Apel dan jeruk sama-sama mengandung gula alami, tetapi keduanya juga mengandung serat, air, dan antioksidan, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secepat makanan manis olahan, menurut situs web kesehatan Health .
Apel dapat membantu memperlambat lonjakan gula darah sedikit lebih efektif daripada jeruk karena mengandung lebih banyak serat larut, terutama pektin. Serat jenis ini membentuk gel di usus, sehingga memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Apel juga menciptakan rasa kenyang yang lebih lama, membantu membatasi ngemil setelah makan.

Apel dan jeruk sama-sama mengandung gula alami, tetapi keduanya juga mengandung serat, air, dan antioksidan, sehingga tidak menyebabkan kadar gula darah naik terlalu cepat.
Foto: N.Vy dibuat dengan Gemini
Jeruk kaya akan vitamin C dan membantu menghidrasi tubuh. Meskipun tubuh mencerna jeruk sedikit lebih cepat daripada apel, perbedaan dampaknya terhadap kadar gula darah tidak signifikan.
Menurut Brianna Tobritzhofer, seorang ahli gizi di AS, dalam kebanyakan kasus, ukuran porsi, kematangan buah, dan nutrisi harian secara keseluruhan memiliki dampak yang lebih besar pada kadar gula darah daripada memilih apel atau jeruk.
Baik apel maupun jeruk termasuk dalam kelompok indeks glikemik (GI) rendah.
Indeks glikemik (GI) menunjukkan seberapa cepat suatu makanan meningkatkan kadar gula darah. Apel dan jeruk adalah makanan dengan GI rendah, artinya keduanya membantu kadar gula darah naik secara perlahan dan stabil.
Apel umumnya memiliki indeks glikemik (GI) sekitar 36 hingga 40, sedangkan jeruk berkisar antara 40 hingga 45. Perbedaan ini cukup kecil, sehingga keduanya cocok untuk diet sehat.
Selain indeks glikemik (GI), kandungan serat dan cara mengonsumsi buah juga sangat memengaruhi kadar gula darah. Mengonsumsi buah utuh mempertahankan seratnya, sehingga memperlambat pencernaan. Sementara itu, jus buah kehilangan sebagian besar seratnya, menyebabkan tubuh menyerap gula lebih cepat.
Bahkan jus buah 100% tanpa tambahan gula pun dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan cepat karena kurangnya serat alami.
Setiap jenis buah memiliki manfaatnya masing-masing.
Sebuah apel dengan berat 180g mengandung sekitar 25,1g karbohidrat dan 4,3g serat. Sementara itu, sebuah jeruk dengan berat 140g mengandung sekitar 16,5g karbohidrat dan 2,8g serat.
Apel mengandung banyak karbohidrat tetapi juga kaya serat, sehingga membantu menstabilkan gula darah dengan lebih baik. Apel juga menyediakan polifenol, senyawa tumbuhan yang bermanfaat untuk kesehatan kardiovaskular dan membantu mengurangi peradangan.
Jeruk sangat kaya akan vitamin C. Satu buah jeruk menyediakan sekitar 92% dari kebutuhan vitamin C harian. Buah ini juga mengandung kalium, nutrisi penting untuk kesehatan kardiovaskular dan keseimbangan cairan dalam tubuh.
Cara mengonsumsi buah untuk menghindari lonjakan gula darah secara tiba-tiba.
Mengonsumsi apel atau jeruk bersamaan dengan makanan yang kaya protein dan lemak sehat seperti yogurt, keju, atau kacang-kacangan membantu tubuh menyerap gula dengan lebih stabil.
Ukuran porsi juga penting. Mengonsumsi terlalu banyak buah sekaligus dapat menyebabkan kadar gula darah naik lebih tinggi dari normal.
Para ahli nutrisi merekomendasikan untuk memprioritaskan buah utuh daripada jus atau buah kering.
Sumber: https://thanhnien.vn/tao-hay-cam-giup-duong-huyet-on-dinh-hon-185260520110533931.htm








Komentar (0)