Saya memiliki batu ginjal dan terkadang menggunakan pengobatan tradisional Tiongkok. Apakah mengonsumsi kangkung akan menimbulkan efek negatif? Mohon saran dari ahli. (Hoang Lich - Hanoi )
Praktisi pengobatan tradisional Bui Dac Sang - Asosiasi Pengobatan Tradisional Hanoi memberikan saran:
Kangkung merupakan makanan yang umum di rumah tangga Vietnam. Sayuran ini rendah kalori, kaya serat, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan antioksidan, sehingga dianggap baik untuk kesehatan, terutama dalam membantu mengontrol gula darah pada penderita diabetes dan meningkatkan asupan serat.
Menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok, kangkung memiliki rasa sedikit manis dan sifat mendinginkan. Kangkung sangat efektif dalam meredakan panas, mendetoksifikasi, melancarkan buang air kecil, dan menghentikan pendarahan. Kangkung digunakan dalam kasus panas dalam, keracunan makanan, kesulitan buang air kecil, darah dalam urine, mimisan, dan pendarahan lambung.
Namun, jika dikonsumsi dengan tidak benar, kangkung juga dapat menimbulkan banyak risiko bagi tubuh. Waspadai hal-hal yang harus dihindari saat mengonsumsi kangkung, termasuk risiko batu ginjal.

1. Hindari makan berlebihan jika Anda memiliki batu ginjal, asam urat, atau penyakit ginjal.
Kangkung mengandung kadar purin dan mineral yang tinggi yang mungkin tidak cocok untuk penderita asam urat, batu ginjal, infeksi saluran kemih, atau gangguan fungsi ginjal. Mengonsumsi sayuran ini dalam jumlah besar dapat memperburuk peradangan, nyeri, dan gangguan metabolisme. Penderita tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal sebaiknya mengonsumsinya dalam jumlah sedang dan berkonsultasi dengan dokter.
2. Jangan makan kangkung saat Anda memiliki luka terbuka.
Menurut kepercayaan tradisional dan pengalaman klinis, kangkung dapat merangsang proliferasi jaringan, sehingga mudah menyebabkan pembentukan bekas luka keloid atau bintik-bintik gelap yang tidak sedap dipandang, terutama pada orang yang memiliki kecenderungan pembentukan bekas luka keloid.
Orang yang baru saja menjalani operasi, memiliki luka jaringan lunak, atau sedang dalam proses penyembuhan kulit sebaiknya membatasi konsumsi makanan ini.
3. Hindari konsumsi kangkung secara berlebihan jika Anda sedang menjalani pengobatan untuk penyakit tulang dan sendi.
Penderita radang sendi dan nyeri sendi disarankan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak kangkung, karena dapat meningkatkan peradangan dan memperburuk gejala nyeri. Pola makan yang seimbang dan bervariasi lebih disarankan, daripada hanya mengandalkan satu jenis sayuran saja.
4. Jangan mengonsumsi kangkung tanpa berkonsultasi dengan dokter saat sedang mengonsumsi obat tradisional Tiongkok.
Sayuran ini dapat memengaruhi efektivitas beberapa pengobatan tradisional Tiongkok, terutama yang bersifat toksik atau membutuhkan penyerapan yang stabil. Jika Anda sedang menjalani pengobatan jangka panjang dengan pengobatan tradisional Tiongkok atau obat resep, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kangkung secara teratur.
5. Jangan makan kangkung mentah atau setengah matang.
Kangkung yang ditanam di air mungkin mengandung parasit usus. Jika kangkung tidak dicuci bersih atau tidak dimasak dengan benar, parasit dapat masuk ke dalam tubuh, menyebabkan sakit perut, kembung, gangguan pencernaan, alergi kulit, atau kelainan pencernaan. Oleh karena itu, Anda harus merendam dan mencuci kangkung secara menyeluruh serta memasaknya hingga matang untuk mengurangi risiko infeksi.
Secara keseluruhan, kangkung tetap merupakan sayuran yang sangat bergizi. Dengan indeks glikemik rendah (GI sekitar 10), kalori rendah, dan kandungan serat tinggi, kangkung cocok untuk orang yang perlu mengontrol berat badan atau penderita diabetes.
Beberapa hidangan populer yang dibuat dengan kangkung antara lain: direbus, ditumis dengan bawang putih, ditumis dengan daging sapi, dan sup. Untuk mendapatkan manfaat dari kangkung, orang-orang harus memilih sayuran yang segar dan bersih, mencucinya hingga bersih, memasaknya dengan baik, dan mengonsumsinya dalam jumlah sedang.



Sumber: https://vietnamnet.vn/5-khong-khi-an-rau-muong-de-tranh-hai-suc-khoe-2520701.html








Komentar (0)