Semuanya berawal dari satu tindakan keberanian.
Keterlibatannya dalam donor darah dimulai pada tahun 2005, ketika ia masih mahasiswa di Universitas Pendidikan Jasmani dan Olahraga Da Nang. Seperti banyak anak muda lainnya, awalnya ia merasa cemas dan khawatir saat pertama kali mendonorkan darah. Namun, setelah pengalaman itu, dan melihat bahwa kesehatannya sangat stabil, ia secara bertahap mengatasi kekhawatiran awalnya. Lebih penting lagi, ia menyadari makna mendalam dari donor darah – sebuah tindakan kecil yang dapat menyelamatkan nyawa. Sejak saat itu, donor darah bukan lagi sekadar tes, tetapi menjadi bagian dari hidupnya.
![]() |
| Bapak Tran Manh Cuong saat melakukan donor darah sukarela - Foto: Disediakan oleh narasumber |
Dengan golongan darah O Rh+, golongan darah yang dapat ditransfusikan kepada banyak orang, ia semakin menyadari tanggung jawabnya. Kapan pun dibutuhkan darah, ia selalu siap. Setiap kali ia mendonorkan darah, setiap tetes darah merah yang diberikan adalah secercah harapan yang dinyalakan bagi pasien yang membutuhkan kehidupan.
Pengalaman paling berkesan Tran Manh Cuong adalah suatu malam di tahun 2013, ketika ia bekerja di komune perbatasan Lam Thuy (sekarang komune Kim Ngan), ditempatkan di desa Bach Dan, di mana transportasi sangat sulit. Sekitar pukul 10 malam, ia menerima pesan mendesak dari Klub Donor Darah Sukarela Pemuda Provinsi: Seorang pensiunan tentara dalam kondisi kritis dan sangat membutuhkan transfusi darah. Pada saat itu, sukarelawan di wilayah tengah dan sekitarnya tidak memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.
Tanpa ragu, ia memutuskan untuk berangkat. Sendirian di malam yang gelap, ia menempuh perjalanan melalui hutan dan menyeberangi sungai dari desanya ke pusat komune, kemudian melanjutkan perjalanan panjangnya ke Rumah Sakit Persahabatan Vietnam-Kuba di Dong Hoi untuk mendonorkan darah dan menyelamatkan nyawa. Jalannya panjang dan berbahaya, dan ia melakukan perjalanan di malam hari, tetapi kepeduliannya terhadap nyawa pasien lebih besar daripada segalanya. Setelah mendonorkan darah, ia diam-diam kembali ke rumah di malam hari untuk melanjutkan pekerjaan mengajarnya keesokan paginya. Perjalanan itu bukan hanya sekadar perjalanan; itu juga merupakan bukti dedikasinya, di mana belas kasih mengatasi semua kesulitan.
Mengenang kenangan itu, Bapak Cuong merenung, " Malam itu, sendirian di hutan, ada kalanya saya merasa takut, tetapi memikirkan para pasien yang menunggu setiap tetes darah untuk menyelamatkan hidup mereka, saya tidak membiarkan diri saya ragu. Ketika saya tiba dan tahu saya bisa membantu mereka, semua kelelahan saya seolah lenyap."
Tran Manh Cuong bukan hanya pendonor darah reguler, tetapi ia juga anggota aktif Klub Donor Darah Pemuda Provinsi Quang Binh (sekarang Provinsi Quang Tri ). Klub ini menyatukan lebih dari 60 anggota yang selalu siap mendonorkan darah kapan pun dibutuhkan. Bagi Tran Manh Cuong dan anggota klub, donor darah bukanlah urusan pribadi, melainkan tanggung jawab komunitas.
Pelajaran tentang cinta
Selain sekadar mendonorkan darah, Bapak Tran Manh Cuong aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan amal, membantu mereka yang berada dalam kesulitan dan orang-orang rentan di masyarakat. Pada dirinya, terlihat dedikasi bukan hanya dalam profesi mengajarnya tetapi juga dalam cara hidupnya, yang dipandu oleh motto: Selalu siap berbagi.
![]() |
| Bapak Tran Manh Cuong (baris bawah, paling kiri) adalah anggota aktif Klub Donor Darah Sukarela Pemuda Provinsi - Foto: Disediakan oleh narasumber. |
Bapak Le Van Hung, Ketua Klub Donor Darah Sukarela Pemuda Provinsi, berbagi: “Sepanjang kegiatan klub, Bapak Tran Manh Cuong selalu menunjukkan antusiasme dan tanggung jawab yang besar. Baik selama kegiatan donor darah rutin maupun situasi darurat, beliau selalu siap berbagi dan membantu. Beliau juga secara proaktif mengatur pekerjaannya untuk mendukung klub dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, terutama dalam program tahunan "Perjalanan Merah - Menghubungkan Darah Vietnam". Beliau bukan hanya anggota yang aktif, tetapi juga seperti kakak laki-laki yang berdedikasi, sumber dukungan spiritual, yang berkontribusi dalam menyebarkan semangat donor darah kepada banyak sukarelawan.”
Adapun Bapak Tran Manh Cuong, semua yang dilakukannya berawal dari pemikiran sederhana: "Mendonorkan darah tidak melemahkan saya; sebaliknya, saya merasa lebih sehat, terutama secara mental, karena mengetahui bahwa saya telah berkontribusi menyelamatkan nyawa orang lain. Jika saya mampu, saya akan terus mendonorkan darah untuk menyelamatkan nyawa."
Tanpa banyak bercerita tentang apa yang telah dilakukannya, Bapak Tran Manh Cuong dengan tenang terus memberi kapan pun ia bisa. Baginya, setiap donor darah bukanlah pengorbanan, melainkan cara berbagi yang sangat wajar antar sesama.
Lebih dari 30 kali donor darah berarti setiap kali ia memberikan "tetesan darah" kehidupan, dan sebuah pelajaran sederhana menjadi jelas: Ketika setiap orang membuka hatinya, tahu bagaimana memberi dari hal-hal terkecil, kehidupan akan diperpanjang, dan iman akan dipupuk. Dari kisah Bapak Tran Manh Cuong, "pelajaran dari tetesan darah" adalah pengingat akan tanggung jawab komunitas, tentang bagaimana setiap kita dapat berkontribusi untuk membuat hidup ini lebih penuh kasih sayang, dimulai dengan tindakan sederhana di sekitar kita.
Le Thuy
Sumber: https://baoquangtri.vn/xa-hoi/202604/bai-hoc-tu-nhung-giot-hong-6702ac2/








Komentar (0)