Baru kemarin, aroma kue ketan rebus memenuhi dapur kecil, suara pisau dan talenan bergemuruh saat persiapan pesta Tahun Baru memenuhi udara, namun kehidupan sehari-hari perlahan kembali normal setelah Tết. Saat tahun baru dimulai, semua orang membalik halaman rencana mereka, hati mereka sedih mendengar kata-kata "Tết telah berakhir." Waktu seolah memiliki kaki seperti angin, melesat melewati hari-hari reuni, menyisakan ruang yang cukup untuk nostalgia.
Hari-hari terakhir tahun selalu memiliki cahaya istimewa. Cahaya ini tidak selalu berasal dari lampion yang tergantung di depan rumah atau lampu berkelap-kelip di jalanan, tetapi dari mata setiap orang yang pulang ke rumah. Pulang setelah setahun bekerja keras, setelah hari-hari penuh tekanan mencari nafkah, setelah bus yang penuh sesak. Tet (Tahun Baru Imlek) adalah alasan lembut bagi kita untuk berhenti sejenak, bernapas lebih perlahan, memeluk orang-orang terkasih erat-erat dan mengucapkan hal-hal yang tampak sederhana tetapi belum terucapkan sepanjang tahun.
Namun, Tahun Baru Imlek berlalu lebih cepat dari yang kita duga. Mungkin karena kita telah bertambah usia satu tahun, dan seiring bertambahnya usia, waktu terasa semakin singkat. Satu hari berlalu dalam sekejap mata, satu minggu lenyap dalam beberapa kedipan.
Aku ingat hari-hari ketika jalanan Hanoi sepi, luas, dan bermandikan sinar matahari keemasan di hari-hari pertama tahun baru. Saat itu, kau bisa keluar tanpa khawatir akan keramaian, asap knalpot, dan debu. Tetapi sebelum suasana tenang Hanoi selama Tet itu sepenuhnya meresap ke setiap sudut ingatanku, suasana itu harus memberi jalan bagi keramaian dan kesibukan yang berisik yang kembali.
Namun mungkin justru karena durasinya yang singkat itulah Tết menjadi semakin berharga. Kita mengingat setiap makan malam keluarga, ketika semua orang duduk berdekatan di sekitar meja, tidak ada yang sibuk dengan ponsel, tidak ada yang terburu-buru. Kisah-kisah lama diceritakan kembali, kenangan lama dihidupkan kembali, dan rencana untuk tahun baru terpancar di mata setiap orang. Beberapa mimpi masih samar, beberapa rencana masih belum selesai, tetapi semuanya memiliki warna harapan yang sama.
Liburan Tet kali ini, aku menyadari bahwa aku punya banyak hal untuk diceritakan kepada orang tua dan saudara-saudaraku. Dalam hati aku bersyukur atas kehidupan yang telah memberiku begitu banyak pengalaman berharga selama setahun terakhir. Aku merasa sangat beruntung karena orang tuaku masih sehat, masih cukup kuat untuk membersihkan rumah dan merawat pot bunga di halaman. Kebahagiaan mendengar tawa saudara-saudaraku bergema di rumah tua kami, di mana setiap sudutnya menyimpan jejak masa kecilku. Waktu mungkin membawa kita jauh, tetapi Tet selalu membawa kita kembali kepada diri kita yang paling otentik.
Di beberapa pagi awal musim semi, saya bangun lebih awal dari biasanya, membuka jendela untuk menyambut angin sejuk yang masih membawa sedikit hawa dingin musim dingin. Jalan kecil di depan rumah saya lebih sepi dari biasanya, seolah-olah juga menikmati efek sisa liburan. Tiba-tiba saya berpikir, jika kita bisa sedikit memperlambat langkah sepanjang tahun seperti yang kita lakukan selama Tet (Tahun Baru Imlek), mungkin hati kita akan merasa kurang lelah. Tetapi hidup pada dasarnya adalah aliran yang konstan, dan Tet hanyalah tikungan damai sebelum kapal berlayar kembali.
Berlalunya Tahun Baru Imlek 2026 (Tahun Kuda) yang singkat membuat banyak orang merasa nostalgia, tetapi juga mengingatkan kita akan nilai waktu. Setiap momen yang dihabiskan bersama orang-orang terkasih tak tergantikan. Setiap pelukan, setiap harapan, setiap senyuman adalah benih kenangan yang ditaburkan di hati kita. Ketika kita kembali ke rutinitas kerja, benih-benih itu akan tumbuh menjadi motivasi dan penghiburan di hari-hari yang melelahkan.
Namun bagi saya, Tet bukan sekadar beberapa hari libur di kalender. Tet adalah titik awal. Ini seperti halaman kosong di awal tahun, di mana kita dapat menulis ulang rencana yang belum selesai, memperbaiki kesalahan lama, dan melukis mimpi baru.
Tahun Baru Imlek Tahun Kuda 2026 telah berakhir, tetapi meninggalkan perasaan optimis yang aneh pada diri saya. Mungkin tahun lalu tidak sempurna, mungkin kita melewatkan beberapa kesempatan, mungkin masa depan menyimpan banyak tantangan. Namun, melihat tunas hijau yang semarak di depan rumah saya, saya menyadari bahwa musim semi selalu dimulai dengan hal-hal kecil. Kuncup bunga kecil pun masih bisa menjadi pertanda musim yang cemerlang di depan.
Dulu, saya merasa sedih ketika tiba-tiba menyadari betapa cepatnya waktu berlalu. Tetapi hari ini, justru keterbatasan itu membuat saya menghargai setiap momen. Jika Tet (Tahun Baru Imlek) berlangsung selamanya, mungkin orang-orang tidak akan lagi menganggapnya istimewa. Jika musim semi berlangsung sepanjang tahun, mungkin kita akan melupakan kegembiraan menantikannya. Oleh karena itu, singkatnya Tet bukanlah sesuatu yang perlu disedihkan, melainkan pengingat yang lembut: hiduplah lebih penuh, cintailah lebih banyak, dan mulailah dengan lebih kuat.
Saat aku melipat amplop merah terakhir dan menyimpan bunga persik yang kelopaknya mulai berguguran, aku tak lagi merasakan penyesalan seperti dulu. Sebaliknya, ada keyakinan yang tenang. Tahun baru telah dimulai. Pintu-pintu kesempatan menunggu untuk diketuk. Jalan-jalan baru menanti langkah kaki kita. Dan di tengah hiruk pikuk kehidupan yang akan segera kembali, semangat Tet masih mengalir diam-diam di hati setiap orang.
Tahun Baru Imlek Tahun Kuda 2026 berlalu dengan cepat seperti embusan angin musim semi, tetapi gema-gemanya tetap ada. Gema itu tetap ada dalam kenangan, dalam foto keluarga, dalam tawa yang masih bergema. Dan yang lebih penting, gema itu tetap ada dalam harapan akan masa depan yang lebih cerah di mana kita berjalan dengan hati yang hangat dan mata yang penuh percaya diri.
Musim semi telah menutup lembaran kalender lama dengan lembut, tetapi di depan terbentang sebuah buku tebal yang menunggu untuk ditulis. Dan saya percaya bahwa, dengan cinta yang dipupuk selama liburan Tet yang singkat itu, kita masing-masing dapat menulis tahun 2026 yang cerah, damai, dan bersinar.
Sumber: https://baophapluat.vn/xuan-di-khep-lai-trang-lich-cu-e4d8ec00.html











Komentar (0)