Cuaca dingin di musim 겨울 membuat penyakit pernapasan lebih umum terjadi, dengan batuk sebagai gejala yang paling umum. Batuk dapat berlangsung selama berminggu-minggu, terkadang bahkan setengah bulan. Menerapkan pengobatan tradisional berikut dapat secara efektif mengurangi gejala batuk.
1. Buah pir kukus dengan gula batu membantu meredakan batuk.
- 1. Buah pir kukus dengan gula batu membantu meredakan batuk.
- 2. Bunga pepaya jantan direndam dalam madu
- 3. Daun bawang kukus dengan kumquat dan gula batu
- 4. Acar lemon merah muda dalam madu
Bahan:
- Ambil satu buah pir, keruk isinya, lalu potong dadu.
- 1 potong kecil jahe, dipotong-potong;
- 5 buah kumquat, diiris dan dibuang bijinya (bisa diganti dengan lemon);
- Sejumput garam;
- 1 sendok teh gula batu;
- 1 sendok teh madu (untuk bayi di atas 12 bulan).
Membuat:
- Campur semua bahan hingga rata, masukkan ke dalam buah pir, dan kukus selama 15–20 menit.
- Saring cairannya; orang dewasa dapat mengonsumsi baik bagian padat maupun cairnya. Simpan di lemari es dan gunakan dalam waktu 3 hari.

Buah pir kukus dengan gula batu membantu meredakan batuk.
2. Bunga pepaya jantan direndam dalam madu
Ini adalah pengobatan tradisional yang umum digunakan untuk membantu mengobati berbagai masalah kesehatan, terutama batuk, sakit tenggorokan, iritasi tenggorokan, bronkitis, atau gangguan pencernaan.
Bahan:
- Bunga pepaya jantan segar: 300g;
- Madu murni: 500ml.
Membuat:
- Cuci bunga pepaya hingga bersih dan tiriskan (Anda bisa merebusnya sebentar dalam air mendidih selama 30 detik jika khawatir dengan getahnya yang pahit).
- Masukkan bunga ke dalam toples kaca, tuangkan madu hingga bunga tertutup sepenuhnya, tutup toples rapat-rapat, dan simpan di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari.
- Rendam setidaknya selama 10 hari, idealnya 2–3 minggu.
Menggunakan:
- Konsumsi satu sendok teh di pagi hari dan satu sendok teh di malam hari.
- Obat ini dapat dicampur dengan air hangat atau dihisap langsung saat Anda batuk atau sakit tenggorokan.

Bunga pepaya jantan direndam dalam madu.
3. Daun bawang kukus dengan kumquat dan gula batu
Bahan:
- Daun bawang segar: 100g, potong-potong;
- Kumquat hijau: 7–10 buah, belah menjadi dua, peras airnya, dan gunakan hanya kulitnya (Anda dapat menggantinya dengan kulit jeruk pahit atau kulit jeruk hijau tipis);
- Gula batu: 80g;
- Kunyit: 1/2 umbi (bisa menggunakan kunyit biasa atau kunyit merah), cincang halus.
Instruksi: Rebus keempat bahan dalam panci berisi air mendidih selama 40 menit, lalu saring cairannya untuk mengekstrak sarinya. Bagi cairan yang dihasilkan menjadi beberapa porsi dan minum sepanjang hari. Ramuan ini sangat cocok untuk anak kecil.

Daun bawang kukus dengan kumquat dan gula batu membantu meredakan batuk.
4. Acar lemon merah muda dalam madu
Lemon merah muda yang direndam madu adalah obat tradisional yang sangat baik untuk sistem pernapasan, membantu mengurangi batuk, sakit tenggorokan, dan meningkatkan kekebalan alami.
Bahan:
- Lemon merah muda segar: 1 kg;
- Madu murni: 1 liter;
- Gula batu: 0,5 kg (sesuai selera);
- Garam kasar: 1 sendok makan.
Membuat:
- Cuci lemon hingga bersih, lalu rendam dalam air garam yang diencerkan selama 15 menit.
- Angkat dari air, tiriskan, buang batangnya, dan iris tipis (atau biarkan utuh).
- Cuci toples kaca hingga bersih, bilas dengan air mendidih, dan biarkan hingga kering.
- Sebarkan lapisan gula batu di dasar toples → susun lemon → taburi dengan gula → ulangi hingga semua lemon habis. Tuangkan madu di atas lemon hingga tertutup sepenuhnya. Tutup rapat dan simpan di tempat yang sejuk dan kering, terhindar dari sinar matahari langsung.
- Dapat digunakan setelah 3 minggu; semakin lama didiamkan, semakin kuat rasa lemonnya meresap, sehingga aromanya menjadi lebih lembut.

Lemon merah muda yang diawetkan dalam madu.
Beberapa hal yang perlu diingat saat menggunakan lemon merah muda:
- Lemon berwarna merah muda sebaiknya dikonsumsi saat musimnya (Agustus–Oktober).
- Jangan direndam dalam wadah plastik atau logam.
- Tidak cocok untuk anak di bawah 1 tahun.
- Saat menggunakan, gunakan sendok yang bersih dan kering untuk mencegah fermentasi.
Selain itu, Anda harus menjaga tubuh tetap hangat – terutama leher, kepala, punggung, dan kaki; dan batasi makanan yang dianggap "dingin", seperti kepiting, siput, dan daging bebek.
Lihat artikel trending lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/4-bai-thuoc-dan-gian-de-lam-giup-giam-ho-16925111111063201.htm







Komentar (0)