| Menulis adalah salah satu bentuk terapi. Sumber: Internet |
Menulis, pelarian bagi jiwa.
Pernahkah Anda merasa jiwa Anda seperti badai, dipenuhi emosi yang tak bernama dan tekanan yang tak terlihat, tetapi Anda tidak tahu bagaimana mengungkapkannya? Pernahkah Anda ingin berteriak di tengah keramaian, tetapi takut tidak ada yang mengerti? Atau pernahkah Anda bertanya-tanya: Siapakah saya dalam hidup saya sendiri? Jika demikian, ambillah pena dan tulislah, belajarlah untuk menceritakan kisah Anda sendiri.
Anak muda seperti kita hidup di dunia yang terus berubah. Tekanan dari studi, pekerjaan, media sosial, dan bahkan harapan yang tak terucapkan dari berbagai pihak terkadang terasa menyesakkan. Kita disarankan untuk membaca dan belajar, tetapi sedikit yang mengatakan: Menulislah, biarkan jiwamu bernapas. Menulis bukan hanya tentang mencatat pikiran; ini adalah perjalanan penemuan diri, cara untuk mengubah emosi yang kacau menjadi cerita yang bermakna.
Bayangkan menulis seperti jogging pagi. Jika jogging menjaga kesehatan tubuh, maka menuliskan pikiran adalah latihan untuk pikiran, membantu Anda melepaskan stres, menata kembali emosi, dan menemukan kedamaian. Saat Anda menulis tentang suka cita, duka cita, atau bahkan kegagalan, Anda mengambil kendali atas kisah hidup Anda.
Hal-hal yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, emosi yang terpendam – seperti cinta yang tak terucapkan, mimpi yang terkubur, atau tekanan untuk membandingkan diri dengan orang lain – semuanya dapat dilepaskan di atas kertas. Sebuah studi dari Universitas York (Inggris) yang dilakukan oleh Emily Round dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa hanya dengan meluangkan 15 menit sehari selama 3 hari untuk menulis tentang pengalaman positif dapat langsung mengurangi kecemasan dan meningkatkan kesehatan mental setidaknya selama 4 minggu setelahnya. Bagi kaum muda, ini sangat penting karena kita terus-menerus menghadapi tekanan yang tak terucapkan: mulai dari ujian dan tenggat waktu pekerjaan hingga pertanyaan besar tentang masa depan...
Menulis untuk menyembuhkan, tumbuh, dan menginspirasi.
Saya pernah berkesempatan untuk berpartisipasi dalam tantangan menulis penyembuhan harian di komunitas "Writer Viet", yang didirikan oleh Ibu Hanh Nguyen (penulis dan instruktur menulis profesional). Awalnya, saya mengira menulis hanyalah mencatat pikiran, tetapi ternyata setiap hari duduk dengan pena, saya sedang bercermin. Saya menulis tentang hari-hari yang melelahkan, kegagalan, dan bahkan momen-momen kecil kebahagiaan dan kebanggaan diri, seperti pertama kali saya berani mengatakan "tidak" pada sesuatu yang tidak saya inginkan, atau hari ketika saya belajar memaafkan diri sendiri. Itu juga pertama kalinya saya menulis dengan tekun dan penuh semangat selama beberapa hari berturut-turut. Melalui setiap baris, saya menyadari bahwa saya lebih kuat dari yang saya bayangkan. Menulis tidak hanya membantu saya memahami emosi saya tetapi juga melestarikan perjalanan pertumbuhan saya, membuat saya lebih berani dalam menghadapi segalanya.
Melalui sharing Ibu Hanh Nguyen, saya belajar bahwa banyak anak muda, seperti saya, mendatanginya dengan keinginan untuk menulis, untuk belajar bagaimana menulis guna membebaskan diri dan menyembuhkan jiwa mereka. Mereka juga pemalu dan ragu-ragu pada awalnya, hanya mampu menulis beberapa kalimat pendek dengan banyak kalimat negatif. Tetapi hari demi hari, seiring menulis menjadi kebiasaan, dan kemampuan mereka untuk mendekati dan membentuk emosi mereka meningkat, semuanya menjadi lebih mudah dan alami. Terkadang, tulisan-tulisan itu, yang dikumpulkan dengan cermat selama bertahun-tahun, diterbitkan sebagai buku, membuka jalan bagi banyak anak muda lainnya untuk percaya pada kata-kata mereka sendiri, untuk memahami secara mendalam bahwa menulis adalah cara untuk mengatasi luka hidup dengan cara yang paling lembut dan sabar.
Semakin banyak saya menulis, semakin saya menyadari nilai yang sangat besar dan indah yang dapat saya ciptakan untuk hidup saya sendiri. Seperti penulis Truong Thi, dalam bukunya *Gentle Vastness - A Sky of Love Always Embracing Us* (DIMIBOOK), ia mengubah tulisan pribadinya menjadi perjalanan berbagi yang menginspirasi. Awalnya, ia menulis hanya untuk menyembuhkan dirinya sendiri, untuk melestarikan momen-momen pribadinya. Tetapi setelah empat tahun, ia memutuskan untuk menerbitkan, berbagi esai tulusnya dengan keluarga, teman, dan bahkan orang asing. Buku itu bukan hanya kisahnya, tetapi juga pengingat bahwa setiap anak muda memiliki kisah yang layak diceritakan, layak dihargai. Saat membaca *Gentle Vastness*, Anda akan menemukan diri Anda di suatu tempat dalam kata-kata tersebut – rasa sakit yang familiar, kegembiraan kecil, dan momen-momen yang membuat Anda tersenyum pada kehidupan.
Anda lihat, alih-alih sekadar minum kopi terburu-buru atau percakapan singkat, menuliskan kisah Anda dan membagikannya—baik melalui buku, unggahan media sosial, atau surat tulisan tangan—adalah cara untuk memberi tahu dunia bahwa Anda telah hidup, mencintai, dan tumbuh. Menulis bukan hanya perjalanan pribadi, tetapi juga jembatan yang mendekatkan Anda dengan orang-orang di sekitar Anda. Kehidupan modern dapat membuat Anda merasa tersesat, tetapi menulis adalah cahaya yang menerangi jalan itu. Seperti yang ditulis Anna Frank dalam buku hariannya: “Aku dapat melupakan segalanya ketika aku menulis, kekhawatiranku lenyap dan keberanianku terlahir kembali.” Anak muda, apakah Anda telah menulis sesuatu hari ini? Ambil pena Anda, dan biarkan kisah Anda dimulai.
BUNGA PALEM
Sumber: https://baodanang.vn/channel/5433/202505/ban-viet-gi-hom-nay-chua-4007900/






Komentar (0)