Buah naga adalah buah tropis yang banyak dibudidayakan di Vietnam. Dengan rasanya yang manis, berair, dan rendah kalori, buah naga sering dipilih oleh mereka yang menjalani diet sehat. Selain itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa buah ini mengandung banyak nutrisi bermanfaat seperti serat, vitamin C, zat besi, magnesium, dan antioksidan seperti betalain, flavonoid, dan polifenol. Menambahkan buah naga ke dalam diet seimbang dapat memberikan banyak manfaat kesehatan.
- 1. Manfaat kesehatan buah naga
- 1.1. Mengonsumsi buah naga mendukung sistem pencernaan yang sehat.
- 1.2. Memelihara mikrobioma usus
- 1.3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
- 1.4. Dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
- 1.5. Berkontribusi dalam perlindungan kesehatan kardiovaskular.
- 1.6. Dukungan manajemen berat badan
- 1.7. Membantu menjaga kesehatan kulit
- 1.8. Berkontribusi dalam pencegahan anemia
- 1.9. Kaya akan antioksidan yang membantu melindungi sel.
- 2. Siapa yang sebaiknya menghindari mengonsumsi buah naga dan tindakan pencegahan apa yang harus dilakukan?
Dalam pengobatan tradisional, buah naga memiliki rasa manis dan menyegarkan, dipercaya memiliki khasiat untuk meredakan panas, menghasilkan cairan tubuh, menghilangkan rasa haus, melumasi usus, dan membantu pencernaan. Oleh karena itu, buah ini sering dianjurkan untuk dikonsumsi di musim panas atau ketika tubuh menunjukkan tanda-tanda panas dalam, mulut kering, atau sembelit.
Namun, menurut Pengobatan Tradisional Tiongkok, orang dengan limpa dan lambung yang lemah, yang sering mengalami rasa dingin di perut atau diare, sebaiknya mengonsumsi buah naga dalam jumlah sedang, menghindari konsumsi berlebihan sekaligus untuk meminimalkan ketidaknyamanan pencernaan.
Meskipun efek-efek ini terutama didasarkan pada pengobatan tradisional, banyak manfaat buah naga kini juga telah diakui oleh studi nutrisi modern.
1. Manfaat kesehatan buah naga
Menurut Departemen Pertanian AS (USDA), buah naga adalah buah rendah energi tetapi kaya akan mikronutrien. 100 gram buah naga mengandung air, karbohidrat, serat, vitamin C, sejumlah kecil zat besi, magnesium, dan banyak senyawa tanaman bioaktif. Secara khusus, buah naga berdaging merah kaya akan betalain – pigmen yang memberikan warna merah keunguan yang khas dan juga merupakan antioksidan yang ampuh.
Selain itu, biji hitam kecil buah naga menyediakan lemak tak jenuh dan sumber prebiotik alami yang membantu menyehatkan mikrobioma usus.

Buah naga memiliki rasa manis dan sifat yang menyejukkan, serta dipercaya memiliki khasiat untuk meredakan panas, menghasilkan cairan tubuh, menghilangkan rasa haus, melancarkan buang air besar, dan membantu pencernaan.
1.1. Mengonsumsi buah naga mendukung sistem pencernaan yang sehat.
Buah naga merupakan sumber serat yang kaya. Serat membantu meningkatkan volume feses, melancarkan buang air besar, dan membantu mencegah sembelit. Selain itu, buah naga mengandung senyawa yang bertindak sebagai prebiotik , menyediakan nutrisi bagi bakteri baik di usus. Ketika mikrobioma usus seimbang, pencernaan dan penyerapan nutrisi menjadi lebih efisien.
Sistem pencernaan yang sehat juga berkontribusi pada sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan mengurangi risiko gangguan metabolisme tertentu.
1.2. Memelihara mikrobioma usus
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan semakin memperhatikan peran mikrobioma usus dalam kesehatan secara keseluruhan. Oligosakarida dan serat dalam buah naga dapat mendorong pertumbuhan bakteri baik seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium . Akibatnya, mikrobioma usus yang lebih beragam dapat dipertahankan, yang berkontribusi pada peningkatan pencernaan, peningkatan kekebalan tubuh, dan pengurangan peradangan.
Namun, agar efektif, mengonsumsi buah naga sebaiknya dikombinasikan dengan diet yang kaya akan sayuran hijau, biji-bijian utuh, dan buah-buahan lainnya.
1.3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Vitamin C adalah salah satu nutrisi unggulan dalam buah naga. Vitamin ini berperan dalam produksi dan fungsi sel imun serta membantu tubuh melawan efek radikal bebas. Selain vitamin C, antioksidan dalam buah naga juga berkontribusi melindungi sel dari stres oksidatif – faktor yang terkait dengan penuaan dan banyak penyakit kronis.
