Pada tahun-tahun awal kehidupan, otak anak berkembang pesat, sehingga membutuhkan nutrisi yang cukup dan seimbang. DHA (asam dokosaheksaenoat) – asam lemak omega-3 – memainkan peran yang sangat penting sebagai komponen membran sel saraf, berkontribusi pada pembentukan dan penyelesaian koneksi otak.
Anak-anak yang menerima suplementasi DHA yang cukup memiliki kemampuan belajar yang lebih baik, daya ingat yang lebih tahan lama, dan mengembangkan kemampuan berpikir dan pemecahan masalah yang lebih efektif. Berikut adalah 5 makanan kaya DHA yang sebaiknya disertakan orang tua dalam diet harian anak-anak mereka untuk mendukung perkembangan intelektual yang optimal.
1. Ikan Salmon
Salmon dan ikan berlemak lainnya (makarel, sarden, herring) merupakan sumber omega-3 yang kaya, terutama DHA – komponen penting dari membran sel otak, yang mendukung perkembangan kognitif, memori, dan penglihatan.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), diet kaya makanan laut membantu anak-anak mengembangkan otak yang sehat. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan agar anak-anak mengonsumsi ikan 1-2 kali seminggu, memilih varietas rendah merkuri seperti salmon untuk keamanan dan asupan DHA yang cukup.
2. Buah beri
![]() |
| Buah beri seperti blueberry, stroberi, raspberry, dan blackberry kaya akan DHA, yang membantu perkembangan otak anak-anak. |
Buah beri—terutama blueberry, stroberi, raspberry, dan blackberry—kaya akan antosianin, yaitu sekelompok flavonoid dengan sifat antioksidan yang kuat. Senyawa-senyawa ini telah dipelajari potensinya untuk meningkatkan daya ingat, kemampuan belajar, dan fungsi kognitif.
Sebuah studi yang diterbitkan di European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa anak-anak berusia 7-10 tahun yang minum jus cranberry selama 4 minggu mengalami peningkatan signifikan dalam daya ingat dan konsentrasi. Tinjauan umum di Frontiers in Nutrition juga menegaskan bahwa buah beri memiliki dampak positif pada fungsi otak karena kandungan antosianin dan polifenolnya yang tinggi.
CDC menganjurkan anak-anak untuk mengonsumsi banyak buah setiap hari untuk mendukung perkembangan otak, meningkatkan kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan. Orang tua dapat menambahkan buah beri segar atau beku ke sarapan, yogurt, oatmeal, atau smoothie—lezat dan memberikan nutrisi yang bermanfaat bagi perkembangan otak anak-anak.
3. Telur
Telur merupakan sumber kolin yang kaya, nutrisi penting untuk perkembangan otak. Kolin adalah prekursor asetilkolin, neurotransmiter yang berperan dalam mengatur suasana hati dan memori. Masukkan telur ke dalam diet anak Anda melalui telur orak-arik atau telur rebus...
Dianjurkan agar anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 200 mg kolin per hari, sedangkan sebutir telur ayam berukuran sedang menyediakan lebih dari 100 mg. Studi menunjukkan bahwa suplementasi kolin yang cukup di awal kehidupan mendukung pembentukan struktur otak dan meningkatkan fungsi kognitif di kemudian hari.
Orang tua dapat memasukkan telur ke dalam makanan sehari-hari anak-anak mereka dengan berbagai cara sederhana, seperti telur orak-arik, telur goreng, atau telur rebus. Selain itu, telur menyediakan protein berkualitas tinggi, vitamin B12, dan selenium, yang berkontribusi pada perkembangan anak secara keseluruhan.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kacang kenari adalah salah satu dari sedikit kacang yang kaya akan asam lemak omega-3, khususnya ALA (asam alfa-linolenat) – prekursor yang dapat diubah tubuh menjadi DHA dan EPA, yang mendukung fungsi otak. Selain itu, biji chia dan biji rami menyediakan banyak serat, protein nabati, antioksidan, dan mineral yang penting untuk perkembangan intelektual dan kesehatan secara keseluruhan.
Menurut Harvard School of Public Health , mengonsumsi kacang-kacangan secara teratur dalam diet dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan mungkin terkait dengan fungsi kognitif yang lebih baik karena kandungan lemak tak jenuh dan antioksidannya yang tinggi. National Institutes of Health (NIH) juga mencatat bahwa ALA dari kenari, biji chia, dan biji rami merupakan sumber omega-3 nabati yang penting dalam diet, terutama untuk anak-anak yang tidak banyak mengonsumsi ikan.
Orang tua dapat menaburkan kacang kenari cincang, biji chia, atau biji rami di atas yogurt, oatmeal, atau menambahkannya ke camilan sehat untuk meningkatkan rasa dan nilai gizi.
![]() |
| Sayuran berdaun hijau menyediakan vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan untuk perkembangan intelektual anak. |
5. Sayuran berdaun hijau
Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, dan sawi tidak hanya kaya serat tetapi juga menyediakan folat, vitamin K, lutein, dan banyak antioksidan yang penting untuk kesehatan otak. Folat sangat penting untuk perkembangan neurologis awal, membantu membentuk sel-sel otak dan mendukung proses pembelajaran dan memori.
NIH menegaskan bahwa folat memainkan peran penting dalam produksi DNA dan RNA serta pembelahan sel, terutama penting selama masa pertumbuhan pesat anak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Neurology menunjukkan bahwa diet kaya sayuran hijau berdaun dikaitkan dengan laju penurunan kognitif yang lebih lambat pada orang dewasa, menunjukkan manfaat jangka panjang untuk kesehatan otak.
Orang tua dapat menambahkan bayam dan kale ke dalam salad, smoothie, atau menumisnya sebentar untuk mempertahankan nutrisi maksimal, memastikan anak-anak menikmati makanan lezat sekaligus mendapatkan vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan untuk perkembangan intelektual.
Menurut Health & Life
Sumber: https://baokhanhhoa.vn/doi-song/am-thuc/202510/5-thuc-pham-giau-dha-giup-tre-phat-trien-tri-nao-vuot-troi-7257357/










Komentar (0)