Tauge merupakan salah satu produk yang banyak digemari masyarakat.
Sistem Bach Hoa Xanh mengonfirmasi hal di atas dalam tanggapan tertulis kepada surat kabar Tuoi Tre Online pada sore hari tanggal 26 Desember.
Menurut Bach Hoa Xanh, segera setelah terdapat informasi terkait produk tauge di Dak Lak dari pemasok Lam Dao yang dijual di Bach Hoa Xanh, unit tersebut langsung menarik dan menghentikan penjualan semua barang dari pemasok ini, serta menguji ulang semua produk tauge yang dipasok ke jaringan tersebut.
Sistem tersebut menyatakan bahwa pemasok Lam Dao hanya memasok 2% dari total produksi tauge ke wilayah Dak Lak. Unit ini sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengklarifikasi masalah ini.
Unit ini selalu menekankan kualitas higiene dan keamanan produk. Produk yang diimpor ke dalam rantai pasok harus dilengkapi dengan dokumen hukum lengkap sebagaimana dipersyaratkan: Izin usaha, sertifikat higiene dan keamanan pangan, sertifikat uji yang diumumkan sesuai kriteria QC, lisensi terkait... sesuai dengan peraturan instansi pemerintah.
Bach Hoa Xanh selalu mengutamakan pelanggan, semua produk dan layanan di toko kami ditujukan untuk melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya. Kami juga memiliki semangat belajar, mendengarkan, dan terus berinovasi untuk memenuhi harapan pelanggan setiap hari," tegas unit tersebut.
Sebelumnya, otoritas provinsi Dak Lak secara serentak memeriksa 6 fasilitas produksi tauge di Kota Buon Ma Thuot. Di antaranya terdapat 2 fasilitas milik Lam Van Dao, pemasok yang konon memasok tauge ke sistem Bach Hoa Xanh.
Dalam pemeriksaan tersebut, Departemen Kepolisian Ekonomi Kepolisian Provinsi Dak Lak menemukan dan menyita lebih dari 20,3 ton tauge yang telah direndam dalam bahan aktif 6-Benzylaminopurine. Selain itu, polisi juga menyita 37 kaleng plastik berisi 135 liter bahan aktif 6-Benzylaminopurine.
Belakangan ini, pihak berwenang di sejumlah provinsi dan kota terus melakukan pemeriksaan dan menemukan banyak kasus produksi dan perdagangan tauge yang direndam dalam bahan kimia terlarang.
Komentar (0)