- 1. Kelompok orang yang sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi labu.
- 2. Mengenali tanda-tanda bahwa labu dapat menyebabkan keracunan
- 3. Hal-hal yang perlu diingat saat mengonsumsi labu untuk melindungi kesehatan Anda.
Labu adalah buah yang familiar, mengandung hingga 95% air beserta banyak vitamin dan mineral penting bagi tubuh. Berkat sifat pendinginnya dan kandungan serat yang tinggi, buah ini membantu mendinginkan tubuh, mendukung pencernaan, dan efektif membantu penurunan berat badan. Labu bukan hanya bahan untuk sup yang menyegarkan, tetapi juga obat alami yang sangat baik untuk kesehatan kardiovaskular .
1. Kelompok orang yang sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi labu.

Meskipun labu bermanfaat bagi kesehatan, tidak semua orang bisa mengonsumsinya.
Orang dengan sistem pencernaan sensitif atau penyerapan yang buruk
Orang yang sering mengalami perut dingin, kembung , atau diare mungkin sebenarnya menderita sindrom iritasi usus besar, disbiosis, atau gerakan usus yang hipersensitif, jadi mereka harus membatasi konsumsi makanan yang terbuat dari labu.
Labu terdiri hingga 95% air dan sejumlah besar serat larut. Ketika orang dengan sistem pencernaan sensitif atau penyerapan nutrisi yang buruk mengonsumsi labu dalam jumlah besar, air dan serat meningkatkan tekanan osmotik di usus, merangsang kontraksi usus yang lebih kuat untuk mengeluarkan makanan. Bagi sistem pencernaan yang lemah, rangsangan ini dapat menyebabkan diare akut, dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan kelelahan berkepanjangan.
Karena labu memiliki sifat pendingin yang kuat, orang yang sering mengalami tangan dan kaki dingin sebaiknya tidak mengonsumsi terlalu banyak labu untuk menghindari memperburuk rasa dingin tersebut.
Orang yang menderita diare atau gangguan pencernaan.
Ketika sistem pencernaan mengalami gangguan, lapisan usus akan rusak dan menjadi sangat sensitif. Labu mengandung banyak air dan serat, serta memiliki efek mendinginkan. Mengonsumsi labu saat mengalami gangguan pencernaan dapat meningkatkan peristaltik usus secara berlebihan, memperburuk diare dan membuatnya lebih sulit dikendalikan.
Orang dengan tekanan darah rendah
Labu memiliki efek diuretik dan sangat baik untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Namun, sebaliknya, bagi penderita tekanan darah rendah, mengonsumsi terlalu banyak labu (terutama minum jus labu mentah) dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba, yang mengakibatkan pusing , kepala terasa ringan, atau bahkan pingsan.
2. Mengenali tanda-tanda bahwa labu dapat menyebabkan keracunan
Bukan hanya kelompok-kelompok yang disebutkan di atas yang perlu waspada; bahkan individu yang sehat pun dapat keracunan oleh pare jika mereka menemukannya.
Rasa pahit pada labu (dan tanaman Cucurbitaceae lainnya seperti zucchini dan mentimun) disebabkan oleh cucurbitacin, racun alami yang membantu tanaman melindungi diri dari serangga. Ketika labu terasa pahit, kandungan cucurbitacinnya sangat tinggi. Mengonsumsi beberapa potong pare saja dapat menyebabkan keracunan dengan gejala serius seperti:
- Mual dan muntah yang terus menerus.
- Sakit perut hebat, diare berdarah.
- Hipotensi berat, pendarahan lambung (pada kasus berat).
Oleh karena itu, sebelum dimasak, cicipi sedikit labu mentah. Jika rasanya pahit, buang segera; jangan sekali-kali mencoba memasaknya atau menambahkan bumbu lagi untuk menutupi rasa pahitnya.
3. Hal-hal yang perlu diingat saat mengonsumsi labu untuk melindungi kesehatan Anda.
Untuk dapat menyerap nutrisi dari labu secara maksimal tanpa khawatir akan efek samping, harap perhatikan prinsip-prinsip berikut:
Hindari mengonsumsi labu terlalu banyak: Anda sebaiknya hanya mengonsumsi labu 2-3 kali seminggu. Mengonsumsinya terlalu sering dapat dengan mudah menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi dan gangguan perut.
Masak hingga matang: Sebaiknya konsumsi labu yang sudah dimasak (direbus, ditumis, atau dalam sup). Kurangi minum jus labu mentah jika Anda ragu tentang asal dan keamanan labu tersebut.
Tambahkan rempah-rempah yang menghangatkan: Saat memasak sup labu atau menumis labu, tambahkan sedikit jahe segar atau daun bawang. Jahe memiliki sifat menghangatkan, yang membantu menetralkan sifat dingin labu, mengurangi risiko kembung dan gangguan pencernaan.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/3-nhom-nguoi-nen-han-che-an-qua-bau-169260517213952552.htm








Komentar (0)