanyol pada 12 Januari. Kekalahan itu mengakhiri periode ketidakstabilan di Bernabeu. Sebelumnya, "Los Blancos" hanya memenangkan 2 dari 8 pertandingan di periode pra-Natal.
Ketegangan internal muncul di dalam tim, khususnya terkait Vinicius dan pelatih kebugaran Antonio Pintus. Alonso juga meminta tambahan pemain selama jendela transfer musim dingin, tetapi permintaannya tidak dikabulkan. Beberapa hari kemudian, ia mengundurkan diri dan Alvaro Arbeloa ditunjuk sebagai penggantinya.
Meskipun masa depannya belum terwujud, Alonso masih sangat dihargai. Sejumlah klub besar dilaporkan memantau situasi mantan gelandang tersebut dengan cermat. Liverpool termasuk di antaranya, karena Arne Slot berada di bawah tekanan besar akibat penurunan performanya di Premier League.
Selain itu, Manchester City juga memandang Alonso sebagai opsi potensial jika Pep Guardiola memutuskan untuk meninggalkan Etihad pada akhir musim ini. Bayern Munich dan Tottenham Hotspur juga disebut-sebut sebagai tujuan yang mungkin.
Dengan usia muda dan bakatnya, Alonso tetap menjadi nama yang sangat diminati. Kesediaannya untuk segera kembali menjanjikan persaingan yang semakin ketat untuk mendapatkan tanda tangan mantan manajer Real Madrid itu dalam waktu dekat.
Sumber: https://znews.vn/xabi-alonso-hien-ra-sao-post1627559.html







Komentar (0)