Latihan pernapasan, yoga, dan tai chi meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paru-paru, mengurangi komplikasi dan efek samping setelah pengobatan, serta meningkatkan peluang bertahan hidup.
Manfaat ini disebabkan oleh peningkatan pasokan oksigen ke paru-paru, menurut American College of Sports Medicine. Latihan aerobik dan latihan kekuatan dengan intensitas sedang juga mengurangi kecemasan dan meningkatkan kebugaran fisik. Olahraga dapat meningkatkan kekuatan otot dan mengurangi sesak napas pada pasien yang sakit kritis yang menjalani kemoterapi.
Aktivitas fisik juga membantu meningkatkan kapasitas paru-paru. Pasien dengan kanker paru-paru non-sel kecil stadium lanjut yang memiliki kapasitas paru-paru lebih baik memiliki risiko kematian yang lebih rendah. Mereka yang menderita kanker yang telah bermetastasis ke tulang atau yang menerima perawatan paliatif juga mengalami pengurangan gejala melalui olahraga.
Pasien sebaiknya memulai olahraga secara perlahan dan secara bertahap meningkatkan intensitasnya. Misalnya, luangkan 5-10 menit untuk berjalan kaki atau berenang beberapa kali sehari, secara bertahap meningkatkan intensitasnya dengan bimbingan dokter. Jenis olahraga yang berbeda bergantung pada stadium kanker pada setiap individu. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan olahraga yang tepat untuk kondisi dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah sebaiknya menghindari olahraga di ruangan besar dan ramai, karena hal ini meningkatkan risiko infeksi.
Latihan untuk pasien kanker paru-paru terbagi dalam empat kategori dasar: pernapasan, peregangan, latihan aerobik, dan latihan kekuatan. Berikut beberapa latihan yang dapat Anda jadikan referensi.
Latihan pernapasan membantu memperkuat diafragma (terletak di antara perut dan tulang rusuk), sehingga memudahkan pernapasan. Cara melakukannya: Duduk bersila atau berdiri dengan satu tangan di perut. Hirup udara melalui hidung, dorong perut ke luar dan turunkan diafragma untuk mengisi paru-paru dengan udara. Buang napas perlahan sambil mengerutkan bibir untuk mengeluarkan semua udara. Lakukan 10-20 repetisi per sesi, 2-3 kali sehari.
Latihan pernapasan bermanfaat bagi paru-paru. Foto: Freepik
Latihan peregangan sederhana cocok untuk pasien kanker pada berbagai stadium, membantu memastikan aliran darah dan oksigen yang lebih konsisten ke otot dan meningkatkan jumlah udara yang dapat ditampung paru-paru. Latihan peregangan juga mengurangi ketegangan otot yang disebabkan oleh terapi radiasi dan jaringan parut setelah operasi.
Untuk latihan peregangan dada, duduk atau berdiri tegak. Perlahan-lahan bawa lengan Anda ke belakang punggung, tautkan jari-jari Anda. Luruskan lengan dan regangkan ke depan. Ketika Anda merasa dada Anda telah mencapai peregangan maksimal, berhenti, tahan selama 10-30 detik, dan kembali ke posisi awal. Gabungkan latihan ini dengan pernapasan dalam dan teratur serta relaksasi.
Latihan aerobik mengurangi kelelahan, memperkuat jantung dan paru-paru, serta meningkatkan kualitas tidur. Pasien dapat berjalan-jalan di sekitar rumah dan melakukan latihan aerobik ringan untuk meningkatkan tingkat energi yang rendah yang disebabkan oleh gejala atau pengobatan.
Latihan fisik seperti angkat beban, bench press, dan latihan dengan resistance band membantu mengatasi kelelahan, membangun otot punggung, memperkuat tulang, dan meningkatkan keseimbangan. Aktivitas ini bertujuan untuk meningkatkan massa dan kekuatan otot, sehingga memudahkan tugas sehari-hari. Pasien kanker paru stadium satu, dua, atau tiga yang telah menjalani pengobatan (operasi, kemoterapi, atau radioterapi) dapat melakukan latihan ini tiga hari seminggu.
Yoga dan Tai Chi sama-sama melibatkan latihan yang menggabungkan pernapasan dan peregangan. Mempraktikkan kedua disiplin ini setiap hari mengurangi kelelahan dan meningkatkan fungsi paru-paru dan jantung. Satu jam yoga dapat meningkatkan daya tahan, kebugaran fisik, dan kesehatan mental pada pasien kanker paru-paru stadium lanjut yang telah menjalani kemoterapi dan radioterapi.
Kucing Mai (Menurut WebMD )
| Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan seputar kanker di sini agar dijawab oleh dokter. |
Tautan sumber







Komentar (0)