
Apa yang membuat sebuah kota indah? Apakah arsitektur ikoniknya, jalanan yang dipenuhi pepohonan, garis pantai berwarna biru kehijauan, atau cakrawala yang menakjubkan? Setiap orang memiliki jawaban yang berbeda. Tetapi menurut Time Out, ukuran yang paling dapat diandalkan berasal dari orang-orang yang tinggal di kota itu setiap hari.
Yang membuat peringkat ini unik adalah bahwa peringkat ini bukan berasal dari perspektif pakar perjalanan atau arsitek, melainkan dari perasaan tulus penduduk setempat tentang tempat yang mereka sebut rumah.
Hasilnya adalah daftar yang kaya akan emosi, di mana setiap kota muncul dengan identitas uniknya sendiri, mulai dari pegunungan dan laut hingga warisan budaya, arsitektur, dan kehidupan sehari-hari.
Di urutan teratas adalah Cape Town (Afrika Selatan), di mana 86% penduduknya menyatakan bahwa kota mereka indah.
Terletak di antara Pegunungan Table yang megah dan Samudra Atlantik yang biru pekat, Cape Town memiliki lanskap alam yang tak tertandingi oleh banyak tempat lain.
Pantai berpasir putih, flora endemik Kerajaan Botani Cape, dan pegunungan Twelve Apostles menciptakan gambaran yang murni dan spektakuler, menjadikan kota yang dikenal sebagai "Kota Induk" Afrika Selatan ini sebagai tempat yang wajib dikunjungi bagi wisatawan internasional.
Di urutan kedua adalah Edinburgh (Skotlandia), di mana keindahan tercipta dari interaksi berbagai lapisan sejarah.
Lingkungan bergaya Georgia yang elegan, lorong-lorong abad pertengahan yang berliku, dan menara-menara Gotik yang khas membuat setiap jalan-jalan terasa seperti berjalan melalui museum arsitektur terbuka.
Sebanyak 84% penduduk setempat percaya bahwa Edinburgh adalah salah satu kota terindah di dunia .
Di posisi ketiga adalah Sydney (Australia), kota laut dan ikon global.
Gedung Opera Sydney dengan kubah berbentuk layar, cakrawala modern, hamparan pantai keemasan yang panjang, dan lanskap batu pasir yang khas semuanya berkontribusi pada karakter unik kota terbesar di Australia ini. Menurut sebuah survei, 78% penduduk Sydney bangga dengan keindahan kota mereka.
Chicago (AS) berada di peringkat ke-4 dengan 77% responden setuju. Meskipun banyak yang mengingat kota ini karena gedung pencakar langitnya, penduduk setempat menghargai sistem taman yang luas, tepi Danau Michigan yang indah, dan Sungai Chicago yang berkelok-kelok melalui pusat kota.
Perpaduan harmonis antara arsitektur modern dan ruang hijau telah membantu Chicago menjadi kota terindah di Amerika dalam peringkat tahun ini.

Lisbon (Portugal) berada di peringkat ke-5, semakin memperkuat daya tariknya sebagai kota pesisir Atlantik yang bermandikan sinar matahari.
Trem kuning yang berkelok-kelok di lereng bukit, deretan rumah-rumah bertingkat berwarna pastel, dan tembok-tembok yang dilapisi batu bata azulejo telah menjadi citra ikonik ibu kota Portugal.
Tujuh puluh empat persen penduduk menganggap Lisbon indah, angka yang mencerminkan kebanggaan luar biasa yang dimiliki warganya terhadap kota mereka.
Paris (Prancis), simbol klasik romantisme, menempati peringkat ke-6. Alih-alih berkembang secara vertikal dengan gedung pencakar langit, Paris memikat pengunjung dengan jalan-jalan raya yang lebar, arsitektur Haussmann yang elegan, kafe-kafe di pinggir jalan, taman-taman hijau, dan Sungai Seine yang romantis.
Meskipun merupakan nama yang familiar di peta pariwisata dunia, ibu kota Prancis ini masih hanya mendapat persetujuan dari 68% penduduknya terkait keindahan kota mereka.
Dengan skor 68%, Stockholm (Swedia) berada di peringkat ke-7. Kota ini dibangun di atas 14 pulau tempat Danau Mälaren bertemu dengan Laut Baltik. Lebih dari 50 jembatan menghubungkan kota tua, distrik seni, dan area tepi laut, menciptakan tampilan modern namun damai untuk ibu kota Nordik ini.
Porto (Portugal) berada di peringkat ke-8 dengan 67% suara. Kota ini menonjol dengan atap genteng merahnya yang landai menuju Sungai Douro, arsitektur yang penuh warna, dan ruang seni yang kaya akan sejarah.
Dari taman Jardim do Morro hingga stasiun São Bento yang terkenal dengan mural ubin biru dan putihnya, Porto memiliki keindahan unik di Semenanjung Iberia.
Di peringkat ke-9 adalah Medellín (Kolombia), sebuah kota yang terletak di Lembah Aburrá yang hijau subur. Alam ada di mana-mana, berpadu dengan gereja-gereja kuno dan arsitektur yang terinspirasi oleh tumbuhan, menciptakan lanskap perkotaan yang dekat dengan alam.

Melengkapi daftar ini adalah Riga (Latvia), sebuah ibu kota yang dianggap sebagai salah satu "ibu kota Art Nouveau" di Eropa.
Fasad-fasad yang didekorasi dengan rumit menampilkan sphinx, makhluk mitos, dan motif bunga, bersama dengan kota tua berbatu dan bangunan abad pertengahan, menciptakan keindahan bak negeri dongeng, sehingga Riga mendapatkan 65% persetujuan dari penduduk setempat.
Peringkat Time Out menunjukkan bahwa keindahan sebuah kota tidak hanya berasal dari landmark terkenalnya atau pemandangan yang spektakuler.
Yang membuat suatu destinasi berkesan juga adalah identitasnya, ruang hidupnya, dan hubungan emosional orang-orang yang tinggal di sana.
Ketika penduduk setempat dengan bangga memperkenalkan kota kelahiran mereka, itu mungkin merupakan undangan paling menarik bagi para pelancong yang mencari petualangan berikutnya.
Sumber: https://baovanhoa.vn/du-lich/10-thanh-pho-dep-nhat-the-gioi-nam-2026-241213.html






