Potensi 'emas'
Terletak di sepanjang pantai tengah selatan, komune Xuan Canh di provinsi Dak Lak siap untuk mencapai terobosan signifikan berkat lanskap alamnya yang menguntungkan dan kekayaan budaya pesisirnya. Dalam rencana pembangunan hingga tahun 2030, wilayah ini mengidentifikasi perdagangan dan jasa sebagai penggerak pertumbuhan utama, yang menyumbang sekitar 60% dari struktur ekonominya .
Daya tarik terbesar Xuan Canh terletak pada perpaduan harmonis antara alam yang masih murni dan identitas budaya khas desa nelayannya. Destinasi seperti pantai Bai Tram dan Bai Nom, bersama dengan sistem homestay dan resor di sepanjang pantai, secara bertahap telah membentuk lanskap pariwisata lokal.
Namun, menurut pihak berwenang setempat, masih ada potensi pengembangan yang sangat besar, yang menunggu pemanfaatan berkelanjutan, terutama di daerah Laguna Cu Mong dan waduk Xuan Binh. Daerah-daerah ini dianggap sebagai "lokasi emas" untuk pengembangan ekowisata dan resor mewah di masa depan.

Pantai Bai Nom, yang terletak di desa Hoa An, memiliki potensi pengembangan yang besar. Foto: Tuan Tran.
Selain memanfaatkan keunggulan pemandangannya, komune Xuan Canh juga bertujuan untuk mengembangkan produk pariwisata dengan identitas lokal yang kuat. Daerah ini sedang membangun model "pengalaman nelayan" yang terkait dengan komunitas desa nelayan, dikombinasikan dengan pengembangan jalur wisata pedesaan, kunjungan ke desa kerajinan, area pengalaman produksi, dan promosi produk OCOP lokal.
Selain itu, Festival Cau Ngu juga ditingkatkan menjadi festival budaya tradisional berskala besar, yang menggabungkan promosi kuliner pesisir dan nilai-nilai budaya khas penduduk pesisir.
Berdasarkan landasan ini, Komune Xuan Canh menargetkan untuk menyambut sekitar 350.000 wisatawan pada tahun 2030, termasuk sekitar 50.000 pengunjung internasional. Ini dianggap sebagai tujuan yang ambisius namun layak dicapai, mengingat kekayaan sumber daya alam dan budaya daerah tersebut serta potensi signifikan untuk pengembangan lebih lanjut.

Wisatawan yang mengunjungi Xuan Canh akan mendapatkan pengalaman unik "menjadi nelayan" di desa nelayan tersebut. Foto: Tuan Tran.
Berbeda dengan banyak daerah yang mengembangkan pariwisata melalui ekspansi cepat, Komune Xuan Canh memprioritaskan keberlanjutan dan perlindungan ekosistem alam. Menurut pedoman pemerintah daerah, proyek pariwisata yang diprioritaskan untuk investasi harus meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Secara khusus, kawasan waduk Xuan Binh sedang dikembangkan sebagai model ekowisata di bawah kanopi hutan, menciptakan pengalaman yang menggabungkan hutan dan laut. Seiring dengan pengembangan pariwisata, pemerintah setempat juga menetapkan tuntutan ketat terhadap perlindungan sumber daya air dan pelestarian lanskap alam.
Pada saat yang sama, Komune Xuan Canh bertujuan untuk membangun keterkaitan regional dalam pengembangan pariwisata. Para pemimpin komune mengatakan mereka akan berkoordinasi dengan daerah-daerah tetangga untuk membentuk jalur wisata yang menghubungkan pulau-pulau dengan daerah pegunungan, sehingga memperluas ruang pengalaman bagi wisatawan.
'Membentangkan karpet merah' untuk menyambut investasi.
Menyadari investasi swasta sebagai penggerak utama pengembangan pariwisata, Komune Xuan Canh menerapkan berbagai solusi untuk meningkatkan lingkungan investasi dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi bisnis. Secara khusus, komune ini mempromosikan transformasi digital dan reformasi administrasi. Wilayah ini menargetkan 100% prosedur administrasi didigitalisasi dan diproses secara online, sehingga berkontribusi pada pengurangan waktu pemrosesan bagi investor.

Komune Xuan Canh memiliki pantai panjang dengan pasir putih, cocok untuk pengembangan wisata pantai. Foto: Tuan Tran.
Selain itu, banyak proyek infrastruktur teknis yang menerima investasi terkonsentrasi, seperti perluasan jalan antar desa dan antar kecamatan, serta pembangunan dermaga dan pelabuhan perikanan untuk melayani jasa pariwisata. Menurut Bapak Le Xuan Hien, Kepala Departemen Ekonomi kecamatan Xuan Canh, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung bisnis di seluruh proses pelaksanaan proyek.
"Pemerintah akan secara rutin bertemu dan terlibat dalam dialog langsung untuk segera menyelesaikan kesulitan dan hambatan, serta mendampingi bisnis dari tahap perencanaan proyek hingga tahap produksi dan operasional bisnis," ujar Bapak Hien.
Seiring dengan reformasi prosedural, komune Xuan Canh kini memiliki dana lahan yang terencana dengan baik, menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi pengembangan proyek ekowisata dan resor berskala besar.

Selain Bai Nom dan Bai Tram, Bai Ban juga merupakan destinasi wisata yang patut diperhatikan. Foto: Tuan Tran .
Sesuai dengan pedoman setempat, daya tarik investasi akan memprioritaskan investor dengan visi strategis, rencana pembangunan jangka panjang, dan komitmen untuk selaras dengan lingkungan alam. Hal ini dianggap sebagai fondasi bagi Xuan Canh untuk secara bertahap membuka potensi wilayah pesisir, dengan tujuan menjadi destinasi baru di peta pariwisata Vietnam Tengah.
Di tengah meningkatnya permintaan akan ekowisata dan wisata bergaya resor yang terkait dengan pengalaman lokal, keunggulan lanskap, budaya, dan potensi pengembangannya membuka banyak peluang bagi komune Xuan Canh. Jika secara efektif memanfaatkan sumber daya investasi dan mempertahankan orientasi pembangunan berkelanjutan, daerah ini memiliki banyak keunggulan untuk menjadi pusat pertumbuhan pariwisata baru di wilayah pesisir Tengah dalam waktu dekat.
Sumber: https://nongnghiepmoitruong.vn/xuan-canh-trai-tham-do-goi-von-phat-trien-du-lich-d813154.html









Komentar (0)