| Para pemilih memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara selama pemilihan presiden Argentina di Buenos Aires, Argentina, pada 22 Oktober 2023. (Sumber: Reuters) |
Tempat pemungutan suara dibuka pukul 8:00 waktu setempat (18:00 waktu Vietnam) dan diperkirakan akan ditutup pukul 18:00 pada hari yang sama. Statistik menunjukkan bahwa 35,8 juta pemilih berhak memberikan suara dalam pemilihan ini. Hasil sementara diperkirakan akan diumumkan pada malam tanggal 23 Oktober.
Pemilu ini dianggap sulit diprediksi, dengan para pemilih terjebak di antara ideologi yang berlawanan. Lima kandidat lolos dari pemilihan pendahuluan dan berhak untuk bersaing, dengan tiga tokoh dianggap memiliki peluang terbesar untuk menang: Menteri Ekonomi Sergio Massa, yang dicalonkan oleh koalisi penguasa kiri-tengah Unión por la Patria (Persatuan untuk Tanah Air); pemimpin Partai Proposal Republik (PRO – partai kunci dalam koalisi penguasa kanan-tengah dari 2015-2019), Patricia Bullrich; dan anggota Kongres sayap kanan jauh Javier Milei.
Dalam pemilihan pendahuluan presiden yang diadakan pada pertengahan Agustus, Anggota Kongres Javier Milei memenangkan suara terbanyak dengan 30,2%. Menteri Massa berada di urutan kedua dengan 21,4% suara. Kandidat Patricia Bullrich menerima 17% suara. Keunggulan Anggota Kongres Javier Milei dalam pemilihan pendahuluan dianggap sebagai kejutan, karena para pengamat sebelumnya memperkirakan persaingan "dua kuda" antara koalisi kiri-tengah yang berkuasa dan oposisi konservatif.
Menurut Konstitusi Argentina, untuk memenangkan pemilihan presiden, seorang kandidat harus memperoleh setidaknya 45% suara, atau 40% dengan selisih minimal 10% di atas kandidat peringkat kedua. Jika tidak ada kandidat yang mencapai jumlah suara yang dibutuhkan, putaran kedua pemilihan antara dua kandidat dengan jumlah suara tertinggi akan diadakan sekitar 30 hari kemudian.
Persaingan untuk posisi kepemimpinan tertinggi di Argentina lebih sulit diprediksi dari sebelumnya, karena para kandidat memiliki peluang yang sama. Sebagian besar analis politik di Argentina percaya bahwa tidak ada kandidat yang akan menang mutlak dalam pemilihan 22 Oktober, sehingga diperlukan putaran kedua pemungutan suara.
Sumber








Komentar (0)