1.4. Dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
Buah naga memiliki indeks glikemik yang relatif rendah dan kaya serat, yang membantu memperlambat penyerapan gula setelah makan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menambahkan buah naga ke dalam diet dapat berkontribusi pada peningkatan kontrol gula darah pada orang yang berisiko terkena diabetes. Namun, bukti saat ini belum cukup kuat untuk menganggapnya sebagai makanan terapeutik.
Penderita diabetes tetap perlu mengontrol asupan karbohidrat total dan mengikuti petunjuk dokter.
1.5. Berkontribusi dalam perlindungan kesehatan kardiovaskular.
Pola makan yang kaya buah dan sayuran telah lama terbukti mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Pada buah naga, serat membantu mendukung pengendalian kolesterol darah, sementara antioksidan berkontribusi mengurangi kerusakan sel akibat oksidasi. Secara khusus, biji kecil dalam buah tersebut mengandung asam lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung.
Namun, manfaat ini hanya akan terwujud jika buah naga menjadi bagian dari pola makan sehat yang dikombinasikan dengan olahraga dan pengendalian faktor risiko lainnya yang baik.
1.6. Dukungan manajemen berat badan
Buah naga merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan. Buah ini kaya akan air, rendah lemak, dan rendah kalori. Kandungan seratnya membantu memperpanjang rasa kenyang, sehingga membatasi ngemil atau konsumsi energi berlebihan pada waktu makan berikutnya. Namun, buah naga bukanlah makanan "pembakar lemak". Efektivitasnya dalam menurunkan berat badan masih bergantung pada total asupan energi, tingkat aktivitas, dan gaya hidup.
1.7. Membantu menjaga kesehatan kulit
Vitamin C memainkan peran penting dalam sintesis kolagen – komponen yang membantu menjaga struktur dan elastisitas kulit. Selain itu, antioksidan dalam buah naga membantu membatasi kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas, sehingga berkontribusi memperlambat proses penuaan kulit.
Untuk kesehatan kulit, mengonsumsi buah naga sebaiknya dikombinasikan dengan pola makan yang bervariasi, tidur yang cukup, asupan air yang memadai, dan perlindungan dari sinar matahari.
1.8. Berkontribusi dalam pencegahan anemia
Buah naga mengandung sejumlah zat besi. Meskipun bukan sumber zat besi yang kaya, vitamin C dalam buah ini membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati. Oleh karena itu, bila dikombinasikan dengan makanan kaya zat besi seperti kacang-kacangan, sayuran hijau gelap, atau daging tanpa lemak, tubuh dapat menyerap zat besi dengan lebih efektif. Namun, penderita anemia defisiensi zat besi tetap perlu mengikuti pedoman pengobatan dokter dan tidak boleh hanya mengandalkan konsumsi buah naga.
1.9. Kaya akan antioksidan yang membantu melindungi sel.
Buah naga, terutama buah naga berdaging merah, kaya akan betalain , flavonoid, dan polifenol. Senyawa-senyawa ini membantu menetralkan radikal bebas, sehingga berkontribusi pada perlindungan sel terhadap stres oksidatif – faktor yang terkait dengan penuaan dan banyak penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan beberapa penyakit degeneratif. Beberapa penelitian juga mencatat sifat anti-inflamasi betalain. Namun, para ilmuwan percaya bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk sepenuhnya mengkonfirmasi manfaat ini.
2. Siapa yang sebaiknya menghindari mengonsumsi buah naga dan tindakan pencegahan apa yang harus dilakukan?
Buah naga cocok untuk kebanyakan orang sehat dan dapat digunakan sebagai bagian dari diet seimbang. Mereka yang mengalami sembelit, jarang mengonsumsi sayuran hijau, atau sedang mengatur berat badan mungkin mendapat manfaat dari memasukkan buah naga ke dalam diet mereka dalam jumlah yang wajar.
Penderita diabetes tetap bisa mengonsumsi buah naga, tetapi jumlah buah ini harus dihitung sebagai bagian dari total asupan karbohidrat harian mereka.
Menurut pengobatan tradisional, orang dengan limpa dan lambung yang lemah, atau mereka yang rentan terhadap sakit perut atau diare, sebaiknya tidak mengonsumsi buah naga terlalu banyak, terutama saat perut kosong.
Selain itu, seperti buah-buahan lainnya, untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang optimal, buah ini harus dikombinasikan dengan diet yang bervariasi, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan menjaga gaya hidup sehat.
Pembaca diundang untuk membaca lebih lanjut:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/9-ly-do-nen-an-thanh-long-thuong-xuyen-169260702141555588.htm







