Sesuai rencana, Ofqual telah meluncurkan konsultasi publik selama tiga bulan untuk menilai kelayakan penerapan pengujian berbasis layar. Masing-masing dari empat badan penguji utama akan diundang untuk mengembangkan dua silabus ujian percontohan, dengan memprioritaskan mata pelajaran dengan jumlah kandidat terdaftar kurang dari 100.000, seperti Bahasa Jerman, sementara mata pelajaran dengan jumlah siswa yang lebih besar, seperti Matematika, tidak akan dimasukkan dalam program percontohan.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya keluhan dari siswa tentang kelelahan tangan dan kesulitan mempertahankan tulisan tangan selama ujian yang panjang, terutama karena kebiasaan belajar mereka semakin terikat pada keyboard dan layar.
Namun, proposal ini juga menimbulkan banyak kekhawatiran. Isu-isu terkait akses yang adil terhadap perangkat, keamanan siber, risiko teknis, dan kebutuhan akan infrastruktur baru sedang dipertimbangkan.
Ofqual menyatakan bahwa siswa tidak akan diizinkan menggunakan perangkat pribadi, dan sekolah dapat memilih antara ujian berbasis layar atau kertas, dengan dua format sertifikat yang berbeda. Pena dan kertas tetap menjadi metode penilaian utama untuk masa mendatang.
Ian Bauckham, ketua Ofqual, menekankan perlunya kehati-hatian saat beralih ke penilaian daring, dengan alasan bahwa standar dan keadilan yang mendasari sistem penilaian Inggris harus dilindungi. Sementara itu, para guru mencatat penurunan keterampilan menulis tangan siswa, tetapi juga berpendapat bahwa menulis tangan memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/anh-se-thi-tren-may-tinh-post760959.html






Komentar (0)