Saya banyak mendengar informasi bahwa jika Anda mengonsumsi makanan laut, sebaiknya makan ikan yang lebih kecil karena ikan yang lebih besar mungkin mengandung merkuri, logam berat, atau mikroplastik. Bisakah Anda memberi saran tentang pilihan terbaik? (Thanh Huyen - Kota Ho Chi Minh)
Dr. Vo Thi To Hi, seorang ahli gizi dan pemegang gelar Master di Kota Ho Chi Minh, memberikan saran berikut:
Kekhawatiran Anda tentang perbedaan kualitas antara ikan besar dan kecil sepenuhnya beralasan. Banyak ahli merekomendasikan untuk memprioritaskan ikan yang lebih kecil, karena lebih aman dan menawarkan lebih banyak manfaat kesehatan.
Pertama, ikan yang lebih kecil mengakumulasi lebih sedikit merkuri dan logam berat. Ini adalah keuntungan terpenting. Ikan predator besar seperti ikan todak, hiu, atau beberapa jenis tuna hidup selama bertahun-tahun dan menduduki posisi tinggi dalam rantai makanan. Selama pertumbuhannya, mereka memakan banyak ikan lain, sehingga merkuri dan beberapa logam berat cenderung terakumulasi secara bertahap di dalam tubuh mereka dari waktu ke waktu.

Sebaliknya, ikan yang lebih kecil seperti sarden, herring, teri, atau makarel memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan berada di bagian bawah rantai makanan, sehingga kandungan merkurinya biasanya jauh lebih rendah. Oleh karena itu, ikan-ikan ini merupakan pilihan yang tepat untuk dimasukkan secara teratur dalam menu makanan mingguan.
Kedua, ikan kecil sangat bergizi. Banyak orang percaya bahwa ikan yang lebih besar lebih bergizi, tetapi sebenarnya tidak demikian. Ikan kecil tetap merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang baik, kaya akan asam lemak Omega-3, vitamin D, dan banyak mineral penting.
Secara khusus, ikan yang dapat dimakan utuh, termasuk tulangnya, seperti ikan teri atau sarden, merupakan sumber kalsium yang kaya, berkontribusi pada kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Kandungan Omega-3 dalam ikan kecil juga membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, mendukung fungsi otak, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan metabolisme.
Sumber: https://vietnamnet.vn/2-ly-do-ban-nen-chon-ca-be-2531648.html








