Danh Gia Huy, seorang siswa kelas 5A2 di Sekolah Dasar Ngan Dua, mengatakan: “Belajar AI itu menyenangkan karena kita bisa membuat gambar dan video yang hidup dalam pelajaran kita. Awalnya agak sulit, tetapi dengan bimbingan guru, saya mengerti dan mampu melakukannya.” Siswa lain di kelas yang sama, Tran Phu Vinh, mengatakan: “Yang paling saya sukai adalah bisa menggunakan AI untuk menciptakan sesuatu sesuai dengan ide saya sendiri.”
Para siswa mendiskusikan pelajaran AI di kelas.
Tekanan infrastruktur, kapasitas, dan tantangan dalam menggunakan AI secara efektif.
Namun, implementasinya juga menghadapi banyak tantangan. Sebagian siswa dari latar belakang kurang mampu, dengan akses terbatas terhadap teknologi di rumah, tidak terbiasa dengan AI. Selain itu, kesadaran mereka tentang keamanan informasi terbatas, sehingga mereka rentan secara tidak sengaja membagikan data pribadi seperti alamat dan kata sandi saat menggunakan AI tanpa izin orang dewasa. Tanpa bimbingan dan pengawasan yang ketat, siswa juga berisiko menjadi bergantung pada AI, yang berdampak pada kemampuan berpikir mandiri mereka.
Kendala terbesar saat ini adalah kurangnya fasilitas fisik dan infrastruktur teknologi. Pengajaran AI membutuhkan laboratorium komputer yang lengkap dengan koneksi internet yang stabil, sementara sumber daya investasi terbatas.
Selain itu, peningkatan kapasitas juga merupakan tantangan, karena guru membutuhkan pelatihan mendalam dalam pengetahuan, keterampilan dalam memanfaatkan, dan metode untuk mengintegrasikan AI. Risiko seperti kebocoran data pribadi, pelanggaran privasi, atau potensi AI untuk memberikan informasi yang menyesatkan atau bias juga memerlukan manajemen yang ketat.
Dari sudut pandang orang tua, banyak kekhawatiran muncul tentang risiko siswa menjadi bergantung pada AI, yang mengurangi kemampuan mereka untuk berpikir mandiri dan kualitas pembelajaran mereka. Ibu Tran Thi Dam berbagi: "Anak saya terbiasa mencari informasi menggunakan AI, tetapi saya tidak yakin apakah mereka memahami pelajaran atau hanya menyalin." Bapak Nguyen Chanh Nghia juga percaya bahwa pembelajaran AI sangat bergantung pada perangkat, internet, dan dukungan keluarga – sesuatu yang tidak semua keluarga dapat berikan.
Siswa-siswi dari Sekolah Dasar Ngan Dua memenangkan Hadiah Penghargaan dalam Kompetisi Inovasi AI di Can Tho.
Menurut beberapa pendapat, permasalahannya bukanlah apakah akan menggunakan AI, tetapi bagaimana cara menggunakannya. Jika diimplementasikan dengan benar, AI akan mendukung pembelajaran personal, mengurangi beban kerja guru, dan meningkatkan kualitas pendidikan; sebaliknya, jika tidak dikendalikan dengan baik, hal itu dapat berdampak negatif pada kemampuan belajar mandiri siswa.
Bapak Nguyen Van Nguyen, Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan, menyatakan bahwa sektor pendidikan perlu mengembangkan peta jalan untuk berinvestasi dalam infrastruktur yang tersinkronisasi; memperkuat pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru; dan memobilisasi sumber daya sosial serta bekerja sama dengan perusahaan teknologi untuk mendukung sekolah. Implementasinya harus fleksibel, praktis, dan tidak memberikan tekanan yang berlebihan pada guru dan siswa.
Proyek pendidikan digital di Ca Mau merupakan langkah penting untuk mengikuti perkembangan zaman. Namun, untuk mencapai efektivitasnya, diperlukan sinkronisasi dari pelatihan guru dan dukungan orang tua hingga membangun lingkungan belajar di mana teknologi berperan sebagai pendukung, bukan menggantikan peran manusia. Karena inti dari pendidikan tetaplah pembentukan pola pikir, karakter, dan kemampuan belajar mandiri pada siswa.
Lam Khanh
Sumber: https://baocamau.vn/ai-vao-lop-hoc-ky-vong-va-thach-thuc-a128306.html







Komentar (0)