Anggapan bahwa kanker kulit hanya terjadi ketika tahi lalat muncul di kulit atau ketika terpapar sinar ultraviolet adalah sebuah kesalahpahaman tentang penyakit ini.
Menurut Dr. Doan Thu Hong dari Institut Kedokteran Terapan Vietnam, paparan sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari merupakan penyebab umum kanker kulit, tetapi faktor-faktor seperti riwayat keluarga juga dapat meningkatkan risiko kanker kulit.
Berikut 10 kesalahpahaman umum tentang kanker kulit.
Hanya ada satu jenis kanker kulit.
Salah. Ada banyak jenis kanker kulit, dua yang paling umum adalah karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa. Lebih dari satu juta orang di seluruh dunia didiagnosis menderita kanker kulit setiap tahun, jumlah yang sangat tinggi sehingga sulit untuk melacak semua kasus ini.
Kanker kulit berasal dari lapisan basal dan skuamosa kulit. Melanoma ganas lebih jarang terjadi dan biasanya berasal dari melanosit, yaitu sel-sel kulit yang memproduksi pigmen.
Tumor ganas itu hanyalah tahi lalat.
Memang benar bahwa semua tumor ganas berasal dari melanosit, termasuk yang ditemukan pada tahi lalat. Namun, tumor bukanlah sekadar tahi lalat yang perlu dihilangkan.
Tumor ganas menyerupai tahi lalat, berwarna hitam asimetris dengan batas tidak beraturan, tumbuh seiring waktu, dan terkadang memiliki warna yang bervariasi di dalam bintik tersebut. Sebagian besar tumor berukuran lebih besar dari penghapus pensil, meskipun beberapa mungkin lebih kecil.
Pada beberapa orang, tumor prakanker awalnya mungkin menyerupai jerawat di pipi, tetapi mungkin tidak hilang selama lebih dari enam bulan.
Gambar karakteristik tahi lalat asimetris. Foto: American Academy of Dermatology
Tumor ganas yang hanya muncul di kulit.
Salah. Bintik-bintik ini tidak hanya muncul di kulit. Bentuk melanoma yang langka dapat muncul di mata (melanoma okular) dan di selaput lendir (melanoma mukosa), di hidung, mulut, atau bibir.
Kanker kulit yang tidak serius
Kanker kulit, terutama melanoma, dapat berakibat fatal jika tidak terdeteksi sejak dini. Tumor ganas cenderung menyebar ke bagian tubuh lainnya. Penderita kanker stadium lanjut akan membutuhkan operasi dan imunoterapi.
Imunoterapi kini digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker, membantu sistem kekebalan tubuh mempelajari cara menyerang sel kanker, sama seperti cara menyerang virus. Beberapa kanker kulit sel basal dan sel skuamosa mungkin memerlukan terapi radiasi setelah operasi untuk membunuh sel tumor yang tersisa.
Orang dengan warna kulit lebih gelap cenderung lebih kecil kemungkinannya terkena kanker kulit.
Orang dari ras atau warna kulit apa pun dapat terkena kanker kulit, tetapi seringkali hal ini terabaikan pada orang dengan kulit yang lebih gelap. Studi menunjukkan bahwa pasien berkulit hitam tiga kali lebih mungkin didiagnosis menderita melanoma pada stadium lanjut dibandingkan pasien berkulit putih.
Komunitas kulit berwarna memiliki angka kejadian yang lebih tinggi terhadap jenis kanker kulit langka yang disebut melanoma lentiginosa, yang muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan kuku.
Tumor ganas hanya berkembang setelah terpapar sinar matahari selama bertahun-tahun.
Bahkan sengatan matahari sekali saja dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang, bukan hanya paparan sinar matahari selama bertahun-tahun. Studi menunjukkan bahwa sengatan matahari yang melepuh pada masa kanak-kanak atau remaja dapat menggandakan peluang seseorang untuk terkena melanoma di kemudian hari. Sengatan matahari berulang dan paparan sinar UV yang berkepanjangan memperburuk kerusakan kulit.
Berjemur membantu mencegah sengatan matahari dan kanker kulit.
Kulit yang kecokelatan tidak hanya tidak mencegah sengatan matahari atau kanker kulit, tetapi sebaliknya, itu adalah tanda bahwa kulit Anda bermasalah, karena kerusakan atau reaksi stres akibat paparan sinar ultraviolet.
Paparan sinar matahari merusak sel, meningkatkan risiko kanker kulit. Studi menunjukkan bahwa krim alas bedak menawarkan perlindungan UV yang serupa dengan tabir surya.
Riasan dapat melindungi kulit.
Beberapa produk makeup mengandung tabir surya SPF, tetapi itu tidak cukup. Anda harus menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi, dan mengoleskannya kembali setiap beberapa jam.
Gunakan tabir surya hanya saat pergi ke pantai atau kolam renang.
Salah. Anda harus mengoleskan tabir surya setiap hari di pagi hari, bahkan saat berada di dalam ruangan. Saat berada di luar ruangan dalam waktu lama, Anda perlu mengoleskan kembali tabir surya setiap dua jam.
Hanya paparan sinar ultraviolet yang menyebabkan kanker kulit.
Paparan radiasi ultraviolet (UV) adalah penyebab utama kanker kulit, tetapi bukan satu-satunya faktor. Kanker kulit dapat diturunkan dalam keluarga. Jenis kanker kulit langka yang menyerang mata, selaput lendir, punggung tangan, dan kaki seringkali tidak disebabkan oleh paparan UV. Jenis tahi lalat tertentu juga meningkatkan risiko kanker kulit.
Thuy Quynh
Tautan sumber






Komentar (0)