Faktanya, rambutan masih mengandung gula alami, sehingga dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Namun, seberapa besar dampaknya bergantung pada jumlah yang dikonsumsi, tingkat kematangan, dan bagaimana rambutan dikombinasikan dengan makanan lain dalam satu kali makan. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, rambutan tetap dapat menjadi bagian dari diet sehat tanpa memengaruhi kadar gula darah secara signifikan, menurut situs web Amerika Eating Well .

Rambutan adalah buah yang kaya akan vitamin C, tembaga, kalium, mangan, dan magnesium.
FOTO: N. Quy dibuat menggunakan AI
Meskipun rambutan dapat menyebabkan lonjakan gula darah setelah dikonsumsi, peningkatan tersebut biasanya tidak signifikan seperti pada makanan yang mengandung gula olahan, seperti minuman ringan, permen, atau bubble tea.
Rambutan memiliki indeks glikemik berkisar antara 42 hingga 59, tergantung pada varietas dan tingkat kematangannya. Oleh karena itu, rambutan dianggap sebagai buah dengan indeks glikemik rendah hingga sedang. Namun, indeks glikemik bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan peningkatan gula darah setelah makan. Jumlah yang dikonsumsi juga penting.
Meskipun memiliki indeks glikemik yang relatif rendah, rambutan tetap mengandung sejumlah besar gula alami. Mengonsumsi terlalu banyak dalam waktu singkat dapat menyebabkan peningkatan tajam dalam asupan gula total.
Selain itu, serat dalam rambutan hanya memperlambat penyerapan gula hingga batas tertentu. Jika dikonsumsi secara berlebihan, kadar gula darah masih dapat melebihi kendali tubuh, terutama pada penderita resistensi insulin atau diabetes.
Tingkat kematangan buah juga memengaruhi kadar gula darah. Semakin matang dan manis rambutan, semakin tinggi kandungan gulanya. Oleh karena itu, mengonsumsi banyak rambutan matang dapat menyebabkan kadar glukosa darah naik lebih cepat. Selain itu, mengonsumsi rambutan saat perut kosong memungkinkan penyerapan gula yang lebih cepat dibandingkan mengonsumsinya setelah makan utama.
Mengapa Anda tidak boleh menunda pemeriksaan skrining kanker?
Penderita diabetes dapat mengonsumsi rambutan dalam jumlah sedang.
Penderita diabetes tidak harus sepenuhnya menghindari rambutan. Banyak pedoman nutrisi terkini menyarankan bahwa penderita diabetes masih dapat mengonsumsi rambutan, tetapi dalam jumlah sedang.
Jika Anda ingin mengonsumsi rambutan sambil tetap mengontrol kadar gula darah, Anda harus memperhatikan cara mengonsumsinya. Mengonsumsi rambutan setelah makan utama akan membantu memperlambat laju penyerapan gula dibandingkan dengan mengonsumsinya saat perut kosong.
Anda sebaiknya tidak mengonsumsi rambutan terlalu banyak sekaligus, terutama saat perut kosong. Menggabungkan rambutan dengan makanan kaya protein atau lemak sehat, seperti yogurt tawar, kacang-kacangan, atau telur, juga dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa. Setelah mengonsumsi buah manis ini, olahraga ringan seperti berjalan kaki juga dapat membantu tubuh menggunakan glukosa lebih efisien, menurut Eating Well .
Sumber: https://thanhnien.vn/an-chom-chom-co-lam-tang-duong-huyet-khong-185260519200851276.htm







Komentar (0)