Di antara sekian banyak ungkapan cinta yang dimiliki Presiden Ho Chi Minh kepada rakyat, terdapat cinta yang besar kepada anak-anak dan kaum muda. Dan di antara anak-anak dan kaum muda saat ini – mereka yang belum pernah bertemu Paman Ho tetapi hanya mengenalnya melalui gambar dan cerita – cinta dan rasa hormat mereka kepadanya tak terukur.

Paman Ho dan anak-anak: Cinta yang tak terbatas.

Berbicara tentang kecintaan Paman Ho yang begitu besar terhadap anak-anak, kita langsung teringat akan harapan dan ucapan yang baik dan penuh kasih sayang yang, bahkan hingga hari ini, masih kita dengar dalam surat-suratnya kepada anak-anak pada kesempatan dimulainya tahun ajaran baru (5 September), Festival Pertengahan Musim Gugur (tanggal 15 bulan ke-8 kalender lunar), atau Hari Anak Internasional (1 Juni).

Pada awal setiap tahun ajaran baru, para siswa selalu diingatkan akan nasihat Presiden Ho Chi Minh, yang juga mencerminkan harapan dan ekspektasinya terhadap generasi mendatang mengenai tanggung jawab mereka kepada bangsa: "Apakah bangsa Vietnam akan menjadi indah dan makmur, dan apakah rakyat Vietnam akan mencapai puncak kejayaan untuk berdiri bahu-membahu dengan kekuatan besar dari lima benua, sebagian besar bergantung pada upaya belajar kalian anak-anakku" (Surat kepada siswa pada September 1945 oleh Presiden Ho Chi Minh).

Sebagai anak-anak Vietnam, mungkin sejak usia muda, setiap orang telah mempelajari dan menghafal "5 hal yang diajarkan Paman Ho": "Cintai Tanah Air, cintai sesama warga negara / Belajar dengan giat, bekerja dengan giat / Bersatu, disiplin / Jaga kebersihan / Rendah hati, jujur, dan berani." Ajaran-ajaran ini dapat menemani setiap orang sepanjang perjalanan hidupnya.

Kecintaan Paman Ho yang tak terbatas kepada anak-anak juga diungkapkan melalui banyak cerita dan puisi: “Anak-anak bagaikan tunas di ranting / Mengetahui cara makan, tidur, dan belajar adalah perbuatan baik / Sayangnya, ketika negara menghadapi kesulitan / Anak-anak juga harus menderita dan menanggung kesulitan yang besar…”; “Semoga kalian anak-anakku akan berusaha / Untuk berlomba dalam belajar dan berbuat / Usia muda melakukan hal-hal kecil / Sesuai dengan kemampuan kalian / Semoga kalian anak-anakku layak / Menjadi anak-anak Paman Ho Chi Minh.” Ajaran-ajaran ini, yang dipenuhi dengan cinta yang tak terbatas, selalu menyertai anak-anak di seluruh negeri di setiap zaman dan telah menjadi warisan budaya yang tak ternilai harganya bagi seluruh Partai, seluruh rakyat, dan generasi muda negara kita.