Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Para dokter memberikan saran untuk membantu ibu hamil mengatasi gelombang panas.

Saat cuaca panas, ibu hamil perlu memberikan perhatian khusus untuk tetap terhidrasi dan menghindari keluar rumah pada jam-jam sibuk untuk mencegah dampak negatif pada kesehatan ibu dan bayi.

ZNewsZNews27/05/2026

Paparan panas yang berkepanjangan tidak hanya menyebabkan kelelahan pada orang biasa, tetapi juga secara signifikan memengaruhi kesehatan ibu hamil. Selama kehamilan, suhu tubuh ibu sudah lebih tinggi dari normal, sehingga ketika suhu lingkungan naik tajam, risiko dehidrasi, kelelahan, atau serangan panas meningkat, yang secara langsung berdampak pada ibu dan janin.

Menurut Dr. Nguyen Thi Minh Thanh, Kepala Departemen Pemeriksaan Spesialis di Rumah Sakit Kebidanan dan Ginekologi Hanoi , wanita hamil sangat rentan terhadap cuaca panas karena tubuh mereka harus bekerja lebih keras untuk mengatur suhu.

Jika ibu hamil terlalu lama berada di luar ruangan di bawah sinar matahari atau bekerja di lingkungan yang panas, tubuh mereka dapat mengalami berbagai gejala abnormal seperti sakit kepala, pusing, tekanan darah rendah, mual, dan kelelahan. Dalam kasus yang parah, ibu hamil berisiko mengalami serangan panas, yang dapat memengaruhi janin dan meningkatkan risiko kontraksi rahim.

Me bau anh 1

Meningkatnya suhu tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan tetapi juga menempatkan ibu hamil pada risiko serangan panas, dehidrasi, dan berbagai komplikasi kehamilan. Foto: Unsplash.

Selain itu, cuaca panas dan lembap yang berkepanjangan melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi virus seperti flu, infeksi saluran pernapasan, atau penyakit kulit.

Dokter Thanh memberikan saran kepada ibu hamil tentang cara melindungi kesehatan mereka selama musim panas:

Minumlah air yang cukup setiap hari.

Wanita hamil sebaiknya membiasakan diri minum air putih secara teratur dan tidak menunggu sampai haus. Mereka sebaiknya minum sedikit demi sedikit agar lebih mudah diserap. Selain air putih, mereka dapat mengonsumsi jus buah atau larutan rehidrasi oral (ORS) jika kehilangan banyak elektrolit melalui keringat.

Hindari keluar rumah saat matahari bersinar terik.

Antara pukul 10 pagi hingga 4 sore adalah waktu ketika suhu luar ruangan dan sinar UV berada pada puncaknya. Jika Anda harus keluar rumah, wanita hamil sebaiknya mengenakan pakaian longgar dan berventilasi baik, topi bertepi lebar, dan membawa air minum.

Para ahli juga mencatat bahwa setelah berada di bawah sinar matahari, wanita hamil sebaiknya tidak langsung masuk ke ruangan ber-AC yang sangat dingin karena perubahan suhu yang tiba-tiba dapat menyebabkan pusing atau membuat mereka lebih rentan terkena flu.

Konsumsilah makanan yang ringan dan mudah dicerna.

Selama musim panas, ibu hamil sebaiknya memprioritaskan sayuran hijau, buah-buahan segar, dan masakan yang mudah disiapkan seperti makanan rebus atau kukus. Sebaliknya, mereka harus membatasi makanan berlemak, pedas, dan panas karena dapat dengan mudah menyebabkan panas dalam tubuh, kembung, dan rasa tidak nyaman.

Kapan ibu hamil harus memeriksakan diri ke dokter?

Dokter Thanh menyarankan ibu hamil untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang tidak biasa seperti:

  • Kelelahan berlebihan, pusing terus-menerus.
  • Sakit perut atau kram
  • Mual parah
  • Pendarahan vagina
  • Gerakan janin yang lemah atau abnormal

Sumber: https://znews.vn/bac-si-chi-cach-giup-me-bau-vuot-qua-dot-nang-nong-post1654435.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Jiwa dari keahlian tangan

Jiwa dari keahlian tangan

terkemuka

terkemuka

pembuat cetakan

pembuat cetakan