
(Gambar ilustrasi)
Berdasarkan tema komunikasi, mulai tanggal 1 Juni 2026 hingga 30 Juni 2026, kementerian, lembaga pusat, organisasi massa, dan Komite Rakyat provinsi dan kota hendaknya secara proaktif mengembangkan pesan komunikasi yang sesuai dengan karakteristik lembaga dan daerah masing-masing. Mereka juga dapat merujuk pada beberapa isi pesan, antara lain:
Sebagai tanggapan terhadap Bulan Aksi Nasional tentang Pencegahan dan Pengendalian Kekerasan Dalam Rumah Tangga pada tahun 2026;
Berinvestasi dalam pencegahan dan pengendalian kekerasan dalam rumah tangga adalah investasi dalam pembangunan berkelanjutan.
Mematuhi hukum tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga adalah tanggung jawab setiap individu, keluarga, dan masyarakat.
Mediasi bukanlah solusi untuk kekerasan dalam rumah tangga.
Memanfaatkan kekuatan komunitas dalam mencegah dan memerangi kekerasan dalam rumah tangga;
Kekerasan dalam rumah tangga merupakan pelanggaran hukum.
Semua tindakan kekerasan dalam rumah tangga harus dideteksi dan ditangani dengan segera.
Bersuaralah untuk menghentikan kekerasan dalam rumah tangga;
Bersuaralah ketika Anda mengalami kekerasan atau menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga;
Cinta tidak memberi tempat bagi kekerasan;
Katakan tidak pada kekerasan dalam rumah tangga;
Membangun keluarga: Kakek-nenek dan orang tua yang teladan, anak dan cucu yang berbakti;
Memperkuat ikatan keluarga dan memupuk kasih sayang;
Kebahagiaan akan terpancar dalam keluarga yang bebas dari kekerasan.
Kegiatan-kegiatan dalam rangka Bulan Aksi Nasional Pencegahan dan Pengendalian Kekerasan Dalam Rumah Tangga tahun 2026 diselenggarakan secara beragam dan praktis: meluncurkan kampanye, demonstrasi, konferensi, pelatihan, seminar, serta memproduksi dan mendistribusikan materi komunikasi.

(Gambar ilustrasi).
Upaya komunikasi telah diintensifkan melalui berbagai saluran media massa dengan beragam bentuk, yang disesuaikan dengan kelompok sasaran dan situasi spesifik yang berbeda, seperti: penyebaran melalui sistem radio dan televisi, sistem informasi lokal di komune, kelurahan, dan kota; situs web informasi elektronik, surat kabar daring, dan surat kabar cetak.
Selain itu, perlu diperkuat digitalisasi komunikasi dalam pencegahan dan penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga melalui media sosial, pesan teks, dan berbagai bentuk media berbasis internet.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga , dan Pariwisata juga meminta kementerian, lembaga pusat, organisasi masyarakat, dan Komite Rakyat provinsi dan kota untuk menggunakan panduan dalam dokumen ini untuk mengarahkan dan mengatur pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan.
Sumber: https://mst.gov.vn/xay-dung-moi-truong-gia-dinh-an-toan-hanh-phuc-197260602172340967.htm








Komentar (0)